More

    Banner Header Beasiswa Yatim Muharram 1446H

    Kurban Sebagai Tanda Kasih Sayang

    Setiap bulan zulhijah, gema takbir berkumandang di penjuru negeri mengiringi nuansa hari yang penuh penghambaan menuju derajat takwa. Umat islam di seluruh dunia merayakan hari raya yang penuh dengan kegembiraan dan suka cita, mulai dari pelosok desa hingga kota-kota; dari orang yang kaya raya hingga orang miskin papa. Hari raya ini merupakan momentum keteladanan dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim yang inspiratif melalui ibadah penyembelihan hewan kurban. Lalu bagaimana ibadah kurban dapat dimaknai sebagai bentuk tanda kasih sayang? Pada artikel ini akan membahas lebih dalam tentang ibadah penyembelihan ini adalah bentuk kepedulian terhadap sesama.

    Nilai Cinta dan Kasih dalam Kurban

    Hari iduladha atau dikenal dengan hari raya kurban merupakan hari yang sangat bersejarah dan penuh makna. Allah SWT tidak mensyariatkan hari besar ini melainkan penuh dengan kasih sayang, baik untuk seluruh insan maupun seluruh alam, termasuk kasih sayang kepada binatang. Allah yang Maha Rahman menjadikan hari raya ini penuh dengan makna dan nilai yang sangat mendalam. Makna tersebut merupakan bukti kekuasaan dan kasih sayang-Nya yang maha luas terhadap makhluk yang Dia ciptakan. Kasih sayang inilah yang Diajarkan kepada kita agar kita pun memiliki nilai cinta dan kasih terhadap sesama.

    Kesenjangan antara si kaya yang penuh dengan harta, yang begitu banyak mencicipi indahnya dunia, dikikis dengan kewajiban mengeluarkan harta untuk membeli binatang kurban yang dagingnya untuk tetangga yang papa atau handai taulan yang jauh disana. Orang miskin yang jarang merasakan lezatnya makanan dunia, beda dengan orang kaya, harta yang didapat ini hanya untuk mencukupi hari itu juga. Jangankan deposito dan tabungan, uang yang terkumpul hanya untuk menghilangkan dahaga dan menegakkan tulang belakang. Mereka yang dalam kondisi semacam itulah, yang perlu dimuliakan dan dijamu di hari raya nan sakral ini. Mereka diundang untuk makan jamuan spesial yang jarang mereka dapatkan sehingga akan terjalin kasih sayang antara si mampu dan dhuafa. Bahkan Nabi Muhammad SAW mencibir orang yang mampu berkurban namun berpura-pura tak berdaya walaupun hanya keluar dua juta untuk membeli kambing atau domba.

    Sabda Rasulullah : “Barangsiapa yang memperoleh suatu kelapaan tetapi tidak dia tidak berkurban, janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.”
    (HR. Ahmad, Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

    Oleh sebab itulah selayaknya bagi kita yang mampu berkurban hendaklah menyegerakan, jangan ditunda-tunda hingga dikalikan atau disepelakan. Karena apabila kita sudah dikaruniai nikmat yang banyak, hendaklah kita bersyukur lebih banyak.

    Sesungguhnya kami telah memberimu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat dan berkurbanlah, sesungguhnya orang yang membencimu adalah yang terputus dari rahmatKu. 

    (QS. Al-Kautsar: 1-3)

    Baca Juga : Apakah Islam Mengajarkan Kasih Sayang?

    Penyerahan Daging Kurban - Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa di Sorong Papua

    Bukti Takwa kepada Allah

    Kurban memiliki tujuan utama untuk mendekatkan diri kepada rabbil izzati, ia menjadi wasilah untuk menempa diri agar kita layak mendapatkan cinta dari sang Maha Cinta, agar kita mendapatkan sayang dari yang Maha Penyayang.

    Lihatlah bagaimana kisah khalilullah, Ibrahim a.s. yang diuji tingkat cintanya antara cinta pada sang putra atau cinta kepada Allah ta’ala. Ibrahim a.s. Mengajari cinta pada Allah di atas segalanya, diatas cinta terhadap keluarga, harta benda, dan tahta. Ibrahim menjadi contoh relevan pengalaman cintanya kepada Allah.

    Ibrahim dan putranya Ismail a.s. telah menempatkan cinta sempurna kepada yang Maha Sempurna dengan ikhlas mengorbankan apapun yang dimiliki jika itu diperintahkan oleh sang Ilahi

    Lalu bagaimanakah dengan kita sebagai manusia biasa? Pengorbanan macam apakah yang telah kita berikan? Harta yang kita kumpulkan siang dan malam, ditumpuk banyak-banyak di lembaran tabungan, diinvestasikan ke berbagai sektor dunia selayaknya kita juga harus sanggup menginvestasikan harta kita untuk ibadah kurban setiap tahun.

    Momentum kurban ini merupakan bukti cinta kita kepada Allah dan bukti kasih sayang terhadap sesama, dengan tujuan utamanya menjadi insan yang bertakwa.

    Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai ridha Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang mendapat mencapainya.
    (QS. Al-Hajj: 37)

    Baca Juga : Kisah Inspiratif Nabi Ibrahim Alaihissalam Mencari Tuhan Hingga Perintah Kurban

    Berkurban juga bentuk kasih sayang kita terhadap diri kita, menyembelih sifat kebinatangan saling cakar, saling terkam, saling tendang yang kita miliki. Membuang sifat rakus, tamak, serakah, dan ingin menang sendiri. Setelah sifat kebinatangan kita kikis habis, maka sifat kasih sayanglah yang tersisa pada akhlak kita untuk terus berbuat amal kebaikan.

    Di masa yang serba modern saat ini, berkurban dapat dilakukan dimanapun. Kita dapat berkurban di penjuru belahan bumi manapun asalkan tetap memenuhi ketentuan dan syariat. Kemudahan cara ini semakin menebar rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama yang benar-benar membutuhkan. Semoga kita senantiasa dimudahkan untuk terus menebar kebermanfaatan ibadah kurban tanpa batas setiap tahunnya

    spot_img
    spot_img

    Panduan Lengkap Fiqh Zakat Terdiri dari 8 Bab memberikan pemahaman kepadamu tentang pentingnya syariat Zakat, Jenis-Jenisnya, dan semua hal yang paling sering ditanyakan tentang zakat.