Itikaf: Keutamaan, Rukun, dan Cara untuk Pekerja Saat Pandemi

224

Keutamaan, rukun, tata cara itikaf saat pandemi untuk pekerja

Bagaimana puasa Ramadhan tahun ini? Semoga kita semua bukan termasuk orang-orang yang menyesal karena menyia-nyiakan kesempatan beribadah di bulan yang sangat mulia ini. Pada 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk kejar pahala i’tikaf atau qiyamul lail jika ingin mendapatkan pahala yang paling baik dari seribu bulan. Supaya efektif, Sahabat harus kenal keutamaan, rukun dan cara itikaf terlebih dahulu.

Gravitasi kasur sudah pasti lebih enak dibandingkan masjid. Tertidur lelap pasti lebih puas dibandingkan terjaga semalaman dengan zikir kepada Allah dan menamatkan bacaan Al-Qur’an. Padahal, Allah sedang obral pahala besar-besaran untuk para hamba-Nya yang senantiasa mencari keberkahan, namun sayang sekali Sahabat tidak tergoda ganjaran tersebut.

Keutamaan I’Tikaf: Hapus Dosa Masa Lalu

Itikaf menghapus dosa masa lalu dengan mengharapkan ampunan
I’tikaf menghapus dosa masa lalu dengan mengharapkan ampunan (Sumber: envato.com by Garakta Studio)

Melansir dari Youtube Dompet Dhuafa, Ustadz Herman Budianto menjelaskan keutamaan i’tikaf sebagai bentuk berdiam diri semalaman atau qiyamul lail. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW menjelaskan  tentang keutamaan I’tikaf, yaitu:

Man qoma romadhona imanan wahtisaban ghofiro lahu ma taqoddama min dzambihi.

Artinya: barangsiapa menghidupkan Ramadhan dengan melakukan qiyamul lail (i’tikaf) dengan rasa iman dan takwa, maka diampuni dosanya yang telah lalu.

baca juga: 10 HARI TERAKHIR BULAN RAmaDHAN 

Para ulama mensyarahkan hadis ini yang dimaksud dengan qiyam adalah melakukan itikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan dan di akhir-akhir hayat Rasulullah SAW melakukan i’tikaf pada 20 hari sebelum Ramadhan berakhir.

Rukun I’Tikaf

Rukun I'tikaf berdiam diri di masjid
Salah satu rukun I’tikaf berdiam diri di masjid (sumber: envato.com by piccaya)

I’tikaf memiliki 4 rukun yang terdiri sebagai berikut:

  1. Niat. Menurut pendapat ulama, seorang yang melaksanakan i’tikaf harus menyebutkan status fardu i’tikafnya apabila ibadahnya dinadzarkan. I’tikaf yang diniatkan menjadi wajib, baik ditentukan lamanya maupun tidak.
  2. Berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah shalat.
  3. Masjid.
  4. Orang yang beriktikaf. Syarat orang yang beriktikaf adalah beragama Islam, berakal sehat, dan bebas dari hadas besar. I’tikaf menjadi tidak sah apabila tidak memenuhi syarat tersebut.

Tips Itikaf untuk Pekerja

Adanya tren Work From Home (WFH) seharusnya membuat Sahabat tertata dalam menyusun prioritas ibadah karena lebih leluasa mengatur jadwal pribadi untuk jemput rezeki dan ibadah. Video singkat berikut dapat membuat Sahabat terbayang cara mengatur i’tikaf di tengah kesibukan saat pandemi ini:

Qiyamul lail yang disebut i’tikaf merupakan sunnah yang tidak boleh kita lewatkan. Bagi para pekerja mungkin merasa sulit untuk i’tikaf karena harus bekerja lagi di pagi hari. Akan tetapi, kesempatan ini hanya datang setahun sekali, jadi patut Sahabat coba.

Kalau kita bisa cuti, maka ambilah cuti untuk itikaf. Jika tidak bisa cuti sama sekali, maka cobalah beritikaf usai pulang kerja, bersih-bersih dan tarawih, lalu kita diam di masjid. Kemudian, gunakan waktu usai Salat Subuh untuk istirahat sejenak sebelum bekerja.

Hukum dan Tata Cara Itikaf di Rumah Saat Pandemi 

cara itikaf di rumah saat pandemi
cara itikaf di rumah saat pandemi: sediakan ruang salat (Sumber: envato.com by twenty20photos)

Ramadhan kali ini masih berada di situasi pandemi, meskipun kebiasaan sebelum wabah berangsur sudah bisa dilakukan. Akan tetapi, bukan berarti kita lengah untuk menjaga diri dan sekitarnya.

Berdiam diri di masjid merupakan syarat itikaf, namun seringkali kekhawatiran muncul akibat efek pandemi yang berkepanjangan. Melansir dari laman NU Online, dalam kondisi yang serba terbatas ini, kita perlu mengutamakan keselamatan diri sendiri sebagai bentuk tanggung jawab kepada orang lain dengan cukup i’tikaf di ruang salat rumah masing-masing.

Imam Abu Hanifah memandang bahwa melaksanakan ibadah i’tikaf di ruangan dalam rumah yang dikhususkan untuk salat, maka hukumnya boleh dan sah bagi perempuan. Lalu, madzhab ulama Syafi’i memperbolehkan laki – laki i’tikaf di rumah dan ibadahnya sah. Madzhab tersebut berdasarkan pemikiran bahwa jika salat sunah saja yang paling utama dilakukan di rumah, maka iktikaf di rumah semestinya bisa dilakukan.

Sahabat harus membuat ruangan khusus salat di rumah dengan suasana hening dan tidak keluar ruangan, kecuali keadaan tertentu, seperti pergi ke toilet. Layaknya di masjid, Sahabat harus menjaga itikaf agar tidak batal.

Itulah keutamaan, rukun, hingga cara itikaf di saat pandemi. Gunakan waktu sebanyak apapun untuk senantiasa beribadah kepada Allah di bulan mulia ini.

Jangan lupa juga dengan kewajiban Sahabat untuk menunaikan zakat fitrah sebelum Ramadhan berakhir. Sempurnakan i’tikaf Anda sambil zakat fitrah pada waktu terbaik di Portal Donasi Dompet Dhuafa, mudah dan amanah. Tenangkan hati dengan zakat fitrah lebih awal. 

Zakat Sekarang