Membangun Ternak Di Tanah Harapan, Zidni Ilma Mahasiswa Penerima Beasiswa Etos Dompet Dhuafa

6

profil SC 30 zidni

Hal paling membanggakan adalah saat, kita dapat berguna dan memberikan kebahagian kepada orang lain terutama orangtua. Perasaan semacam itu juga dirasakan oleh Zidni Ilma, mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip), jurusan Ilmu Peternakan, semester 5. Berkat kerja keras, usaha, serta keyakinannya selama ini, Zidni berhasil menjadi salah satu pelajar yang mendapatkan Beastudi Etos Dompet Dhuafa.

“Saya senang betul bisa mendapatkan Beastudi Etos. Awalnya dulu dari kakak angkatan di sekolah ada juga yang mendapat beastudi. Lalu saya diberitahu ada beasiswa bernama Beastudi Etos dari Dompet Dhuafa, dan bagaimana cara agar saya bisa ikut beastudi tersebut. Setelah itu saya mendaftar dan mengikuti beberapa tahapan, seperti registrasi, kemudian tes seleksi tertulis, dan wawacara. terakhir yaitu Home visit, atau kunjungan ke rumah,” ungkap gadis asal Semarang ini menceritakan perjalanannya.l paling membanggakan adalah saat, kita dapat berguna dan memberikan kebahagian kepada orang lain terutama orangtua. Perasaan semacam itu juga dirasakan oleh Zidni Ilma, mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip), jurusan Ilmu Peternakan, semester 5. Berkat kerja keras, usaha, serta keyakinannya selama ini, Zidni berhasil menjadi salah satu pelajar yang mendapatkan Beastudi Etos Dompet Dhuafa.

Salah satu impian besar perempuan yang hobi Tilawatil Qur’an ini adalah kembali ke desa tempatnya dilahirkan, dan membangun desa tersebut. Oleh sebab itu, dibandingkan memilih jurusan lain seperti psikologi atau ekonomi, Zidni lebih memilih jurusan peternakan. Padahal bagi beberapa orang, mungkin jurusan tersebut kurang menarik bahkan kurang menjual. Ia memahami bahwa dengan mengatur peternakan secara baik, maka potensi di desanya dapat tergali baik. Dirinya pun semakin yakin, saat kedua orangtuanya mendukung pilihan tersebut.

“Cita-cita saya memang ingin sekali menjadi pengusaha peternakan. Walau pun terlihat sederhana, namun bila dilakukan secara serius dan dengan manajemen yang tepat, maka hasilnya pun tidak dapat diragukan. Selain itu juga akan banyak meraup tenaga kerja, terutama di desa-desa. Sehingga tidak akan ada atau akan jarang lagi yang namanya pengangguran,” ungkapnya penuh keyakinan.

Kini ia dan beberapa temannya yang juga mendapatkan Beastudi Etos di Undip memiliki desa Binaan bernama “Desa Rowosari” yang terletak dekat Undip. Zidni bersama teman-temannya mencoba belajar berkontribusi, serta memberikan pemberdayaan bagi masyarakat. Bahkan mereka pernah mengajukan proposal ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk dana pembangunan di desa tersebut, dan luar biasa mereka berhasil menembus angka Rp 40 juta dari Dikti.

Pemenang lomba MTQ ini sejak SMA ini percaya apa pun dapat dicapai bila memiliki kepercayaan yang kuat. Tak ada hal tak mungkin di bumi ini selagi mau berusaha. “Saya memiliki moto hidup ‘kerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh’. Maka dari itu, kalau kita sangat ingin mencapai sesuatu kita pun harus bersungguh-sungguh, sehingga segala impian sebesar apa pun itu dapat diraih,” tukas Zidni. Memang begitulah seharusnya generasi di Indonesia, memiliki mimpi serta tujuan, kemudian optimis dapat mencapainya

Sumber : Majalah Swara Cinta Dompet Dhuafa edisi 30 

Zakat Sekarang