23 August 2019

Hukum Menshalatkan Jenazah

Hukum Menshalatkan Jenazah

Banyak sekali permasalahan yang berhubungan dengan hukum menshalatkan jenazah. Beberapa diantaranya ketika jenazah tersebut adalah seseorang yang munafik atau seseorang yang sering dibenci oleh orang sekitarnya dan masih banyak lagi.

Jika seseorang telah diambil ruhnya oleh Allah SWT, maka ia sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Barang yang dibawa orang yang telah meninggal hanya tinggal amal ibadahnya saja yang nanti akan dihisab oleh para malaikat. Sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Baca Juga: Orang-orang yang Berhak Menerima Sedekah

Nah, tak terbayangkan bukan jika kita hanya punya sedekah yang sedikit atau ilmu yang tidak banyak bahkan tidak ada siapapun yang bisa mendoakan kita setelah meninggal? Tentunya sangat menyeramkan ditambah menakutkan karena tak ada orang yang akan menemani kita di alam kubur, bahkan orang tua kita sekalipun.

Dilansir dari islami.co, Abul-Laits dalam kitabnya Tanbihul Ghofilin berkata,

“Siapa yang ingin selamat dari siksa kubur maka harus menjaga empat dan meninggalkan empat (yaitu menjaga shalat lima waktu, memperbanyak sedekah, banyak membaca Al-Quran, dan memperbanyak bertasbih).”

Hukum Wajib Menshalatkan Jenazah

Meninggal adalah ketentuan yang telah Allah SWT tuliskan sesuai dengan waktunya. Bagaimana kita meninggal pun masih menjadi misteri karena yang bisa lakukan hanyalah berdoa kepada Allah SWT untuk dimudahkan bagaimana kita telah tiada nantinya.

Meninggal juga akan dirasakan setiap makhluk-Nya. Baik hewan kecil seperti semut bahkan kita sendiri yang telah disebutkan dalam Al Quran sebagai makhluk yang sempurna. Itulah mengapa ada 6 (enam) hak seorang muslim ataupun muslimah yang wajib kita ketahui seperti Sabda Rasulullah SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2162]

Melihat hadis tersebut, dapat kita lihat bahwa jika ada seseorang yang meninggal dunia, kita diwajibkan untuk mengiringinya sampai ke liang kubur. Apalagi jika jenazah tersebut adalah saudara kita sendiri. Seperti Sabda Rasullullah dalam Hadis Bukhori:

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Artinya: “Tidaklah beriman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari, no. 13 dan Muslim, no. 45; dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu).

Tak Mampu Bayar Biaya Antar Kota, Jenazah Pulang dengan Motor

Dilansir dari kompas.com, seorang jenazah yang berinisial HPH terpaksa dipulangkan ke kampung halamannya dengan bermodalkan sepeda motor dan keranjang rajut seadanya. Hal ini terpaksa dilakukan oleh keluarga lantaran mereka tak punya biaya untuk mengantar saudaranya untuk kembali pulang.

Baca Juga: Program Barzah, Saat Jenazah Juga Harus Diperhatikan

Tak hanya dalam satu kasus itu saja. Masih banyak kasus-kasus jenazah yang pulang dengan kendaraan seadanya bahkan sampai dengan kendaraan umum. Apakah mereka pantas dibiarkan begitu saja tanpa ada uluran tangan sekalipun?

Mobil Jenazah Gratis untuk Dhuafa

Dompet Dhuafa sebagai salah satu yayasan yang mengedepankan Dhuafa mempunyai program “Pengadaan Mobil Barzah khusus Dhuafa”. Dengan program ini, para Dhuafa diharapkan dapat menggunakan fasilitas mobil pengantar jenazah secara GRATIS baik dari pengurusan jenazah di rumah sakit sampai dengan pemulangan jenazah sampai dengan liang kubur.

Zakat Sekarang
Bagikan :

Konsultasi ZISWAF

Foto Ustadz Zul Ashfi DD

Pertanyaan:  Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh Saya ingin bertanya tentang zakat harta warisan. Saya seorang ibu dari 3 anak (2 anak laki-laki dan 1…

Download PDF Panduan Zakat

Download Panduan Zakat

Informasi lengkap dan praktis untuk mempelajari zakat secara komprehensif.

Download Panduan Zakat di sini !
Kalkulator zakat

Kalkulator Zakat

Program yang akan membantu menentukan jumlah besaran Zakat yang akan Anda tunaikan.

Hitung Zakat Anda di sini !