Batas Waktu Sahur dan Kisah Turunnya Anjuran Sahur

168

Sahabat, masih semangat untuk sahur atau mulai tidak sengaja melewati makan sahur karena ketiduran? Semoga masih semangat dan tidak semakin mepet dengan batas akhir waktu sahur supaya tidak batal, ya! Ngomong-ngomong tentang sahur, ada kisah unik yang menjadi asal turunnya perintah sahur. Baca sampai habis, ya!

Kisah Turunnya Anjuran Sahur

Batas waktu sahur dan kisah turunnya perintah sahur

Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan sudah berlaku sejak zaman sebelum Rasulullah SAW. Allah memerintahkan kaum jahiliah untuk berpuasa, namun mereka menentangnya.

Selanjutnya, di era Rasulullah SAW pelaksanaan berpuasa Ramadhan belum diketahui secara jelas batas waktu makan dan minum untuk sahur.

Pada fase ini, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Qais bin Shirmah pingsan karena menahan lapar lantaran tertidur setelah bekerja.

Seperti dilansir dari Tausiyah Turunnya Perintah Sahur di Youtube Dompet Dhuafa TV, dahulu ketika awal-awal Ramadan disyariatkan, saat masuk malam hari setelah berbuka puasa, para sahabat boleh makan apa saja yang mereka inginkan sebelum tidur.

Setelah tidur, maka tidak boleh makan sedikitpun sampai datang waktu maghrib di hari berikutnya.

Betapa panjangnya dahulu waktu berpuasa saat belum ada anjuran sahur.  Usai bekerja di ladang sawah, Qashir bin Al Anshari pulang ke rumah, kemudian ia bertanya kepada istirnya untuk makanan berbuka puasa,

“Apa ada makanan malam ini?” ujar Qashir.

Istrinya menjawab bahwa tidak ada makanan di rumah dan ia bergegas untuk membelinya terlebih dahulu.

Setelah kembali, ternyata beliau sudah tidur duluan. Maka, seharusnya beliau tidak boleh makan sampai hari berikutnya ketika waktu berbuka puasa. Sehingga, hari berikutnya beliau jatuh pingsan.

Kemudian, ada yang menceritakan kisah ini kepada Nabi Muhammad, lalu Allah menurunkan perintah untuk melakukan sahur. Maka dari itu Rasulullah bersabda,

“Tasahharu fainna fissahuri barokah.”

Artinya: “makan sahurlah kalian, karena di dalam sahur ada keberkahan.”

Jadi, jangan sampai terlewat waktu sahur, ya! Karena di dalam makanan dan minuman sahur mengandung keberkahan. Selain itu, sahur adalah salah satu waktu berdoa yang mustajab karena malaikat subuh turun ke bumi untuk mendoakan para hamba Allah.

Kapan Batas Makan Waktu Sahur? 

Jadwal imsakiyah imsak ramadhan 2022
Jadwal imsakiyah dan subuh di bulan Ramadhan 2022. Simpanlah baik-baik supaya sahur tidak terlewat.

Ada satu pertanyaan yang kerap muncul terkait batas akhir makan di waktu sahur, apakah saat imsak atau azan subuh?

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam memberikan penjelasan tentang batas akhir makan sahur. Ia memaparkan bahwa waktu imsak yang digunakan di Indonesia adalah bentuk kehati-kehatian agar puasa tidak batal saat adzan subuh berkumandang. Umumnya, imsak berlangsung 10 menit sebelum adzan subuh.

Waktu puasa adalah dari mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Maka dari itu, batas akhir waktu sahur adalah saat adzan subuh berkumandang.

Sementara itu, madzhab Syafi’i mengedepankan kehati-hatian untuk mencegah puasa yang batal di awal hari. Imsak merupakan penanda bersiap untuk berhenti makan sahur dan mulut harus segera dibersihkan dari sisa-sisa makanan.

baca juga: BATAS WAKTU SHOAT SUBUH DAN HUKUMNYA BANGUN KESIANGAN 

Menurut Ustadz Abdul Somad, istilah imsak belum ada di zaman nabi. Imsak muncul saat madzhab Syafi’i yang diibaratkan seperti lampu kuning untuk bersiap-siap puasa.

Akan tetapi, jika seseorang baru bangun saat waktu imsak, maka selama memungkinkan masih bisa makan dan minum sahur hingga terdengar adzan subuh.

Saat adzan subuh telah berkumandang, maka aktivitas makan dan minum harus langsung berhenti dan tidak ada kunyahan yang masih tersisa di dalam mulut.

Keutamaan Makan di Waktu Sahur

Makan sahur memiliki keutamaan yang baik untuk jasmani dan rohani. Selain mencegah lapar dan haus, sahur adalah waktu penting supaya puasa tetap bugar

1. Mengandung Amalan yang Berkah

Rasulullah SAW bersabda kalau makanan pada sahur mengandung keberkahan. Sahur sebagai pondasi puasa membuat fisik menjadi siap untuk menahan lapar dan dahaga seharian. Jadi, pasang alarm dan jangan dimatikan lagi ketika berdering untuk bangun sahur.

2. Tubuh Jadi Bugar

Dari kisah sahabat nabi, sahur mencegah seseorang jatuh pingsan karena lemas. Berpuasa di bulan Ramadhan tidaklah membuat seseorang menjadi malas. Justru, aktivitas duniawi dan ibadah cenderung seimbang saat berpuasa.

Nah, supaya kondisi badan tetap bugar maka jangan melewatkan makan sahur, ya! Badan yang sehat adalah kunci puasa yang lancar.

3. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Sahur bukan hanya tentang bangun di malam hari, makan, lalu tidur kembali. Seseorang yang menjalani puasa Ramadhan dengan sahur akan diiringi oleh doa dari Allah dan malaikat.

Sahur pun juga menjadi waktu mustajab untuk berdoa karena Allah sedang turun di waktu sepertiga terakhir. Perbanyaklah doa dan meminta kepada Allah sedetail mungkin. Allah mengabulkan doa-doanya hambanya di waktu sahur.

4. Pembeda dengan Puasa Non Muslim 

Melansir dari Kementerian Agama RI, sahur adalah sunnah Rasulullah yang menjadi pembeda puasa umat Islam dengan umat-umat sebelumnya. Hal ini dipertegas oleh hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

Dari Amr bin Al-‘Ash Ra, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim: 1.096, Abu Dawud: 2.343, An-Nasa’i: 2.165).

baca juga: RAGAM KEUTAMAAN SEDEKAH SUBUH DI BULAN RAMADHAN DAN CARANYA 

Setelah mengetahui keutamaannya, maka terus semangat makan sahur, ya! Menahan rasa kantuk saat sahur masih lebih baik daripada menjalani puasa dengan tubuh yang lemas.

Setelah itu, awali kegiatan dengan bersedekah di pagi hari. Banyak keutamaan sedekah subuh untuk menolong diri sendiri dan orang lain. Ketuk pintu kebaikan, klik sedekah subuh di sini untuk mulai harimu!

 

 

Zakat Sekarang