Sebagai seorang hamba, kita akan terus menghadapi ujian demi ujian yang diberikan-Nya sebagai tantangan meningkatkan derajat keimanan. Di tengah perjalanan menghadapi ujian inilah, istighfar menjadi salah satu amalan dan “teman” terbaik . Tidak hanya untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, istighfar juga sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih ketenangan jiwa. Allah menjanjikan berbagai keutamaan bagi mereka yang senantiasa beristighfar. Lalu apa saja keutamaan istighfar? Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang bagaimana istighfar dapat membawa manfaat dalam hidup kita.
Daftar Isi
Apa itu Istighfar?
Menurut kamus Al-Munawwir, istighfar dimaknai dengan mengampuni, menutupi, memperbaiki, dan mendoakan. Sedangkan menurut Imam Ar-Raghib Al-Asfahani dalam kitabnya Mufradat li Alfadh Al-Qur’an, istighfar diartikan sebagai permintaan atau permohonan ampun kepada Allah SWT yang diwujudkan dalam ucapan dan perbuatan.
Secara umum menurut ajaran islam istighfar adalah kalimat yang secara khusus ditujukan untuk meminta maaf atas kesalahan atau aturan yang dilanggar seorang manusia kepada sang pencipta, yaitu Allah subhanallahu wata’ala. Dengan memohon ampun dan mengucapkan “astagfirullahaladzim” dengan ikhlas dan penuh penghambaan, harapannya Allah akan mengampuni.
Allah Swt berfirman dalam hal ini:
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا.
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, (tetapi) kemudian memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. an-Nisa`: 110)
Beristighfarlah karena manusia diciptakan tidak sempurna yang tidak luput dari kesalahan dan dosa. Bahkan Rasulullah SAW manusia yang diciptakan sempurna dan sudah dijamin masuk surga juga mengamalkan istighfar tidak kurang dari 70x dalam sehari, Rasulullah pun gemar bertaubat kepada Allah.
Allah SWT berjanji bagi umatnya yang senantiasa beristighfar
وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ
“Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).” (Q.S. Hud: 3)
Kenapa Harus Beristighfar?
Beristighfarlah karena manusia diciptakan tidak sempurna yang tidak luput dari kesalahan dan dosa. Bahkan Rasulullah SAW manusia yang diciptakan sempurna dan sudah dijamin masuk surga juga mengamalkan istighfar tidak kurang dari 70x dalam sehari, Rasulullah pun gemar bertaubat kepada Allah.
Allah SWT berjanji bagi umatnya yang senantiasa beristighfar
وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ
“Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).” (Q.S. Hud :3)
Baca juga : Taubat Nasuha sebagai Ikhtiar menjadi Pribadi yang Kembali Suci
Keutamaan Istighfar
Selain sebagai bentuk permohonan ampun, istighfar juga memiliki beberapa keutamaan yang wajib kita ketahui. Berikut 7 keutamaan istighfar yang wajib umat muslim ketahui.
-
Dicintai Allah
Dalam surat Al Baqarah ayat 222, Allah berfirman.
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya, Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencinta orang-orang yang menyucikan diri.”
Dari ayat ini kita bisa menyimpulkan bahwa, Allah menyukai hambaNya yang suka bertaubat, karena dari bertaubat itu artinya menyadari bahwasannya kita adalah manusia biasa yg tidak luput dari dosa. Dan taubat sendiri selain memohon ampun kepada Allah juga upaya membentuk bonding dengan sang pencipta.
-
Obat dari Segala Penyakit
Imam Qatadah berkata, “Al Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.”
Yang artinya adalah dosa dan penyakit hati adalah sumber penyakit, maka istighfar adalah obat. Selain mendapat pahala, memperbanyak istighfar pun bisa memberikan manfaat kesehatan terlebih pada otak manusia. dr Aisyah Dahlan menjelaskan dalam huruf Arab, Istighfar memiliki banyak huruf jahr atau huruf yang saat kita melafadzkan harus menahan nafas bersamanya. Ini sama seperti kalimat tahlil atau Lailahaillah.
-
Melapangkan Hati
مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah).
Dari rasa sedih yang mendalam ketika kita mengucapkan istighfar dengan penuh keikhlasan, maka secara tidak langsung kita telah merelakan hidup kita diatur oleh Allah, dengan hati yang pasrah, percaya pada sang pencipta, maka tubuh lebih rileks. Allah pun akan memberikan rezeki dari arah yang tak terduga ketika hambaNya percaya dan ikhlas terhadap apapun yg menjadi ketetapan.
-
Tolak Bala atau Terhindar dari Bencana dan Azab
Dengan kita sering bertaubat, mengingat Allah dan melafalkan istigfar dalam setiap helaan nafas, maka Allah akan melindungi hambaNya dari segala marabahaya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal:ۚ وَ مَا کَانَ اللّٰہُ مُعَذِّبَهمۡ وَهمۡ یَسۡتَغۡفِرُوۡنَ
Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. (Al Anfal:33)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu’ Al Fatawa berkata :فَأَخْبَرَ سُبْحَانَهُ أَنَّهُ لَا يُعـَذِّبُ مُسْتَغـْفِرًا؛ لِأَنَّ الِاسْتِغـْفَارَ يَمْحـُو الـذَّنْبَ الَّـذِي هـُوَ سَبَبُ الْـعَذَابِ، فَيَنْدَفِـعُ الْـعَذَابُ
“Allah SWT mengabarkan, bahwa Dia tidak akan mengazab orang yang beristighfar (memohon ampun dari dosa). Karena istighfar itu akan menghapus dosa yang dosa itu sendiri merupakan penyebab datangnya adzab, sehingga adzab itupun sirna dengan cepat.”
Baca Juga: Sedekah Dapat Menjadi Wasilah Penolak Bala
-
Membuat Setan Kecewa dan Putus Asa
Setan membenci manusia yang suka bertaubat kepada Allah, karena dari sini mereka sulit menemukan celah untuk menghasut dan menggoda manusia.
-
Penyelamat dari Siksa Kubur dan Api Neraka
Ketika istighfar menjadi kebiasaan hidup, terucap dalam setiap helaan nafas dengan penuh keikhlasan, maka Allah pun akan menggugurkan dosa-dosanya.
-
Sunnah Rasulullah dan Sebagai Perlancar Rezeki
Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (H.R Ahmad dari Ibnu Abas dan sanadnya dinilai sahih oleh Al-Hakim serta Ahmad Syakir).
Ketika kita mengikuti sunnah Rasulullah akan memeroleh rahmat dari Allah swt. Karena orang-orang yang mencontoh Rasulullah saw adalah orang-orang yang berbuat baik yang tak hanya mencintai Allah namun juga kekasih-Nya. Istighfar juga menjadi jalan rezeki datang yang tidak kita duga.
Kisah Dahsyatnya Istighfar
Keutamaan istighfar dialami oleh seorang tukang Roti pada zaman Imam Ahmad bin Hanbal. Diriwayatkan suatu ketika beliau ingin jalan-jalan ke wilayah syam, meskipun Damaskus dan Syam itu jaraknya jauh, beliau tetap melanjutkan perjalanan. Tiba waktu sholat, beliau berhenti di sholat di masjid. Begitu sudah isya’ Imam Ahmad masih di dalam masjid, lalu datanglah marbot masjid yang mengatakan bahwa masjidnya akan ditutup.
Imam Ahmad ini tidak diijinkan tidur di masjid meskipun sedang musafir, maka si penjual roti datang memberi penawaran untuk bermalam di rumahnya. Begitu masuk rumah si tukang roti, Imam Ahmad terkejut, karena si penjual roti ini gemar beristighfar sambil membuat adonan roti terjadilah percakapan diantara mereka berdua
Imam Ahmad : “Bagus sekali bacaan yang kamu lafalkan itu”
Si tukang roti menjawab dengan penuh haru “masyaallah syaikh, semoga keinginan saya dikabulkan semua”
Imam Ahmad lantas bertanya: “Apa keinginanmu yang belum terwujud?”
Si tukang roti menjawab : “Ingin bertemu syaikh Imam Ahmad bin Hanbal dari Damaskus.
Lalu syaikh tersebut menjawab
“Masyaallah ternyata istighfarmu ini yang telah berhasil menuntun aku ke sini”
Bacaan Istighfar Penggugur Dosa
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أَتُوبُ إِلَيْه
Astaghfirullahal’adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”
Baca Juga : Bermuhasabahlah sebagai Bentuk Refleksi dan Evaluasi Diri
Sayyidul Istighfar (Istighfar yang Paling Utama)
Selain bacaan istighfar diatas yang sering kita baca setiap selesai shalat, terdapat bacaan istighfar yang lebih diutamakan oleh Rasulullah. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu anhu dari Nabi Sallallahu Alaihi wasallam, beliau bersabda :
Apabila seseorang mengucapkan doa itu ketika ia memasuki waktu sore, lalu ia mati, maka ia masuk surga. Dan apabila ia mengucapkannya ketika memasuki waktu pagi, lalu ia mati pada hari itu, maka ia masuk surga.
Dinamakan Sayyidul Istighfar, karena mencakup pengakuan dan pengajuan alasan, permintaan ampun, pernyataan taubat dan tauhid (mengesakan Allah) maka ketika seorang hamba tekun dalam membaca Sayyidul Istighfar bisa menjadi penuntun husnul khatimah.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta rabbi laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika. Mastatha’tu a’uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu u laka bini’ matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.” (HR. Bukhari).
Baca Juga : 10 Keutamaan Sedekah Dapat Menjadi Jalan Ampunan
Ketika manusia menyadari bahwa kita tidak luput dari dosa, maka istighfar adalah cara jitu mengambil hati Allah agar dosa kita diampuni sekaligus membuat Allah cinta kepada hamba-Nya. Selain mengamalkan kebiasaan istighfar, jangan lupa bahwa Allah pun mencintai hamba-Nya yang gemar bersedekah. Sembari terus meminta ampun atas segala kesalahan dan dosa, kita juga dapat memaksimalkan permohonan ampun dengan melakukan amalan kebaikan lainnya seperti bersedekah dan berwakaf agar amalan kita terus mengalir tanpa henti. Mari maksimalkan amalan kebaikan dengan memulai kebiasaan baik, sedekah di waktu terbaik bersama Dompet Dhuafa. Raih keberkahan harian dengan sedekah terbaikmu. (Uth/Fip)