Berbincang Bareng Bang Zul : Host Program Datang dari Hati

18

Jakarta – Divisi Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa (LAZ DD) memiliki program unggulan dalam menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1433 Hijriyah. Nama program tersebut adalah “Datang dari Hati”. Sebuah program yang dirancang untuk lebih mengenalkan seluruh program Dompet Dhuafa kepada segenap masyarakat muslim seluruh nusantara, bekerjasama dengan salah satu tv swasta nasional.

Adalah Zulkarnain Muhammad yang didapuk untuk menjadi host dalam program ini. Ikhwan asli betawi yang telah setahun mengabdi sebagai amil di Dompet Dhuafa ini, memang telah lama bergelut dalam dunia seni dan masih aktif dalam menyelesaikan studi masternya di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada program manajemen.

Di sela – sela kesibukannya untuk mempersiapkan diri mengikuti program “Datang dari Hati”, ia bersedia untuk menjawab pertanyaan mengenai program ini. Berikut ini petikan wawancara dengan Bang Zul (panggilan akrabnya di kantor) :

Assalamu ‘alaikum bang Zul, selamat pagi. Bagaimana kabarnya bang?
Wa ‘alaikum salam. selamat pagi juga. Saya sambil sarapan ya.

Selamat ya bang terpilih menjadi host dalam program “Datang dari Hati” Dompet Dhuafa.
Iya, terima kasih.

Bisa cerita sedikit apa sih sebenarnya program datang dari hati DD itu?
Jadi begini ya, sebenarnya Program Datang dari Hati DD ini ingin mengenalkan dan mendekatkan seluruh program DD di seluruh nusantara kepada masyarakat muslim. Selain itu sebagai bagian dari syiar zakat di bulan ramadhan.

Bagaimana ceritanya sampai bisa lolos dan terpilih menjadi Host bang?
Pada awalnya dari LAZ DD mengadakan audisi untuk mencari bakat potensial dengan memanggil semua amil. Saat itu terpilihlah kurang lebih 30 orang termasuk saya, untuk kemudian mengikuti 2 sessi penjurian. Di dua sessi itulah saya lolos dan diberitahu langsung oleh Pak Putra (Direktur LAZ DD) . Pada awalnya saya tidak menyangka sama sekali akan lolos mengikuti program ini, karena pada saat audisi banyak yang lebih potensial dari pada saya.

Berapa lama program ini akan berlangsung bang?
Jangka waktu produksi adalah 1 bulan, mulai dari 12 mei hingga 18 juni (pada tanggal itu rencananya akan berada di DD Hongkong). Untuk di televisi, program ini akan ditayangkan dalam 8 episode selama bulan ramadhan.

Apa saja yang harus dan sudah abang siapkan untuk berkeliling ke semua tempat tujuan?
Persiapan secara khusus tidak ada, karena memang begitu mendadak sebelum ramadhan semakin dekat. Tapi yang jelas, ada 3 persiapan yang saya siapkan untuk ekspedisi kali ini. Materi, mental dan spritual. Persiapan materi seperti semua barang yang akan dibawa, kemeja krem, celana item, sepatu adventure, dan kostum yang masih belum ketemu nih (sambil abang menunjukkan barang – barang persiapannya).

Kalau yang persiapan mental dan spiritual gimana bang?
Persiapan mental seperti melatih lagi kemampuan berbicara di depan kamera agar bisa lebih rileks. Terus terang, baru pertama kali ini saya harus berbicara di depan kamera. Walaupun sudah pernah bekerja di stasiun televisi selama setahun, itu hanya di belakang kamera.
Jika spiritual, adalah menyiapkan niat secara betul hanya kepada Allah swt, bahwa program ini adalah salah satu upaya untuk syiar zakat di Indonesia.

Apa yang diharapkan setelah acara ini bang?
Secara pribadi, saya berharap bakat saya di bidang seni semakin berkembang dan mendapatkan input positif setelahnya. Secara lembaga, saya berharap agar masyarakat semakin mengenal zakat, dompet dhuafa dan program – programnya. Bahwa dana zakat dari muzakki telah benar – benar tersalurkan bagi mustahik yang membutuhkan.

Pesan – pesan sekaligus closing statement bang untuk seluruh pembaca website LAZ DD?
Saat menerima pengumuman diterima sebagai host dalam acara datang dari hati dompet dhuafa ini, sebenarnya saya senang sekaligus sedih. Senang karena bisa turut serta mensyi’arkan zakat kepada masyarakat luas. Sedangkan sedih, karena saya tidak bisa hadir pada pernikahan sahabat dekat saya. Jadi intinya, bahwa hidup ini harus memilih, karena hidup itu pilhan. Memilih adalah setuju menerima konsekuensi. Karena pasti kita tidak akan bisa melakukan semuanya dalam waktu bersamaan.

Selesai wawancara, bang Zul meneruskan aktivitasnya sebagai bagian dari amil di LAZ DD. terima kasih ya bang zul. Selamat berjuang bang zul. Kami tunggu liputan perjalanannya. Semoga berkah dan kami tunggu kedatangannya kembali di Jakarta.

Zakat Sekarang