Zakat Penghasilan

10

pelayanan-dompet-dhuafa-_120508143422-311

Oleh Ahmad Shonhaji, Direktur LAZ dan Wakaf Dompet Dhuafa

 

Zakat adalah entitas tak terpisahkan dari kesucian. Secara bahasa, zakat berrati berkembang atau suci ini berlaku dengan ketentuan-ketentuan tertentu terhadap harta. Zakat adalah alat untuk mensucikan sebuah harta dengan pertimbangan wajib zakat, kadar, batas kewajiban, serta penyalurannya.

Saat ini, ada bagian zakat yang terlupakan untuk mensucikan harta, yaitu zakat penghasilan. Sudah menjadi sunatullah atau ketetapan dari Allah untuk mendapatkan rezeki. Islam memerintahkan umatnya untuk bekerja dan mencari rezeki dimanapun dengan halal dan baik.

Allah tidak melarang umatnya untuk menjadi kaya dan berharta banyak. Bahkan, Allah memerintahkan umatnya untuk menjadi kaya dan mencari rezeki sebanyak-banyaknya sebagai upaya mengetahui kebesaran dan kemurahan Allah.

Ada orang yang bekerja sebagai pedagang berangkat ke pasar. Ada orang yang bekerja sebagai petani berangkat ke sawah. Juga ada orang yang bekerja sebagai guru berangkat ke sekolah. Allah perintahan hambanya untuk berjalan di bumi Allah untuk bekerja dan mencari rezeki. Dari bekerjalah Allah akan turunkan rezeki kepada hambanya.

Namun, harta yang tak diperoleh ketika sudah mencapai batasannya, ada hak seorang muslim lainnya. Maka, ketika seorang berdagang dan memperoleh keuntungan, ada hak muslim lainnya dan patut dizakatkan harta tersebut. Seorang dokter yang bekerja melayani pasien kemudia mendapatkan imbalan. Ketika imbalan tersebut telah sampai pada kadar tertentu, ada hak muslim lain yang patut dizakatkan.

Di era kontemporer saat ini, pelaksanaan zakat penghasilan adalah persoalan tersendiri dalam membangun kesadaran wajib pajak dari seorang muslim. Zakat penghasilan datang dari penghasilan tetap seorang pegawai, maupun penghasilan tidak rutin atau tidak tetap dari berdagang, pengacara, konsultan, ataupun pekerjaan lain berbasis proyek. Dua setengah persen menjadi kewajiban seorang muslim untuk menzakatkan dari penghasilannya

Setiap orang yang diberi keluasan rezeki, kita jangan lupa ada zakat dalam harta tersebut. Mari berzakat dari penghasilan yang Anda miliki. Sumber harta dari pendapatan kita, sisihkan untuk berzakat untuk membersihkan. Semoga harta kita menjadi lebih barakah dengan zakat penghasilan.

Zakat Sekarang