www.dompetdhuafa.org
28 December 2012

Menghitung Zakat Hasil Pertanian dan Perkebunan

Ustadz, saya mempunyai sawah & kebun, masing-masing luasnya ada beberapa hektar. Ketika saya usai panen & sampai nisabnya dalam setahun, apakah zakat kebun ini sama dengan zakat pertanian tadah hujan atau sama dengan irigasi? Selanjutnya, apabila mengeluarkan zakat maal (pertanian atau perkebunan) apakah setiap panen atau setiap tahun?

Baharudin


Bapak Baharudin, semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada Bapak dan keluarga.

Apabila Bapak memiliki kebun yang berbeda-beda tempatnya dan menggunakan sistem pengairan yang berbeda, maka nilai zakat masing-masing perkebunan atau pertanian itu juga berbeda. Perkebunan yang menggunakan tadah hujan atau pengairannya tanpa membeli seperti dari sungai, maka nilai zakatnya adalah 10 persen. Sedangkan perkebunan atau persawahan yang pemenuhan kebutuhan airnya dengan membeli maka nilai zakatnya adalah 5 persen. Apabila kadangkala pengairannya melalui air hujan dan kadangkala membeli maka nilai zakatnya 7,5 persen.

Dalam hal pencapaian nishab, hasil panen pertanian atau perkebunan yang sejenis dalam satu tahun, menurut sebagian ulama, dihitung secara tergabung. Perbedaan tempat, lokasi dan waktu dalam satu tahun tidak menghalangi pencapaian nishab.

Zakat pertanian dikeluarkan zakatnya setiap kali panen dan tidak harus menunggu genap satu tahun. Hanya saja, terkait dengan pencapaian nishab, hasil panen dalam satu tahun digabung sehingga mencapai nilai nishab (653 kg beras atau 5 wasaq). Sebagian ulama berpendapat hasil satu musim untuk pertanian yang satu jenis dihitung secara tergabung, tidak terpisah, untuk mencapai penggenapan nishab. Namun hal ini tidak menjadikan pengeluaran zakat dilakukan menunggu satu tahun. Allah swt berfirman dalam surah Al-An’am, ayat 141:

“Makanlah dari buahnya (yang bermaca-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya dihari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. 6:141)

Wallahu’alam.

Bagikan :

Konsultasi

Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh Ustad, langsung saja, saya menggunakan uang haram (misalnya hasil judi) sebagai modal usaha. Dari hasil keuntungan usaha tersebut saya…

Download Panduan Zakat

Informasi lengkap dan praktis untuk mempelajari zakat secara komprehensif.

Kalkulator Zakat

Program yang akan membantu menentukan jumlah besaran Zakat yang akan Anda tunaikan.