Kolaborasi DD dalam Longsor Banjarnegara

4
Longsor Banjarnegara 1

Bencana bisa datang kapan saja. Terkadang tak dapat dicegah dan dihindari. Tanah air saat ini tengah berduka. Satu desa di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (12/12) mengalami bencana longsor. Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa merespon cepat bencana tersebut dengan menurunkan tim kemanusiaan.

Merespon longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Dompet Dhuafa bersama tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Banjarnegara, Badan SAR Nasional (BASARNAS), anggota TNI, dan berbagai elemen relawan  bergerak di lokasi. Tim SAR gabungan juga siap dibantu oleh 1300 relawan untuk melakukan evakuasi. Sampai Minggu (14/12) sore telah ditemukan 39 orang tewas, dan 69 orang dalam proses pencarian.

Selain evakuasi yakni identifikasi korban, aktivitas yang dilakukan Dompet Dhuafa yakni mengurus jenazah, aksi layanan kesehatan bagi para pengungsi, dapur umum, dan terapi psikologis untuk anak-anak pengungsi. Tim gabungan kemanusiaan Dompet Dhuafa yang terdiri atas tim evakuasi Disaster Management Centre (DMC), Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Purwokerto, Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) dan pula melibatkan cabang Dompet Dhuafa di Jawa Tengah.

“Dalam merespon bencana baik di dalam maupun luar negeri, kita selalu bersinergi, berkolaborasi, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat baik perorangan maupun lembaga. Modal sosial tersebut bisa bersegera turut andil, di tahap respon, recovery, maupun tindakan preventif,” ujar Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini. Adapun elemen relawan yang tergabung dalam respon di antaranya Persatuan Baitul Mal Wa Tanwil Indonesia, Mahasiswa kedokteran Universitas Muhammadyah Purwokerto dan Pelayanan Kesehatan Ummat Gumeelar.

Ahmad menambahkan, Dompet Dhuafa dalam penanganan kebencanaan selalu ditindaklanjuti dengan program pemberdayaan. Bentuk program yang bisa dilakukan di antaranya pemberdayaan pascabencana seperti pemberian modal usaha ataupun keterampilan untuk bisa bekerja.

12 kecamatan di Banjarnegara yang memiliki kondisi tanah labil dan berada di lereng-lereng perbukitan. Adanya sejumlah jalur patahan menyebabkan kawasan Kecamatan Karangkobar memiliki tekstur daratan berbukit yang memiliki lereng curam dan terjal. Ikatan lapisan batuan penyangga tanah saling terbelah dan rapuh akibat jalur patahan tersebut.

Lapisan tanah di atas batuan juga banyak ditumbuhi pepohonan jenis perdu, juga gembur karena banyak ditumbuhi pepohonan yang tingginya kurang dari enam meter. Banyak pula tanaman yang memiliki akar serabut yang tumbuh di sekitar lokasi longsor. Hujan yang mengguyur kawasan Banjarnegara sejak Rabu hingga Kamis, memicu bencana longsor di tanah yang labil tersebut.

Selepas bencana, Dompet Dhuafa juga mengupayakan pengurangan dampak akibat bencana. Penyadaran kepada warga dilakukan melalui sekolah mitigasi bencana. Warga diingatkan untuk tidak membuah sampah sembarangan, mengurangi penebangan pohon, dan melakukan penghijauan.

Foto di lokasi Longsor Banjarnegara

Longsor Banjarnegara 2 Longsor Banjarnegara 1 Longsor Banjarnegara 3

Zakat Sekarang