Panduan Cara Mengisi SPT untuk Pajak Pribadi

646
Cara Mengisi SPT
Sumber: hestanto.web.id

Sahabat punya NPWP? Alhamdulillah, Sahabat telah menunjukkan bahwa kita adalah orang yang bertanggung jawab dengan negara. Karena mempunyai NPWP berarti juga mempunyai kewajiban untuk membayar pajak setiap tahunnya.

Pengertian Surat Wajib Pajak SPT

Jika berbicara tentang pajak, pasti Sahabat kenal dengan SPT atau Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). SPT ini merupakan surat wajib pajak yang digunakan dalam perhitungan pajak, penghasilan, harta, objek, dan kewajiban lainnya.

Sesuai dengan nama suratnya, SPT harus disampaikan setiap tahunnya dengan batas akhir pengumpulan SPT adalah 31 Maret. Surat wajib ini juga diberlakukan baik untuk individu maupun badan. Sebelum tanggal 31 Maret, sudahkah Sahabat mempersiapkan dokumen-dokumen untuk mengisi SPT ini?

Pilih Jenis SPT yang Sesuai dengan Status Kerja

Pegawai negeri maupun swasta ternyata dibedakan jenis SPT nya. Berikut jenis SPT sesuai dengan penghasilan dan jenis pekerjaannya.

  1. Untuk penghasilan kurang dari Rp 60 juta / tahun

Bagi Sahabat yang mempunyai penghasilan kurang dari Rp 60 juta / tahun dapat mengisi SPT dengan jenis:

  • SPT 1770 SS bagi Pegawai / Karyawan
  • SPT 1770 bagi Pegawai dan penghasilan lain
  • SPT 1770 bagi yang bukan Pegawai (untuk pebisnis atau pekerjaan bebas)
  1. Untuk Penghasilan lebih dari Rp 60 juta / bulan

Bagi Sahabat yang mempunyai penghasilan lebih dari Rp 60 juta / tahun dapat mengisi SPT dengan jenis:

  • SPT 1770 S bagi Pegawai / Karyawan
  • SPT 1770 bagi Pegawai dan penghasilan lain
  • SPT 1770 bagi yang bukan Pegawai (untuk pebisnis atau pekerjaan bebas)

Sudah menemukan Jenis SPT yang cocok? Seluruh formulir ini dapat Sahabat download di link http://www.pajak.go.id/formulir-perpajakan

Persiapan Dokumen Sebelum Mengisi SPT

Seperti mengisi formulir pada umumnya, Sahabat juga perlu menyiapkan dokumen-dokumen berikut ini:

  • Formulir 1721 A1 atau A2

Formulir 1721 A1 atau A2 ini bisa Sahabat dapatkan dari orang yang memperkerjakan kita. Setelah selesai, data formulir ini dilaporkan untuk mengakses portal e-Filing di DJP Online.

  • EFIN

EFIN (Electronic Filing Identification Number) adalah nomor identifikasi pajak yang diperlukan untuk melakukan e-Filing atau laporan pajak online. Untuk mendapatkan ini, Sahabat bisa unduh formulir EFIN pada link http://www.pajak.go.id/content/formulir/16236/formulir-aktivasi-efin atau langsung buat di https://djponline.pajak.go.id/registrasi

  • Data lainnya (Data hutang, harta, penghasilan lain, dan lainnya).

Sahabat mempunyai penghasilan lain atau hutang yang perlu dibayar? Atau Sahabat punya bukti bayar zakat? Ternyata zakat juga dapat menjadi pengurang pajak Sahabat.

(3) Zakat yang telah dibayarkan kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat dikurangkan dari laba/pendapatan sisa kena pajak dari wajib pajak yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku – UU No. 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat

Bagaimana caranya? Sahabat cukup lampirkan bukti penyetoran zakat Sahabat yang telah ditunaikan selama setahun baik dari lembaga atau badan lainnya yang telah terintegrasi dengan SPT muzakki.

Silahkan Tunaikan Zakat ke Dompet Dhuafa untuk Mendapatkan  Kwitansi Bukti Zakat. Zakat Sekarang.

  1. SPT Tahunan PPH (Sangat Sederhana/SS), yakni 11770SS

Dokumen yang diperlukan adalah:

  • Bukti potong 1721 A1 (untuk Pegawai Swasta)
  • Bukti potong 1721 A2 (untuk Pegawai Negeri)
  1. SPT Tahunan PPh (Sederhana/S), yakni 1770S

Dokumen yang diperlukan adalah:

  • 1721 A1 (untuk Pegawai Swasta)
  • 1721 A2 (untuk Pegawai Negeri)
  1. SPT Tahunan PPh jenis 1770

Dokumen yang diperlukan adalah:

  • Penghasilan lain di luar pekerjaan
  • Bukti potong A1/A2
  • Neraca & lapran laba-rugi (pembukuan)
  • Rekapitulasi bulanan peredaran bruto dan biaya (norma)

Contoh Cara Mengisi SPT Pajak Pribadi

Cara Mengisi SPT Lewat E-Filing

  1. Login Website DJP Online

Sahabat hanya perlu klik link https://djponline.pajak.go.id/account/login . Masukkan nomor NPWP dan password yang telah Sahabat buat di https://djponline.pajak.go.id/registrasi .

  1. Pilih “e-Filling” atau “e-Form”

e-Filing mempunyai fungsi supaya orang yang mengajukan pajak dapat langsung memberikan datanya lewat portal website DJP Online sampai selesai. Untuk mengisi ini, pengaju harus mempunyai internet yang stabil hingga proses terakhir pengajuan SPT.

Sedangkan e-Form mempunyai fungsi yang sama dengan e-Filing. Bedanya, e-Form kita isi secara manual setelah kita unduh dari website DJP Online. Sehingga Sahabat perlu unggah kembali data yang telah diisi ke website tersebut.

  1. Masukkan Data dan Pilih Buat SPT

Input data formulir sesuai dengan data pribadi Sahabat. Setelah selesai pilih “Buat SPT” untuk mengikuti proses selanjutnya.

  1. Jawab Pertanyaan Formulir dengan Jujur dan Teliti

Setelah mengajukan dokumen, mereka akan memberikan pertanyaan langsung tentang bagaimana kehidupan Sahabat yang berhubungan dengan pajak ini. Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jujur dan teliti untuk membuktikan bahwa Sahabat adalah orang yang bertanggung jawab dengan hasil yang Sahabat dapatkan.

  1. Memilih Formulir Sesuai dengan Sesuai dengan Pekerjaan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Sahabat harus memilih jenis SPT yang sesuai dengan penghasilan dan pekerjaan yang tengah dilakukan. Jika Sahabat memiliki penghasilan kurang dari 60 juta rupiah, maka Sahabat memilih SPT 1770SS. Sedangkan untuk yang mempunyai penghasilan lebih dari 60 juta rupiah maka Sahabat pilih SPT 1770S. Untuk pebisnis dan pekerjaan lainnya, Sahabat bisa memilih SPT 1770.

  1. Mengisi Lampiran-lampiran dengan Teliti

Lampiran-lampiran yang terdapat pada e-Filing ini ada dua yaitu:

  • Lampiran I berisi tentang data harta yang Sahabat punya. Lampiran ini merupakan lampiran yang paling penting karena berhasil dan tidaknya pengajuan pajak Sahabat. Oleh karena itu, isilah lampiran ini dengan tepat dan sesuai.
  • Lampiran II berisi tentang daftar Pemotongan/Pemungutan PPh Oleh Pihak Lain dan PPh Yang Ditanggung Pemerintah.
  1. Masuk ke Kolom Induk dan Isi Sesuai Kondisi

Dalam kolom induk, terdapat beberapa poin dari,

  • Identitas: isi sesuai dengan identitas diri sendiri secara jelas,
  • Penghasilan Netto: isi dengan penghasilan netto yang Sahabat dapatkan,
  • Penghasilan Kena Pajak: isi dengan penghasilan Sahabat yang terkena pajak, kolom ini juga bisa diisi dengan BUKTI PENYETORAN ZAKAT yang telah Sahabat bayarkan di lembaga atau badan lainnya,
  • PPh Terutang: isi dengan PPh yang masih terutang (jika ada),
  • Angsuran PPh Pasal 25 Tahun Pajak Berikutnya: isi dengan ketentuan tersebut jika memang ada.
  1. Jika Nihil, Pilih Kirim SPT

Tahapan Sahabat akan selesai. Jika status SPT sudah terbilang “Nihil”, maka Sahabat bisa langsung pilih token yang akan dikirimkan ke email kita dan pilih “Kirim SPT” jika sudah sesuai.

Cara Mengisi SPT Manual (Langsung ke Kantor Pajak)

Jika Sahabat merasa kurang percaya lewat website, Sahabat bisa mencoba untuk mengajukan langsung ke Kantor Pajak terdekat. Cukup siapkan dokumen yang telah disebutkan di atas, dan ikuti cara mengisi SPT Pajak secara manual berikut,

Cara Mengisi SPT

  1. Isi dengan tahun pajak SPT yang dilaporkan. Misal: SPT Tahun Pajak 2017 untuk SPT yang akan dilaporkan di tahun 2018,
  2. Isi jika SPT yang dilaporkan adalah pembetulan. Centang kota pembetulan serta tuliskan angka pembetulan tersebut telah dilakukan,
  3. Isi dengan nomor NPWP 15 digit,
  4. Isi dengan Nama Wajib Pajak,
  5. Isi dengan jumlah penghasilan bruto selama setahun (sesuai dengan bukti potong A1/A2 dari bendahara),
  6. Isi dengan jumlah pengurangan penghasilan bruto,
  7. Isi dengan jumlah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sesuai dengan status pernikahan Wajib Pajak. Dalam kolom ini, Sahabat bisa menyisipkan BUKTI PENYETORAN ZAKAT sesuai dengan zakat yang Sahabat bayarkan pada lembaga atau badan lainnya. Dengan bukti ini, maka pajak Sahabat akan berkurang sesuai dengan hitungan harta dan pajak Sahabat,
  8. Pajak terutang (dari hasil perkalian penghasilan kena pajak x tarif pajak),
  9. Isi dengan jumlah pajak penghasilan yang telah dipotong oleh pihak lain,
  10. Isi dengan hasil pengurangan PPh terutang dengan yang pph yang telah dipotong,
  11. Isi dengan penghasilan yang dikenakan PPh final,
  12. Isi dengan jumlah PPh final terutang
  13. Penghasilan yang dikecualikan dari objek pajak,
  14. Jumlah seluruh harta yang dimiliki sampai dengan akhir tahun pelaporan SPT
  15. Jumlah hutang yang dimiliki sampai dengan akhir tahun pelaporan SPT
  16. Isi dengan Lokasi dan tanggal penandatanganan SPT
  17. Tulis Tanda Tangan Wajib Pajak

Mudah bukan cara mengisi SPT untuk pajak pribadi ini? Semoga langkah-langkah pengisian SPT ini dapat membantu Sahabat menjadi pribadi yang bertanggung jawab untuk kepentingan negara.