5 Hal Dibalik Perisitiwa Isra Miraj yang Jarang Kita Ketahui

36018

Peristiwa Isra Miraj adalah kejadian yang luar biasa atau mu’jizat yang diberikan oleh ALLAH SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Terdapat banyak hikmah serta ilmu yang luar biasa bagi orang yang merenunginya.

Peristiwa Isra’ disebutkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1. Sedangkan perisitiwa Mi’raj disebutkan dalam riwayat-riwayat yang shohih diantaranya riwayat yang disebutkan Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam hadis panjang yang menceritakan tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj.

Apa itu Isra Miraj? Mari kita terjemahkan satu persatu, Isra’ adalah berjalan malam hari dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Palestina) dan Mi’raj adalah naik ke langit, hingga ke langit ketujuh dan bahkan hingga ke tempat yang lebih tinggi, yaitu Sidratil Muntaha dan Mustawa.

Isra dan Miraj dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dengan ditemani oleh Malaikat Jibril setahun sebelum beliau Hijrah dari Mekkah ke Madinah, yaitu malam Senin 27 Rajab tahun 621 M.

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui di dalam peristiwa Isra Miraj.

1. Nabi Muhammad SAW Naik ke Atas Langit dengan Ruh dan Badannya

Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh ALLAH SWT hingga ke atas langit dengan badan dan ruhnya. Dan badan nabi Muhammad SAW masih tetap dalam bentuk aslinya, tidak berubah menjadi cahaya.

baca juga : HIKMAH ISRA MIRAJ, AMALAN, DAN CARA MEMPERINGATI saat pandemi

2. Pemahaman Kewajiban Sholat

Perayaan Isra Miraj maknanya adalah mengagungkan dan menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW, karena perayaan Isra Miraj akan selalu mengangkat tema kisah Isra Miraj Nabi, dengan pembahasan panjang lebar dan ditekankan pada pemahaman kewajiban sholat.

Melansir dari NU Online, Syekh Manna’ Al-Qaththan memaparkan kalau ibadah sholat awalnya berjumlah 50 waktu dalam sehari semalam, lalu terjadi negosiasi yang menyebabkan sholat hanya sebanyak 5 waktu. Saking mulianya syafaat Nabi Muhammad di sisi Allah, beliau dapat bernegosiasi terkait jumlah rakaat shalat dalam sehari. Tidak akan pernah ada manusia setelah Nabi Muhammad yang dapat bertindak sejauh itu.

3. Nabi Muhammad SAW Melihat ALLAH SWT dengan Mata Hatinya

Ketika Nabi Muhammad SAW dimi’rajkan oleh ALLAH SWT (diangkat keatas langit ketujuh). Disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW berbicara langsung dengan ALLAH SWT. Namun menurut jumhur ulama bahwa Nabi Muhammad SAW saat itu tidak melihat ALLAH SWT dengan mata kepala beliau, akan tetapi melihat ALLAH SWT dengan mata hatinya.

Baca Juga: DERETAN 8 FAKTA ISTIMEWA MASJID AL-AQSA

4. ALLAH SWT Tidak Butuh Tempat

Nabi Muhammad SAW berbicara dengan ALLAH SWT di atas Mustawa. Namun jangan berangan-angan bahwa ALLAH SWT ada di atas langit sana. Maka yang perlu diketahui bahwa atas mustawa bukan tempat ALLAH SWT, melainkan tempat Nabi Muhammad SAW. Karena ALLAH SWT tidak butuh tempat, maka jangan dikatakan ALLAH SWT di atas. Sebab atas dan bawah merupakan ciptaan ALLAH SWT.

5. Nabi Muhammad SAW Bertemu Para Nabi dan Rasul

Nabi Muhammad SAW dalam keadaan hidup bertemu dengan para Nabi dan Rasul yang telah meninggal dunia dan berdialog. Itu adalah mukjizat dan yang dipahami para ulama bahwa orang yang hidup saat ini bisa saja bertemu dengan Nabi Muhammad SAW sebagai karomah yang diberikan oleh ALLAH SWT terhadap orang tersebut. Akan tetapi yang perlu diperhatikan bahwa berdusta atas nama Nabi Muhammad SAW adalah dosa besar dan ancamannya adalah neraka jahannam.

Orang yang mengaku bertemu Nabi Muhammad SAW atau bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW dengan dusta, maka tempatnya adalah neraka Jahannam.

Baca Juga: SEJARAH TAHUN BARU ISLAM, PERISTIWA HIJRAHNYA NABI MUHAMMAD SAW

Semoga ALLAH SWT mempertemukan kita dengan pujaan hati kita Nabi Muhammad SAW di lahir dan batin kita di dunia, di alam barzah, di padang makhsyar dan di surga ALLAH SWT. Aamiin.

Nabi Muhammad SAW Suri Tauladan Bagi Umat di Dunia

Nabi Muhammad SAW telah diutus oleh ALLAH SWT sebagai seorang rasul dan pemimpin bagi umat Islam. Rasulullah SAW memiliki segala keistimewaan dan berbagai rahmat untuk menuntun umat menuju jalan lurus yang diberkahi oleh ALLAH SWT. Kebaikannya yang mengharukan diiringi dengan akhlak yang mulia, sehingga menjadi suri tauladan bagi umat di dunia.

(MI-Banahsan)

Sumber : buyayahya.org, alfachriyah.org, NU Online

 

Zakat Sekarang