Cara Pemberian Zakat Pada Golongan Miskin Beda Tanggungan

188

zakat pada golongan miskin

Mustahik adalah golongan orang yang berhak menerima zakat. Lalu, kelompok tersebut belum termasuk anggota keluarga, terutama pemberian zakat pada golongan fakir atau miskin dan memiliki tanggungan yang berbeda. Islam membaginya ke dalam 8 golongan atau asnaf yang penting untuk Anda ketahui:

  1. Fakir. Pada kelompok fakir yaitu seseorang yang tidak memiliki sumber penghasilan apapun yang disebabkan oleh masalah berat, seperti sakit.
  2. Miskin. Sementara, definisi miskin yaitu seseorang yang memiliki sumber penghasilan, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  3. Riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya.
  4. Gharim atau gharimin, yaitu orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya.
  5. Mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama Islam untuk merasakan solidaritas.
  6. Fiisabilillah, yaitu pejuang agama Islam.
  7. Ibnu sabil, yaitu orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh.
  8. Amil, yaitu orang yang menyalurkan zakat.

Kelompok fakir atau miskin merupakan prioritas dalam pemberian zakat untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan tanggungan jika punya. Lalu, bagaimana pemberian zakat untuk setiap pribadi tanggungan dari total anggota keluarga? Rupanya, ada yang berpikiran sama seperti Anda. Mari, simak jawabannya berikut:

Pertanyaan: 

Bagaimana pemberian zakat kepada orang miskin yg memiliki beda tanggungan, seperti keluarga A 5 tanggungan, keluarga B 7 tanggungan. Berapa jumlah yg diberikan kepada mereka?

Jawaban: 

Dalam ayat 60 surat Taubah hanya disebutkan bahwa orang miskin adalah penerima zakat dengan nilai yang tidak disebutkan nilainya. Mengenai perbedaan tanggungan antar keluarga miskin dapat dibagi oleh Muzakki dengan kebijaksanaannya, yaitu melebihkan bagi keluarga yang memiliki tanggungan lebih. Wallahu A’lam.

baca juga: APA ITU FAKIR MISKIN DAN KRITERIANYA DALAM ISLAM?

Ayat Mengenai Golongan Penerima Zakat

Inilah ayat surat At-Taubah ayat 60 dan artinya tentang golongan orang yang berhak menerima zakat:

۞ اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

Artinya:

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” 

Jadi, hitungan zakat pada golongan fakir atau miskin disesuaikan pada keadaan realita mustahik atau penerima zakat. Maka dari itu, profesi amil yaitu orang atau lembaga yang mengelola zakat tidak bisa asal-asalan ketika menghitung karena setiap harta yang diamanahkan mengandung hak mereka yang membutuhkan. Amil memiliki kapabilitas dalam mendistribusikan zakat secara profesional dan tepat sasaran.

Tanya Ustadz layanan Dompet Dhuafa

Masih ada pertanyaan yang kepikiran? Langsung klik banner Tanya Ustadz di atas, ya! Jemput berkah dengan menebus kewajiban zakat di Dompet Dhuafa. Zakat bersihkan hartamu dan bikin batin tenang. Klik berzakat sekarang juga!

 

Zakat Sekarang