Semangat Hijrah, Ayo Jadi Lebih Baik

176

Hijrah

Momentum tahun baru hijriah yang jatuh setiap awal Muharram,menjadi pertanda untuk mewujudkan harapan baru dalam tiap diri manusia beriman. Hijrah yang ditandai dengan berpindah dari satu titik menuju titik yang lain adalah perwujudan manifestasi diri.

Dinamis, itulah pesan tersirat yang digambarkan, senantiasa menemukan titik loncat untuk perubahan, tidak terjebak dalam sikap stagnasi semu, atau dalam kejumudan keadaan. Kepekaan sosial, sikap empati pada sesama, diharapkan juga turut tumbuh dalam setiap diri manusia.

Momen hijrah, seharusnya diwarnai dengan instropeksi apakah kepedulian pada sesama sudah menjadi warna dalam aktivitas kita? atau kita masih sering terjebak dalam sikap individualisme yang mematikan empati? Semua berpulang pada diri kita masing-masing. Jika masih ada kekurangan maka saat ini adalah saat untuk berbenah, berubah ke arah lebih baik.

Perintah berhijrah terdapat dalam beberapa ayat Al-Quran, Allah berfirman,

 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharpakn rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Baqarah 2:218)

 

Hijrah sebagai salah satu prinsip hidup, harus senantiasa kita maknai dengan benar. Secara bahasa hijrah berarti meninggalkan. Seseorang dikatakan hijrah jika telah memenuhi 2 syarat, yaitu yang pertama ada sesuatu yang ditinggalkan dan kedua ada sesuatu yang dituju (tujuan). Kedua-duanya harus dipenuhi oleh seorang yang berhijrah.

Meninggalkan segala hal yang buruk, negatif, kondisi yang tidak kondisif, menuju keadaan yang lebih yang lebih baik, positif dan kondisi yang kondusif untuk menegakkan ajaran Islam.

Allah berfirman,

 

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni;mat) yang mulia.” (Qs. Al-An’fal, 8:74)

 

Permasalahan umat di masa kini masih begitu kompleks, kemiskinan, dan perselisihan antar kelompok menjadi corak yang mewarnai wajah umat saat ini. Padahal disisi lain potensi kemakmuran dan kesejahteraan sangat mungkin diwujudkan.

Konflik agraria yang menghangat di Lumajang beberapa waktu terakhir adalah sebagian kecil yang nampak ke permukaan. Masih banyak konflik lain yang bertatutan namun tidak terekspose oleh media. Disinilah PR besar umat untuk melakukan langkah solutif.

Dompet Dhuafa sebagai lembaga zakat yang berkhidmat pada pemberdayaan masyarakat mencoba menjadi solusi dalam setiap langkah ini, mengajak masyarakat untuk peduli pada sesama berbasis dana zakat, infak dan wakaf. Sudah saatnya kita lebih peduli, mewujdukan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan bermartabat. Aman, tentram, damai dan sejahtera dalam masyarakat adalah cita-cita kita semua, kita bisa jika bersama. ()

Zakat Sekarang