Perbedaan Nishab Zakat Emas dan Perak

952

Zakat Emas dan Perak

Tentang Perbedaan Nishab Emas dan Perak

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullai wabarakaatuh.

Bagaimana hukumnya kalau saya tetap mengeluarkan zakat mal (usaha warnet) saya? Kalau menurut perhitungan KALKULATOR ZAKAT belum memenuhi NISHAB karena total nilai properti saya baru dua puluh tiga juta rupiah. Kalau perhitungan waktunya sudah pas mencapai HAUL. Tolong bantu saya menemukan jawaban zakat emas dan perak ini, Ustadz. Atas saran, bantuan jawabannya saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hamba Allah

Baca Juga: Haruskah Kita Tunaikan Zakat Emas yang Tergadai?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh.

Apabila saudara mengeluarkan zakat mal, maka zakat mal anda sah. Sebab, menurut sebagian ulama, nishab zakat harta mengikuti perak 595 gram perak. Bila mengikuti nishab perak (harga perak saat ini tahun 2013), maka harta saudara telah mencapai nishab. Nishab perak pada zaman nabi adalah 200 dirham atau 595 gram atau sekitar 14 juta. Maka, saudara bisa mengeluarkan zakat mal 2,5 persen.

Pada zaman Rasulullah saw, standar nishab mata uang adalah 20 dinar (85 gram emas) atau 200 dirham (595 gram perak). Pada waktu itu, nilai 20 dinar sama dengan 200 dirham. Kenyataannya, pada saat ini, terjadi perbedaan yang sangat jauh antara emas dan perak. Dalam kasus ini, para ulama berbeda pendapat tentang nishab uang kertas dan sejenisnya. Bagaimana pun juga, standar nishab uang kertas, tabungan, harta perniagaan dan sejenisnya mengikuti emas dan perak.

Sebagian ulama kontemporer berpendapat bahwa standar nishab mata uang saat ini adalah emas. Sebab emas adalah standar yang berlaku secara international.

Baca Juga: Jenis-Jenis Zakat

Sebagian Ulama Mengedepankan Kehati-hatian

Sebagian ulama berpendapat, apabila terjadi perselisihan nilai antara emas dan perak maka yang menjadi standar adalah yang paling rendah. Kerena perak nilainya lebih rendah maka nishabnya adalah perak. Cara ini, menurut ulama tersebut, lebih mengedepankan kehati-hatian dan kemaslahatan penerima zakat.

Dengan demikian, apabila saudara berkeinginan mengeluarkan zakat harta sementara harta anda belum mencapai nishab emas tapi telah mencapai nsihab perak maka zakat yang saudara keluarkan sah dan termasuk zakat, bukan sedekah. Itulah penjelasan tentang nishab zakat emas dan perak, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Wallahu a’lam

Zakat Sekarang