28 March 2019

Amalan Utama di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

10 Terakhir Bulan Ramadhan

Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan. Dikutip dari Abdul Manan dalam bukunya Kesempurnaan Ibadah Ramadhan menyebutkan bahwa bulan ini memiliki nama yang banyak, dengan arti yang sama-sama mulia. Disebut sebagai syahrullah karena Allah menyandarkan puasa pada diri-Nya. Disebut Syahrul Qur’an karena di dalamnya diturunkan Al-Quran. disebut Syahrus Siyam karena di bulan ini dilatih diri untuk melaksanakan ibadah yang Allah sandarkan kepada diri-Nya bagi yang berpuasa. Syahrul Rahmah  karena di bulan ini, Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Kemuliaan bulan ini berlanjut hingga di 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan.

10 hari terakhir bulan ramadhan sering disebut juga dengan malam Lailatul Qadar. Malam ini disebutkan dalam Al-Quran lebih baik dari malam seribu bulan. Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Quran menegaskan  bahwa lailatul qadar merupakan malam yang mulia, yang bila diraih maka ia akan menetapkan masa depan umat manusia. Pada malam itu para malaikat turun ke bumi membawa ketenangan dan kedamaian.

Baca Juga: Doa Puasa Ramadhan: Doa Niat Puasa dan Doa Buka Puasa untuk Bulan Ramadhan

Dalam artikel ini, akan dijelaskan amalan-amalan utama yang patut dikerjakan ketika 10 hari terakhir di bulan ramadhan. Menurut Syekh Zainuddin Al-Malibari, penulis Fathul Baari menyebut ada tiga amalan yang mesti diamalkan. Pertama memperbanyak sedekah, kedua memperbanyak membaca Al-Quran dan ketiga memperbanyak i’tikaf di masjid.

Memperbanyak Sedekah

10 Terakhir Bulan Ramadhan

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Maka, orang yang bersedekah merupakan orang yang benar pengakuan imannya. Sedangkan menurut syariat, sedekah hampir sama dengan infaq yaitu mengeluarkan harta untuk kepentingan sesuatu. Dalam pengertian ini, sedekah lebih luas cakupannya karena tidak terbatas pada barang materi saja. Namun juga non-materi seperti amar ma’ruf nahi munkar.

Dalam 10 hari terakhir ramadhan, sedekah merupakan amalan yang utama. Karena keutamaan ini tidak hanya didapatkan oleh orang yang bersedekah, namun dinikmati juga oleh orang yang menerimanya. Hal ini menggambarkan bahwa sedekah tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah namun juga mendekatkan hubungan baik kepada sesama. Maka tak heran jika di hari-hari itu setiap orang berlomba-lomba untuk menghidangkan makanan dan minuman untuk sahur dan berbuka puasa, memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan memberikan sedekah untuk kegiatan keagamaan  lainnya.

Sebagian ulama menyebutkan bahwa keutamaan sedekah ini tidak hanya di 10 hari terakhir ramadhan. Melainkan keseluruhan setiap harinya meskipun sedekah itu nominalnya sedikit. Karena yang lebih utama dari sedekah bukanlah jumlah nominalnya, melainkan keistiqamahannya.

Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Quran termasuk amalan yang utama saat 10 hari terakhir di bulan ramadhan. Pada bulan inilah nuzulul Qur’an diperingati. Peringatan seperti ini biasa disambut oleh umat muslim untuk tadarus bersama, kajian Al-Quran, khataman bin-nadhar (khataman Al-Quran dengan membaca Al-Quran menggunakan mushaf), hingga khataman bil-ghaib (khataman Al-Quran tanpa menggunakan mushaf yang biasa dilakukan oleh para huffadz).

Membaca Al-Quran menurut Rasulullah, sebagai upaya untuk berbincang dan berkomunikasi kepada Allah SWT. Selain itu, membaca Al-Quran juga akan mendapatkan berbagai keistimewaan. Seperti hidup lebih bahagia, selamat dari hisab di hari mahsyar, mendapat naungan (rahmat) Allah di hari pembalasan, dan mendapatkan petunjuk sehingga tidak akan tersesat.

Baca Juga: 5 Makanan Sehat dan Ideal untuk Buka Puasa

Menurut Imam Nawawi, membaca Al-Quran di 10 hari terakhir ramadhan lebih utama dilakukan setelah shalat subuh. Sedangkan menurut Abu Bakar Syatha lebih utama dilakukan ketika malam hari, karena lebih fokus.(nu.or.id).

Memperbanyak I’tikaf di Masjid

I’tikaf artinya berdiam di dalam masjid dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurut berbagai riwayat hadis, Rasulullah selalu rutin beri’tikaf di 10 hari terakhir bulan ramadhan.  Bahkan sebelum wafatnya, Rasulullah beri’tikaf selama 20 hari seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah. Pelaksanaan i’tikaf ini, tidak bisa dipisahkan dari momentum pencarian lailatu qadar. I’tikaf seperti ini harus dilakukan di masjid sebagai wujud syiar agama Allah.

Lantas, apa saja yang perlu dilakukan saat beri’tikaf? Untuk menggapai kemuliaan 10 hari terakhir bulan ramadhan ini, i’tikaf tidak hanya serta-merta berdiam saja tanpa melakukan apapun. Sesuai dengan tujuan i’tikaf untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,  maka orang beri’tikaf seyogyanya mengisi amal ibadah. Amalan-amalan seperti shalat sunnat, membaca Al-Qur’an, bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, istighfar, shalawat Nabi, serta memperbanyak do’a dan tafakkur harus menjadi pelengkap i’tikaf.

Baca Juga: Ingin Doa Cepat Terkabul? Baca Doa Ini Setelah Shalat Sunnah Tahajud dan Dhuha

Selain itu, dapat juga dilakukan dengan amalan kebajikan lainnya, seperti; mempelajari tafsir, hadits, dan atau ilmu-ilmu agama Islam lainnya, serta menghindari segala hal yang tidak ada manfaatnya.

Ketiga amalan tadi merupakan upaya untuk menggapai keridhaan Allah melalui perantara 10 hari terakhir di bulan ramadhan.  Semoga, kita semua di bulan suci ramadhan kali ini bisa menggapai malam lailatul qadar dan bisa terus berbuat kebaikan. Amiiiiiin (Zainal Abidin)

Zakat Sekarang
Bagikan :

Konsultasi ZISWAF

Foto Ustadz Zul Ashfi DD

Pertanyaan:  Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh Saya ingin bertanya tentang zakat harta warisan. Saya seorang ibu dari 3 anak (2 anak laki-laki dan 1…

Download PDF Panduan Zakat

Download Panduan Zakat

Informasi lengkap dan praktis untuk mempelajari zakat secara komprehensif.

Download Panduan Zakat di sini !
Kalkulator zakat

Kalkulator Zakat

Program yang akan membantu menentukan jumlah besaran Zakat yang akan Anda tunaikan.

Hitung Zakat Anda di sini !