Asmah Sang Ibu Tangguh

26

Asmah Sang Ibu Tangguh

DEPOK- Demi menunjang pendidikan yang sedang ditempuh kedua buah hatinya, membuat Asmah (44) pantang menyerah dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sang suami yang telah meninggal dunia sejak 7 tahun silam karena menderita penyakit asma, kini membuatnya harus menjalani kehidupan menjadi orang tua tunggal bagi anak-anaknya.

Hari demi hari kian terasa berat dirasakan perempuan yang telah menyandang status janda itu. Untuk bertahan hidup, Asmah yang tinggal di jalan Pitara Desa Wadas, Depok, Jawa Barat ini rela membersihkan makam yang menjadi mata pencahariannya sehari-hari. Asmah sudah terbiasa dengan pekerjaannya yang tak tentu itu. Jika ada panggilan pekerjaan untuk membersihkan makam, Asmah bekerja mulai dari pagi hingga sore hari di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Depok.

“Bersyukur saja, karena masih ada pekerjaan untuk saya. Kata ustad, membersihkan makam juga kerja yang ada nilai ibadahnya,” terangnya.

Menjadi tukang membersihkan makam telah digeluti Asmah hampir 10 tahun lamanya. Semenjak sang suami jatuh sakit, Asmah sudah menekuni pekerjaan tersebut. Sebagai tukang membersihkan makam, yang biasa ia kerjakan seperti membersihkan makam yang ditumbuhi rerumputan, membetulkan makam jika terjadi kerusakan seperti makam yang jebol dikarenakan erosi makam.

Sekali membersihkan makam, ia diberikan upah oleh keluarga yang ditinggalkan hanya sebesar Rp 5.000. Jika ia harus membetulkan makam yang rusak dihargai hanya sebesar Rp. 20.000. Peralatan yang dipakai merupakan pinjaman dari tetangganya, yang terkadang disewanya. Hal itu ia lakukan semata agar bisa melanjutkan pendidikan anak-anaknya. Hal yang ia inginkan agar anak-anaknya tidak mempunyai nasib sama sepertinya. Ibu yang tangguh ini rela mengerjakan pekerjaannya demi menunjang pendidikan anak-anaknya.

Semangat dan kegigihan Asma seolah terdengar, hal itu mengundang Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa tergerak untuk membantu ‘Ibu Tangguh’ ini mewujudkan harapannya. Dalam program Ibu Tangguh yang dijalankan, LPM Dompet Dhuafa konsisten setiap bulan membiayai pendidikan kedua buah hati Asmah sebesar Rp 500.000.

“Alhamdulillah, Dompet Dhuafa telah membantu saya untuk biaya pendidikan anak saya, dan saya sangat bersyukur sekali,” ucapnya syukur. (uyang/gie)

Sumber: dompetdhuafa.org