Bacaan Niat Sholat Jamak Qosor Untuk Perjalanan Jauh 88 KM

1041
Mudik adalah waktu untuk berkumpul dan bercengkrama bersama keluarga dan sanak kerabat yang jarang bertemu. Dalam perjalanan, sholat tetaplah harus ditegakkan. Salah satu keringanan ketika perjalanan jauh ialah melakukan sholat jamak qosor, namun perhatikan syarat perjalanan dan jaraknya. Lantas, apa saja syarat dan bagaimana niatnya?

Pengertian Jamak dan Qosor 

Niat sholat jamak qoshor

Sebelum melakukan sholat jamak dan qosor, kita harus mengetahui artinya. Ustadz Ahmad Sarwat, Lc, MA dalam buku Shalat Qashar Jama’, memaparkan Qashr secara bahasa artinya meringkas atau mengurangi.

Sedangkan secara istilah, qoshor adalah mengurangi jumlah rakaat pada sholat fardhu, yang semula empat menjadi dua rakaat. Hanya sholat empat rakaat yang dapat diringkas menjadi dua rakaat, yaitu sholat dzuhur, ashar, dan isya. Dispensasi Qoshor tidak bisa diterapkan pada sholat subuh dan maghrib. 

baca juga: BACAAN NIAT SHOLAT IDUL FITRI DAN TATA CARANYA

Lalu untuk Jamak, secara bahasa, kata jama’ (جمع) berarti menggabungkan, menyatukan atau pun mengumpulkan.

Sedangkan secara istilah, shalat jama’ itu adalah melakukan dua shalat fardhu, yaitu Dzhuhur dan Asar, atau Maghrib dan Isya’ secara berurutan pada salah satu waktunya. Jamak terbagi ke dalam dua jenis, yaitu jamak taqdim dan jamak takhir.

Dalam Fiqih Muamalah, keringanan jama disebut sebagai Tahfitul Taqdim, yaitu meringankan dengan mendahulukan waktunya dan Tahfitul Ta’khir, yaitu meringankan dengan mengakhirkan waktunya.

Jamak taqdim adalah sholat yang digabungkan di awal waktu, yaitu sholat zuhur dan ashar dikerjakan di waktu dzuhur. Lalu, sholat maghrib dan isya dikerjakan di waktu maghrib.

Sedangkan, jamak takhir adalah sholat yang digabungkan di akhir waktu, yaitu zuhur dan ashar dikerjakan di waktu ashar. Lalu, maghrib dan isya dikerjakan di waktu Isya.

Kriteria Perjalanan yang Boleh Jama’ dan Qosor Sholat

Tidak semua perjalanan membolehkan kita untuk mengqashar sholat. Inilah kriteria perjalanan agar pejalan atau musafir boleh meringkas rakaat solat, yaitu:

1. Niat

Untuk berstatus musafir, maka seseorang harus berniat serta sengaja untuk melakukan perjalanan jauh. Qoshor yang tidak didahului niat, maka solatnya tidak sah dan secara hukum syariat tidak bisa disebut sebagai musafir.

2. Jarak 

Jarak perjalanan menjadi faktor sholat boleh dilakukan secara jamak dan qosor. Tidak serta merta jalan keluar kota menjadi boleh untuk memperpendek solat, misalnya bepergian dari Jakarta ke Bogor yang sama-sama masih di area Jabodetabek.

Melansir dari Ustadz Ahmad Sarwat dalam Fiqih Sholat Qoshor dan Jamak, ulama sepakat bahwa jarak minimal sepanjang 4 burud yang sama dengan 88,704 kilometer.

Lalu, jarak menjadi indikator utama, bukan jenis kendaraan yang ditumpangi. Meskipun kendaraan saat melakukan perjalanan adalah kendaraan cepat seperti pesawat, apabila jaraknya memenuhi syarat, maka boleh qosor.

3. Perjalanan Tidak untuk Maksiat 

Perjalanan yang dibolehkan qoshor adalah perjalanan yang halal dan diridhai oleh Allah. Sedangkan safar yang hukumnya makruh, Mazhab Al-Hanabilah tetap tidak memperbolehkan, tetapi Mazhab Al-Malikiyah dan As-syafi’iyah memperbolehkan.

4. Melewati Batas Tempat Tinggal 

Mengutip dari pendiri rumah Fiqih, Ustadz Ahmad Sarwat, mengqashar shalat dalam safar itu sudah boleh dilakukan meski belum mencapai jarak yang telah ditetapkan. Asalkan sejak awal niatnya memang akan menempuh jarak sejauh itu.

baca juga: BATAS WAKTU SHOLAT SUBUH DAN HUKUMNYA SAAT BANGUN KESIANGAN

Shalat qashar sudah bisa dimulai ketika musafir itu sudah keluar dari kota atau wilayah tempat tinggal, tetapi belum boleh dilakukan ketika masih di rumahnya.

5. Memiliki Tujuan yang Pasti 

Perjalanan harus memiliki tujuan, bukan tidak tentu arah. Misalnya perjalanan mudik yang mewajibkan keluar kota tempat tinggal untuk bersilaturahmi ke keluarga yang jarang bertemu.

Bacaan Niat Jamak dan Qosor

Qosor adalah upaya meringkas sholat yang semula empat rakaat menjadi dua rakaat. Maka dari itu, sholat yang diperbolehkan hanya zuhur, ashar, dan isya. Ingat, tidak ada maghrib tiga rakaat dipendekkan menjadi dua rakaat serta tidak boleh meringkas sholat subuh!

Pelaksanaan sholat jamak dapat digabungkan dengan qosor. Inilah kumpulan bacaan niatnya!

Bacaan Niat Qosor dan Jamak Taqdim

Sholat dzuhur dan ashar dilakukan di waktu zuhur dengan melakukan zuhur dahulu, kemudian ashar. Pada saat melakukan qashar, maka sholat dzuhur yang diringkas menjadi dua rakaat. Begini niatnya:

Ushallii fardhazh zhuhri rak’ataini qashran majmuu’an ilaihil ‘ashru adaa’an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu zhuhur 2 rakaat, qashar, dengan menjamak ashar kepadanya, karena Allah ta’ala.”

Niat sholat qashar dan jamak ta’khir

Sholat dzuhur dan ashar dilakukan di waktu ashar dengan melakukan ashar terlebih dahulu, kemudian zuhur. Pada saat melakukan qashar pada jamak takhir, maka sholat ashar yang diringkas. Begini bacaan niatnya:

Ushallii fardhal ‘ashri rak’ataini qashran majmuu’an ilazh zhuhri adaa’an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu ashar 2 rakaat, qashar, dengan menjamaknya kepada zhuhur, karena Allah ta’ala.”

Niat Sholat Jamak Taqdim 

Niat sholat jamak taqdim dzuhur dan ashar (dilakukan saat waktu dzuhur)

“Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai sholat dzuhur, langsung dilanjut sholat ashar dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlozh ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al dzuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat ashar 4 rakaat dijama’ dengan dhuhur, fardhu karena Allah Ta’aala.

Niat sholat Jamak Taqdim Maghrib dan Isya’ (dilakukan saat waktu maghrib)

“Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jama’ taqdim, fardu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai sholat maghrib, langsung dilanjut sholat isya’ dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al maghiribi jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat isyak empat rakaat dijamak dengan magrib, dengan jama’ taqdim, fardhu karena Allah Ta’aala.

Niat Sholat Jamak Takhir

Niat sholat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar (dilakukan di waktu ashar)

“Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai sholat dzuhur, langsung dilanjut sholat ashar dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlol ‘ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’azh zhuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku sengaja sholat fardu Ashar 4 rakaat yang dijama’ dengan dhuhur, fardu karena Allah Ta’aala”

Niat sholat Jamak takhir Maghrib dan Isya’ (dilakukan di waktu Isya)

“Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jama’ takhir, fardu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai sholat maghrib, langsung dilanjut sholat isya’ dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al magribi Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat isya’ empat rakaat yang dijama’ dengan magrib, dengan jama’ takhir, fardhu karena Allah Ta’aala.

zakat sebelum mudik

Hati-hati di jalan untuk Sahabat Dompet Dhuafa! Selamat mudik dengan kondisi fisik prima dan hati yang tenang. Agar tidak terburu-buru, yuk tunaikan zakat fitrah di Portal Donasi Dompet Dhuafa. Was wis wus, zakat online bikin luwes, klik tombol di bawah, ya!

 

 

Zakat Sekarang