Niat dan Keutamaan Puasa Sunnah Arafah

334

Hari raya Idul Adha tinggal menghitung beberapa hari lagi, sebagai seorang umat muslim kita seharusnya menyambut dengan bahagia dan istimewa. Sampai saat ini apa yang sudah kita siapkan untuk memperoleh pahala atas amalan sunnah-sunnah yang disyariatkannya.

Pengertian Puasa Sunnah Arafah

Salah satu sunnah yang dianjurkan untuk menyambut hari raya Idul Adha ialah puasa Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, dimana tanggal tersebut bertepatan dengan jamaah haji yang sedang melakukan wuquf di Arafah. Puasa Arafah dianjurkan kepada kita yang sedang tidak menjalankan ibadah haji, dan hukum puasa sunnah ini adalah sunnah muakkad atau yang sangat dianjurkan.

Allah SWT menjanjikan banyak keutamaan bagi setiap umat muslim yang menjalankannya. Karena pahalanya setara dengan dihapuskannya dosa-dosa kita dari satu tahun lalu dan atu tahun yang akan datang.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam riwayat Muslim yang memiliki artinya:

Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162)

Baca Juga: Makna dan Hikmah Kurban

Bacaan Niat Puasa Sunnah Arafah

Untuk menjalankannya, sebelum memulai puasa Arafah dianjurkan untuk mengucap niat puasa Arafah di malam harinya dengan sungguh-sungguh dan semua ibadah ini hanya mengharap keberkahan dari Allah SWT. Lafadz dari niat puasa Arafah perlu diperhatikan, karena jika berbeda melafadzkan maka akan memilik makna yang berbeda pula.

Berikut niat puasa Arafah beserta artinya:

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لل تعالى

“Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya : “Saya berniat puasa sunah Arafah karena Allah ta’ala.”

Baca Juga: Cara Berkurban Aman di Masa Pandemi COVID-19

Keistimewaan Puasa Sunnah Arafah

Hari Arafah juga disebut sebagai hari pengampunan dosa dan pembebasan dari siksa neraka. Oleh karena itu, menjalankan puasa Arafah mempunyai banyak keistimewaan diantaranya,

1. Dapat Menebus Dosa Selama Dua Tahun

Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan Abu Qatadah al-Anshari ra:

Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari ‘Arafah.

Maka Baginda bersabda: “Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Imam Muslim).

2. Sebuah Amalan yang Disukai Allah SWT

“Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits senada juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad)

3. Sunnah Rasulullah SAW

Sebagaimana dalam hadist riwayat menjelaskan:

“Ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah yaitu puasa asyura, puasa hari arafah, puasa tiga hari setiap bulan dan shalat dua rakaat sebelum subuh” (HR. An Nasa’i dan Ahmad)

4. Dijauhkan dari siksa api Neraka

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,

“Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (Hadits Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa’id Al-Khudry, ini adalah lafadz Muslim. Sabda Rasulullah : “70 musim” yakni : perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48)

5. Mendapat syafaat di hari kiamat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat pada hari kiamat. Puasa mengatakan ‘Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat pada siang hari maka berilah ia syafaat karenaku.’ Al-Qur’an pun berkata, ‘Aku menghalanginya dari tidur pada malam hari maka berilah ia syafaat karenanya.” Rasulullah mengatakan, “Maka keduanya akan memberikan syafaat.” (HR. Ahmad, Hakim)

Inilah yang menjadi keutamaan tentang anjuran puasa sunnah Arafah. Semoga kita senantiasa senang dalam hal ibadah kepada Allah SWT demi mendapatkan keberkahan berlipat dalam beribadah di bulan Dzulhijjah. Dan jangan lupa genapkan ibadah Dzulhijjah dengan tunaikan kurban di tahun ini.

Artikel ini diolah dari dream.co
Zakat Sekarang