Aliansi Strategis LAZ dan KJKS Sebagai Daya Ungkit Perekonomian

37

Press Release DD

Yogyakarta – Meski penurunan kemiskinan di Indonesia terus melambat, tingkat penurunannya hanya 0.7 persen untuk tahun 2012-2013, tingkat penurunan terkecil dalam satu dekade terakhir, Ketimpangan juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir yang berpotensi menciptakan konflik sosial. Hal ini akan mengurangi manfaat dari tingginya pertumbuhan ekonomi beberapa tahun terakhir, pertumbuhan yang pada dasarnya mengurangi tingkat kemiskinan menjadi 11,3% pada tahun 2014, dibandingkan dengan 24% pada tahun 1999.

Sekitar 68 juta penduduk Indonesia tetap rentan untuk jatuh miskin. Pendapatan mereka hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga miskin. Guncangan ekonomi seperti jatuh sakit, bencana atau kehilangan pekerjaan, dengan mudah dapat membuat mereka kembali jatuh miskin (Siaran Pers World Bank 23 September 2014).

Gelaran konferensi pers yang dilaksanankan rabu 21 Januari 2015 di gedung PBMT Institute dengan tema “Sinergi Dompet Dhuafa dan PBMTI 2014 – 2015” menjadi ajang evaluasi dan ekspektasi bahwa aliansi gerkanan ini semakin kuat.

PBMT yang merupakan tempat berhimpun para BMT-BMT di Indonesia telah menisbahkan bahwa PBMT adalah central dari para aktivitas BMT Indonesia sebagaimana paparan Joelarso yang saat ini menjabat direktur utama PBMT. Menyampaikan visi besar yang tertuang dalam haluan BMT 2020 maka kelembagaan ini adalah model dari sebuah alternative microfinance yang secara fokus adalah keberpihakan pada kaum fakir, miskin dan usaha kecil. Menjadikan Maal atau biasa disebut Baitul Maal sebagai ruh gerakan BMT, maka kedepan fokusnya BMT harus menghidupkan baitul maalnya. Dengan jaringan yang luas hingga keseluruh pelosok negeri, BMT akan menjadi aktor yang strategis bagaimana dapat menopang pertumbuhan ekonomi yang pesat dari sektor kecil dan mikro.

Dengan lanjutan penjelasanya jika berbicara zakat, maka berbicara peradaban. Tujuan peradaban inillah sesungguhnya yang melatarbelakangi kenapa ada kaitan yang erat antara Baitul Maal BMT dengan dompet dhuafa, ujar Joelarso dalam siaran persnya.

Dompet dhuafa sebagai lembaga sosial yang berkhidmat untuk mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa telah menggulirkan program guna menjawab tantangan diatas. Dengan mengoptimalkan peran strategis bersama antara LAZ (Lembaga Amil Zakat) dan KJKS/KBMT (Koperasi Jasa Keuangan Syariah/Koperasi Baitul Maal wat Tamwil) guna membantu penyediaan akses bagi pembiayaan untuk mendorong tumbuhnya UMKM.

Dalam paparanya presiden direktur Ahmad Juwaini menegaskan Dompet dhuafa sebagai eksponen yang turut menggerakan ekonomi pemberdayaan masyarakat kecil memang secara khusus memiliki dua program utama diantaranya pemberian modal tak berbunga bagi para pelaku UMKM melalui program STF (Social Trust Fund) dan pendampingan baitul maal dengan program MPZ (Mitra Pengelola Zakat) yang basisnya adalah KJKS/KBMT.

Program STF adalah program untuk Terwujudnya pengelolaan program yang membantu percepatan pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah bencana, pedesaan, perkotaan dan pesisir melalui penumbuhan lembaga keswadayaan lokal berbasis keuangan mikro dan komunitas yang mampu memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial (multiplier effect) bagi masyarakat, yang saat ini telah menggulirkan lebih dari 3 Milyar dari sejak di gulirkannya program ini, dengan penerima manfaat 1000 lebih KK tersebar di Mentawai, Tangsel, Jakbar, Surabaya, Menado, Padang Pariaman, dan Wasior dengan metode diberikan bantuan untuk recovery pasca bencana dan juga ekonomi mikro dan kecil. Adapun strategi STF agar berhasil adalah, dengan melakukan bantuan modal dengan tiga tingkatan (1) 750.000,- (2) 1.500.000,- (3) 2.500.000,- jika ini berjalan dengan baik, maka selanjutnya STF akan memberikan pinjaman dana bergulir tanpa bunga dalam jumlah yang lebih besar.

Lebih lanjut dalam siaran persnya, aliansi pendampingan MPZ yang dikelola dompet dhuafa mempunyai tujuan pendampingan dalam memberikan payung hukum, strategi fundraising dan komunikasi, strategi pengelolaan program pemberdayaan masyarakat serta pembinaan SDM untuk baitul maal KJKS/KBMT dapat menjalankan aktivitas menghimpun dana ziswaf yang kemudian diperuntukan bagi program-program pemberdayaan masyarakat kecil untuk mendorong pembiayaan dan pengelolaan UMKM tumbuh di sekitar wilayah kerja KJKS/KBMT. Dengan 118 MPZ yang bermitra dalam gerakan zakat dompet dhuafa dengan basis seluruhnya adalah KJKS/KBMT wilayah Jawa tengah, Yogyakarta, Sumatera Utara, Riau, Jawa Timur, Jawa Barat menjadikan MPZ adalah instrument strategis yang memiliki jaringan yang kuat dalam bersama guyub membangun pemberdayaan UMKM. Beberapa pendampingan yang telah berhasil dilakukan seperti Baitul Maal Amanah Umah Sukoharjo yang telah mampu membuat budidaya ikan dengan integrasi irigasi sawah di desa binaanya, lalu beringharjo di Jogja dengan budidaya lele kolam, dan binamas di Purworejo dengan budidaya kambing yang mampu mensuplai kebutuhan kurban dan banyak lagi yang lain. Dompet dhuafa memiliki mimpi dan harapan bahwa gerakan zakat ini akan menjadi suatu alternative penting dalam menjawab tantangan sulitnya akses pembiayaan bagi UMKM. Dengan mengoptimalkan dana ZISWAF yang dihimpun oleh setiap Baitul Maal BMT maka ini akan membuka semakin lebar penyaluran dana ZISWAF yang tentunya dikemas dalam model-model pemberdayaan dan pengalokasian modal bagi para pelaku UMKM.

Besaran penghimpunan via MPZ ditahun 2014 yang mencapai angka 5,4 Milyar memberikan stigma positif bahwa saat ini berzakat bisa dilakukan melalui BMT yang bermitra dengan Dompet Dhuafa, dimana yang setiap tahun menunjukan trend peningkatan penghimpunan dari tahun sebelumnya 3,8 Milyar. Capaian penghimpunan MPZ ini diperoleh secara akumulatif 118 anggota MPZ yang melaporkan casflow kepada dompet dhuafa sebagai induk organisasi MPZ. Belum lagi jika dikaitkan program Tebar Hewan Kurban, dimana MPZ pun turut menyumbang 335 hewan ternak yang juga ditebar di wilayah operasi BMT masing-masing.

Selain trend penghimpunan yang terus meningkat, animo BMT yang ingin bergabung dengan MPZ Dompet Dhuafa juga mengalami pertumbuhan yang signifikan yakni sebanyak 32 daftar tunggu yang sedang proses MOU menjadi MPZ dompet dhuafa dari daerah Lampung, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dalam paparan penutupnya, Ahmad Juwaini menyampaikan bahwa dompet dhuafa melihat BMT atau MPZ adalah organ penting yang dapat dijadikan sebagai kekuatan besar, karena dengan satu MPZ saja maka sesungguhnya telah mendorong banyak ekonomi dhuafa tumbuh, apalagi dengan 150 MPZ. Dengan hal strategis aliansi inilah maka, kita dompet dhuafa jadikan sebagai salah satu target utama ditahun 2015 dengan mengambil tajuk “ Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Baitul Maal” yang telah dicanangkan melalui rapat kerja Bersama Anggota MPZ akhir tahun 2014 lalu memiliki kontribusi yang besar untuk menjadi daya ungkit perekonomian di Indonesia.

Tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Selama 21 tahun, Dompet Dhuafa telah berkontribusi dengan berbagai layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

Untuk Informasi press release, dapat menghubungi :

Div. MPZ Dompet Dhuafa
Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok A-2, Jl Ir H Juanda No 50, Ciputat
U.P : Ali Bastoni (0852 666 55066)
Telp. 021 741 6050
www.dompetdhuafa.org
@Dompet_Dhuafa

Zakat Sekarang