Keutamaan Shalat Tahajud yang Sayang Dilewatkan Siapa Saja

1789

Selain shalat wajib, amalan shalat yang tinggi nilai pahalanya di sisi Allah SWT adalah shalat sunnah tahajud. Kita sering mendengar anjuran shalat tahajud, khususnya di kala seseorang tertimpa suatu musibah atau persoalan hidup yang berat. Bukan tanpa alasan, shalat tahajud memang bisa  menjadi upaya mencari solusi masalah dalam hidup seorang hamba.

Shalat sunnah tahajud dalam Bahasa Arab disebut shalatun lail yang memiliki arti shalat malam. Untuk itu shalat tahajud adalah shalat sunah yang dilakukan pada waktu malam hari. Malam hari pada waktu shalat tahajud ini maksudnya adalah sepertiga malam sampai waktu menjelang subuh.

Anjuran shalat tahajud termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur’an berikut ini:

1. As-Sajdah: 16-17

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا ۚ لَّا يَسْتَوُۥنَ

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16-17)

Dalam ayat tersebut diterangkan dengan jelas, bahwa seorang muslim dianjurkan untuk mengurangi waktu tidurnya. Waktu panjang untuk tidur sebaiknya digunakan untuk melakukan shalat malam, berdoa kepada Allah agar mendapat limpahan berkah, rezeki dan diselamatkan dari api neraka.

2. Al-Isra: 79

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدَبِهِ نَا فِلَةً لَكَ عَسَى اَنْ يَبْعَسَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُوْدًا.

“Dan pada sebagian malam, maka kerjakanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah- mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra 79)

Ayat tersebut secara jelas menggambarkan tentang perintah untuk mengerjakan shalat tahajud sebagai sebuah ibadah tambahan. Dapat dilihat pula dalam ayat tersebut bahwa Allah akan mengangkat orang-orang yang senantiasa shalat tahajud ke tempat yang terpuji.

3. Az-Zariyat: 15-18

نَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (15) آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (16) كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18)

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Az-Zariyat: 15-18)

Al Hasan Al Bashri mengatakan mengenai ayat ini, “Mereka bersengaja melaksanakan qiyamul lail (shalat tahajud). Di malam hari, mereka hanya tidur sedikit saja. Mereka menghidupkan malam hingga sahur (menjelang shubuh). Dan mereka pun banyak beristighfar di waktu sahur.”

Adapun keutamaan lain dari shalat tahajud adalah sebagai berikut:

  1. Pembuka pintu surga

Banyak jalan untuk menuju surga Allah SWT, pintu-pintu surga terbuka bagi hamba-hamba yang berhasil meraup timbangan amal yang baik dan bernilai di hadapan Allah SWT. Salah satu pintu itu adalah shalat tahajud.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sebarkanlah salam, berilah makan (orang-orang yang membutuhkan), sambungkanlah silaturrahim, dan shalatlah pada malam hari ketika orang lain sedang tidur; niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)

  1. Menepis kegundahan dalam jiwa

Manusia merupakan makhluk yang bergantung pada Allah. Semua yang manusia lakukan, di manapun dia berada, apa pun isi hatinya, hanya Allah yang tahu. Tak ada yang bisa disembunyikan dari Allah SWT, bahkan bisikan terhalus dari hati dan pikirannya. Semua rasa takut, gelisah dan gundah yang hadir di hati seseorang, bisa dengan mudah Allah gantikan dengan ketenangan dan ketentraman. Semua itu, bisa terwujud dengan mendirikan shalat tahajud.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Cobalah renungkan bagaimana Allah membalas shalat malam yang mereka lakukan secara sembunyi dengan balasan yang Ia sembunyikan bagi mereka, yakni yang tidak diketahui oleh semua jiwa. Juga bagaimana Allah membalas rasa gelisah, takut dan gundah gulana mereka di atas tempat tidur saat bangun untuk melakukan shalat malam dengan kesenangan jiwa di dalam Surga.” (Ibnul Qayyim dalam Haadil Arwaah ilaa Bilaadil Afraah: 278)

  1. Mendatangkan kemuliaan dan kewibawaan

Selain mendapatkan kedudukan mulia di akhirat kelak, orang-orang yang ahli shalat tahajud juga akan mendapatkan kedudukan yang mulia di dunia. Allah akan memberinya kemuliaan dan kewibawaan.

وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْـمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ

“Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya” (HR. Hakim)

  1. Penghapus dosa

Kita semua berharap menjalani kehidupan di dunia ini dengan membawa bekal amal sholeh yang berlimpah. Namun, tak dipungkiri, dosa-dosa kecil maupun besar seringkali kita lakukan, bahkan tanpa disadari. Oleh karena itu, kita tidak boleh berhenti melakukan amalan agar dosa-dosa kita terhapuskan. Salah satu amalan tersebut adalah mendirikan shalat tahajud.

“Lakukanlah shalat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)

  1. Menjaga kesehatan tubuh

Bangun di sepertiga malam, berwudu dan mendirikan shalat memberikan efek luar biasa bagi tubuh manusia. Bagi penderita diabetes, shalat tahajud bisa menekan kandungan kortisol dalam tubuh. Kortisol memiliki manfaat untuk meningkatkan kandungan gula darah dengan cara merangsang metabolisme karbohidrat.

Menjalankan shalat tahajud juga berdampak penting bagi otak manusia. Pada waktu sepertiga malam, otak manusia akan melepaskan serotonin, beta endorsin, dan melatonin. Lepasnya ketiga zat tersebut akan membuat seseorang merasa lebih tenang sampai homeostasis terbangun.

Bagaimana caranya melaksanakan shalat tahajud

  1. Jumlah rakaat shalat tahajud

“Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam biasa mengerjakan shalat malam sebanyak 13 rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits dari Zaid bin Kholid Al Juhani

Aku pernah memperhatikan shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah yang mengerjakan dua rakaat ringan. Setelah itu Rasulullah melaksanakan shalat dua rakaat. Lalu Rasulullah mengerjakan shalat dua rakaat lagi. Lalu beliau mengerjakan shalat dua rakaat lagi yang lebih pendek. Rasulullah mengerjakan shalat dua rakaat yang lebih ringan dari sebelumnya. Lalu dilanjutkan mengerjakan shalat dua rakaat lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Terakhir, Rasulullah melakukan shalat witir satu rakaat. Jumlah seluruhnya, Rasulullah mengerjakan shalat sunnah malam sebanyak 13 rakaat.” (HR. Muslim)

Dari beberapa hadist shahih di atas maka para ulama menyimpulkan bahwa jumlah rakaat shalat tahajud adalah minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat. Untuk pengerjaan yang 12 rakaat tetap dilakukan dengan setiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Disunnahkan agar lebih sempurna shalat malamnya ditambahkan satu rakaat shalat witir sebagai penutup.

  1. Waktu terbaik untuk shalat tahajud

‘Aisyah pernah ditanya mengenai shalat malam yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Aisyah menjawab,

كَانَ يَنَامُ أَوَّلَهُ وَيَقُومُ آخِرَهُ ، فَيُصَلِّى ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى فِرَاشِهِ ، فَإِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ وَثَبَ ، فَإِنْ كَانَ بِهِ حَاجَةٌ اغْتَسَلَ ، وَإِلاَّ تَوَضَّأَ وَخَرَجَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur di awal malam, lalu beliau bangun di akhir malam. Kemudian beliau melaksanakan shalat, lalu beliau kembali lagi ke tempat tidurnya. Jika terdengar suara muadzin, barulah beliau bangun kembali. Jika memiliki hajat, beliau mandi. Dan jika tidak, beliau berwudhu lalu segera keluar (ke masjid).” (HR. Bukhari)

Sepertiga malam pertama

Sholat tahajud dapat dilakukan pada waktu sepertiga malam pertama. Waktu sepertiga malam pertama adalah setelah sholat Isya sampai dengan pukul 10.30. Diusahakan sholat tahajud dilakukan setelah bangun tidur walau hanya sebentar.

Sepertiga malam kedua

Sholat tahajud dapat dilakukan di waktu seperiga malam kedua. Sholat tahajud di sepertiga malam kedua adalah antara pukul 10.30 hingga 01.30.

Sepertiga malam ketiga

Menurut beberapa ulama waktu sepertiga malam yang ketiga adalah waktu yang paling utama ketika mengerjakan sholat tahajud. Waktu sepertiga malam terakhir ini adalah antara pukul 01.30 hingga sebelum memasuki waktu subuh.

Semoga dengan mengetahui anjuran dan keutamaan shalat tahajud, kita semakin terpacu untuk mendirikannya di tiap sepertiga malam, hingga berkah, keselamatan dan kebaikan terpancar untuk hidup kita hingga ke akhirat nanti.

Zakat Sekarang