RST : Harapan Baru Pasien Dhuafa

10
pasien dhuafa

Saat kerja jadi buruh bangunan, tiba-tiba kaki saya tertusuk paku yang besar. Sepertinya tertusuk agak dalam sampai telapak kaki saya berdarah dan ada robek yang lumayan besar. Sakit rasanya. Tapi kerjaan juga masih banyak, jadi baru malam saya dibawa ke rumah sakit. Kaget, ternyata kata dokter saya harus dioperasi.

Gak tahu gimana nasib saya kalau gak dibawa ke sini. Dari mana saya punya uang? Yang paling mungkin saya minjem dulu sama orang atau saudara yang mau ngasih. Itu pun kalau mereka lagi punya. Uang Simpanan saya dari penghasilan sehari-hari juga ga banyak, karena ada tanggungan beli susu anak yang masih 4 bulan dan untuk sekolah anak yang kelas 1 SD. Itupun kadang-kadang kurang, karena penghasilan gak tentu.

Tapi alhamdulillah, bersyukur saya bisa jadi member dari RST Dompet Dhuafa. Biaya operasi dan obat semuanya sudah ditanggung. Dokter dan semua perawat juga baik-baik sama saya, pelayanannya sangat memuaskan, padahal saya gak bayar sama sekali untuk dirawat disini.

Kata dokter saya harus istirahat dulu. Biasanya saya kerja jadi kuli bangunan dari jam 08.00-17.00 dan Jam 20.00-08.00 saya jualan kelapa di pasar parung. Kadang istirahat sambil jaga dagangan aja. Yang penting bisa buat hidup sehari-hari.

Saya juga ucapkan terimakasih untuk semua yang sudah bantu saya Dokter, perawat, dan semua donatur yang sudah bantu. Saya ingin cepet pulang ketemu istri dan anak-anak. Sekarang masih dijaga aja sama adik saya. Saya gak tahu harus bagaimana membalasnya. Mudah-mudahan Allah yang balas mereka semua dengan kebaikan

(Saiful Anwar, 29 tahun, Buruh Bangunan dan Penjual Kelapa)

***

Kami percaya jika #SehatMilikSemua . Mari bantu kami mewujudkan lebih banyak harapan pasien dhuafa dengan klikĀ di sini

Baca Juga:

RST Dompet Dhuafa Kembali Tangani Pasien Gizi Buruk

Zakat Sekarang