Hikmah Menunaikan Zakat

3713

afrika

Oleh Ahmad Shonhaji

Ketika Allah memberikan perintah kepada hambanya untuk solat, puasa, dan zakat yang tertuang dalam rukun Islam, tidak lain ada hikmah di dalamnya. Begitu pula dengan zakat, harta yang kita cari dengan susah payah lalu dizakatkan kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat), tentu kita bertanya-tanya untuk apa. Sesungguhnya, zakat kita kepada mustahik sangat kaya dengan hikmah.

Tertuang dalam surat At-taubah ayat 103, Allah berfirman “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.”

Dalam surat tersebut kita dapat menemukan dua hikmah yang terkandung pada zakat. Pertama, zakat dapat membersihkan dari perkara haram, kedua, harta dapat membersihkan jiwa dari sifat kikir dan bakil. Zakat menjadi proteksi bagi harta seorang muslim.

Zakat dapat menjadi pelindung bagi pemilik harta. Ada sebuah kisah pada zaman Rasul. Pada satu ketika, Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat berbincang-bincang di pelataran Masjid Nabawi, datang dua pria yang berjalan bersama-sama. Mereka datang dengan wajah dan diliputi kesedihan.

“Wahai Nabi, mengapa hidup saya selalu dirundung kemiskinan?” keluh salah satu dari dua pria itu. “Nabi, saya adalah seorang pedagang, tapi kenapa perampokan selalu saja terjadi, dan saya selalu menjadi korban?” tanya pria satunya lagi.

Mendengar keluhan dua sahabatnya itu, Nabi mengatakan jika tidak lama lagi, perampokan akan hilang dari jazirah Arab. Hal ini terjadi setelah Islam berkuasa. “Sehingga, nanti akan ada kafilah atau rombongan pedagang dari Madinah menuju Mekkah tanpa pengawalan,” kata Nabi.

Kemudian, Nabi menjelaskan kepada sahabatnya yang mengeluh karena kemiskinan bahwa kemiskinan merupakan salah satu tanda kedatangan hari kiamat. “Sesungguhnya hari kiamat tidak akan terjadi kecuali jika ada seseorang yang bermaksud memberikan zakat atau sedekahnya, tapi ternyata dia tidak bisa menemukan seorang pun yang sudi menerimanya,” kata nabi.

Dari kisah tersebut kita dapat mengambil hikmah bahwa hari kiamat tidak akan terjadi ketika umat muslim masih membayar zakat. Selain itu, dengan berzakat seseorang akan mendapatkan asuransi tanpa jangka bagi harta. Allah menjamin itu. Zakat pula yang akan menjadi jawaban ketika di akhirat ditanya perihal asal harta kita. Zakat pula yang akan menjadi jawaban ketika ditanya kemana harta yang diamanahkan Allah kita gunakan.
Sungguh zakat sarat dengan hikmah. Oleh karenanya, marilah berzakat agar jiwa dan kita bersih. Hidup dan rezeki pun Allah lindungi dari perkara haram.

Zakat Sekarang