Menangis Setelah Bayar Zakat

67

Menangis Setelah Bayar Zakat

Menangis Setelah Bayar Zakat – Seperti biasa,  saya bertugas melayani muzzaki yang ingin menunaikan ZISWAF melalui Dompet Dhuafa di Tip Top Ciputat. Suasana riuh ramai pengunjung swalayan sudah biasa bagi saya, apalagi saat week end dan di akhir bulan.

Suatu hari, ada seorang ibu yang berjalan dari arah cashier menghampir booth Dompet Dhuafa. Saya segera menyapanya dengan seramah mungkin sambil memberikan senyum. Ibu itu pun segera membalas dengan senyum dan bertanya ” Ini jualan apa mba? ” saya pun langsung menjawabnya ”  Maaf ibu..ini bukan jualan ibu..tapi kami mengajak orang-orang untuk menunaikan zakat ibu..”

Kemudian ibu tersebut mulai bertanya tentang apa itu zakat dan bagaimana cara membayarnya. Ia ingin  diberikan contoh cara menghitung zakat penghasilan 1 juta, 5 juta lalu 10 juta dan seterusnya. Kemudian ibu itu minta dihitungkan lagi dengan jumlah 1 milyar berapa zakatnya. Mendengar pertanyaan tersebut, sempat terlintas di pikiran apakah ibu ini hanya ingin mengetes saja? Setelah mendapatkan jawaban, ibu tersebut mengucapkan terima kasih dan pamit untuk pergi.

Pada saat saya membagikan brosur, tiba-tiba saya melihat ibu tersebut ternyata masih di dalam swalayan, dia berdiri tak jauh dari booth kami.

Saat saya sedang asyik membagikan brosur, datanglah seorang ibu muda yang akan membayar zakat. Seperti biasa, saya layani ibu tersebut hingga transaksi selesai dan diakhiri dengan membacakan doa untuk donatur yang sudah berdonasi.

Setelah selesai berdoa, saya melihat ibu yang pertama tadi nampaknya memperhatikan saya melayani pembayaran zakat. Tak lama setelah itu, ibu tersebut datang kembali menghampir kami dan langsung mengutarakan ingin membayar zakat. Dan akhirnya ibu itu pun mantap untuk membayar zakat sebesar 5 juta.

Kenapa Ibu tersebut Menangis Setelah Bayar Zakat ?

Setelah saya selesai menghitung, saya lalu meminta izin kepada beliau untuk membacakan doa. Saat doa tersebut saya bacakan, tiba-tiba saya melihat ibu tersebut menangis seraya terdengar suara lirih mengaminikan doa saya. Melihat hal tersebut, saya pun ikut menangis karena terharu dan salut kepada beliau. Mungkin ini adalah pengalaman pertama beliau didoakan setelah berzakat. Rupanya Ibu tersebut terharu setelah membayar zakat di dompet dhuafa.

Oleh karenanya, saya selalu berhidmat saat mendoakan donatur. Bahagia rasanya melihat donatur yang turut merasakan nikmatnya menunaikan ZISWAF.

-Aisyah-

Zakat Sekarang