Muslim yang yang sehat dan bugar akan lebih Allah cintai dibanding dengan muslim yang lemah. Rasulullah sebagai suri tauladan terbaik telah memberikan inspirasi tentang kesehatan, terutama bagaimana Rasulullah menjalani hidup sehat. Perlu menjadi motivasi bagi kita sebagai kaumnya, bagaimana kebugaran Rasulullah tetap terjaga ditengah kesibukan beliau menyampaikan dakwah Islam ditengah kondisi wilayah arab yang cukup panas. Beberapa cara yang Rasulullah lakukan diantaranya berkaitan dengan makanan dan olahraga. Nah, pada artikel ini kita akan membahas lengkap tips menjajga kesehatan ala islam yang telah Rasulullah ajarkan.
Daftar Isi
Sehat dalam Perspektif Islam
Allah SWT secara tidak langsung mengingatkan kesehatan ini dalam bentuk rasa syukur. Rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan, termasuk nikmat sehat. Bahkan dengan syukur, niscaya Allah akan menambah nikmat tersebut.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)
Kita juga perlu mengingat kembali beberapa nasehat Nabi Daud alaihissalam yang sangat memperhatikan kesehatan adalah sebagai berikut,
“Kesehatan adalah kerajaan yang tersembunyi”.
“Kesedihan sesaat membuat orang lebih tua satu tahun”.
“Kesehatan adalah mahkota di kepala orang-orang yang sehat, yang hanya bisa dilihat oleh orang- orang yang sakit.”
“Kesehatan adalah harta karun yang tak terlihat.”
Dalam beberapa hadis, Rasulullah banyak mengingatkan tentang kesehatan. Ibnu Abbas berkata Rasulullah bersabda.“Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari).
Abu Darda berkata, “Ya Rasulullah, jika saya sembuh dari sakit saya dan bersyukur karenanya, apakah itu lebih baik daripada saya sakit dan menanggungnya dengan sabar?” Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya Rasul mencintai kesehatan sama seperti engkau juga menyukai.” (HR. Imam Ahmad)
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa bangun di pagi hari dengan badan sehat dan jiwa sehat pula, dan rezekinya dijamin, maka dia seperti orang yang memiliki dunia seluruhnya.” (HR. at-Tirmidzi)
Dari Ibn ‘Abbas, ia berkata, aku pernah datang menghadap Rasulullah SAW, saya bertanya: Ya Rasulullah ajarkan kepadaku sesuatu doa yang akan akan baca dalam doaku, Nabi menjawab: Mintalah kepada Allah ampunan dan kesehatan, kemudian aku menghadap lagi pada kesempatan yang lain saya bertanya: Ya Rasulullah ajarkan kepadaku sesuatu doa yang akan akan mengabulkan dalam doaku. Nabi menjawab: “Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah saw mintalah kesehatan kepada Allah, di dunia dan akhirat.” (HR Ahmad, al-Tumudzi, dan al-Bazzar).
“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta‟ala.” (HR. Muslim).
Rasulullah saw. bahwa, “Berobatlah, karena tiadalah suatu penyakit yang diturunkan Allah, kecuali diturunkan pula obat penangkalnya selain satu penyakit, yaitu penyakit tua (ketuaan) “. (HR. Iman Ahmad)
Lalu, apa saja yang Islam dan Rasulullah ajarkan agar kebugaran tetap terjaga? Berikut ulasan menjaga kesehatan dan kebugaran ala islam yang dikutip dari journal of Darussalam Islamic Studies.
-
Al-Qur’an
Mengapa Al-Qur’an menjadi salah satu faktor untuk menjaga kebugaran? Bukankah itu spiritual? Al-Qur’an tidak hanya sekedar bahan bacaan, dia merupakan obat. Kebugaran tidak hanya sebatas fisik saja, namun perlu diawali dengan jiwa dan hati yang bersih dan sehat. Allah SWT langsung memberi tahu bahwa kalam-Nya dapat menjadi obat dan rahmat. Allah SWT berfirman dalam surat Yunus ayat 57, Al-Isra ayat 82, dan Fussilat ayat 44
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin. (QS. Yunus: 57)
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian. (QS. Al-Isra: 82)
Baca Juga : 5 Hikmah Turunnya Al-Qur’an Secara Berangsur-Angsur
قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌ ۗوَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرٌ وَّهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًىۗ اُولٰۤىِٕكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍ ࣖ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang yang tidak beriman, pada telinga mereka ada penyumbat dan mereka buta terhadapnya (Al-Qur’an). Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (QS. Fussilat : 44)
Dalam buku Islamic Medicine yang disebutkan dalam jurnal Darussalam Islamic Studies, orang-orang yang melafazkan Allah dan Al-Qur’an akan lebih sehat dan jantung mereka lebih tenang. Efek ini berkaitan dengan hormon dimana hormon endorphin akan melakukan perbaikan siklus bagi orang-orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an.
-
Shalat Malam (Tahajud)
Seperti Al-Qur’an, mengapa shalat malam ini merupakan bagian dari maintenance fisik yang bugar? Hasil riset yang diperoleh ketika seseorang melakukan shalat malam, terjadi peningkatan hormon-hormon ketenangan yang mampu memberikan relaksasi tubuh, proses reparasi sel yang membuat berkurangnya hormon stress pada tubuh. Bahkan dari penelitian lain diperoleh bukti manfaat shalat malam, diantaranya meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit seperti jantung, otak, tulang punggung bahkan dapat menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker.
Baca Juga : Bacaan Doa dan Tata Cara Sholat Tahajud yang Wajib Diingat
-
Makanan Halal dan Sehat (Halalan Thayyiban)
Apa yang kita makan dapat menunjukkan kualitas kesehatan kita. Apabila kualitas perut sehat maka sehatlah semua, begitu pula apabila perut sakit, sakitlah semuanya. Allah SWT telah mengingatkan kita untuk memperhatikan apa yang kita makan yang baik dan halal.
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓ ۙ
Maka, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.(QS. Abasa: 24)
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata. (QS. Al-Baqarah: 168)
يٰٓاَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبٰتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًاۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ ۗ
Wahai para rasul, makanlah dari (makanan) yang baik-baik dan beramal salehlah. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Mu’minun: 51)
Beberapa anjuran makanan yang dapat kita jadikan sebagai kebiasaan baik diantaranya.
- Cukupilah konsumsi air putih.
- Kurangi bahkan hindari makanan buatan, kemasan, minuman yg mengadung banyak gula tambahan, pengawet dan senyawa kimia lainnya.
- Perbaiki makanan yg mengandung zat pembangun seperti protein, kalsium dan kalium alami (daging, alpukat, air kelapa muda, air zam-zam dan biji-bijian utuh)
- Rutinkan konsumsi madu, hindari makanan gorengan
-
Mengatur Pola Makan dan Minum
Pola makan sangat mempengaruhi kualitas hidup kita, penerapan pola makan yang tidak tepat dapat berdampak negatif seperti obesitas maupun penyakit-penyakit metabolisme. Kita dapat meneladani pola makan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan terbaik umat muslim. Rasulullah SAW mengajarkan pola makan yang baik secara menyeluruh, mulai dari porsi makan, cara makan, menu makan, hingga pemilihan bahkan makanan alami sehingga bermanfaat untuk kebugaran tubuh.
Salah satu hal utama dalam pola makan yaitu mengatur jam makan dan tata cara makan yang baik. Misalnya tata cara kita minum yang Rasulullah SAW ajarkan dengan cara duduk. Secara medis secara medis oleh ilmu kedokteran modern yang mengungkapkan bahwa minum dalam keadaan berdiri menyebabkan air mengalir mengalir berjatuhan dengan keras pada dasar lambung dan menumbuknya, sehingga lambung menjadi cenderung kendor dan pencernaan menjadi sulit. Meskipun dalam waktu dekat tidak berpengaruh, namun akan terlihat dalam jangka waktu panjang dikemudian hari.
Ketika mengonsumsi makanan, Rasulullah SAW juga memperhatikan jenis makanannya. Dari Aisyah radhiyallahu anha menyebutkan bahwa Nabi SAW tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika Rasulullah SAW sudah kenyang dengan roti maka beliau tidak makan kurma begitu pula sebaliknya. Apabila Rasulullah makan dengan sup daging, baliau tidak akan memakan makanan lain selain gandum dan sup daging itu. Rasulullah SAW juga tidak memakan dua jenis makanan, bahkan tidak mencampurkan kondisi makanan panas atau dingin bersamaan, Jenis protein seperti daging, Rasulullah tidak makan sekaligus bersama ikan.
-
Tata Makanan
Dalam hal tata konsumsi makanan, islam juga melarang berlebih-lebihan dalam hal konsumsi makanan, seperti makan bukan karena lapar hingga kekenyangan, diet ketika sedang sakit, memerintahkan puasa agar usus dan perut besarnya dapat beristirahat atau bahkan tidak berbuka puasa dengan berlebih-lebihan dan melampaui batas.
-
Olahraga Rutin
Aktivitas terpenting untuk menjaga kebugaran badan yaitu dengan rutin berolahraga. Tentunya olahraga yang menyehatkan ini dilakukan secara bertahap, teratur (istiqamah), dan cukup sehingga hasilnya dapat diperoleh secara jangka panjang dan continue. Bugar yang diperoleh mampu menunjang aktivitas-aktivitas muslim yang produktif, termasuk dalam beribadah seperti rutinan shalat bahkan lebih bugar ketika menunaikan haji dan umrah.
Dalam pandangan ulama fikih, olahraga termasuk bidang ijtihadiyat. Secara umum hukum melakukannya adalah mubah (diperbolehkan), bahkan olahraga ini dapat bernilai ibadah, apabila diniati ibadah. Secara detail, islam tidak mengatur masalah yang berhubungan dengan berolahraga, karena termasuk masalah duniawi atau ijtihadiyat. Islam hanya memberikan prinsip dan landasan umum yang harus dipatuhi dalam kegiatan berolahraga. Allah SWT sendiri mengingatkan secara tidak langsung bahwa kita perlu melatih dan menyiapkan kekuatan yang kita miliki, salah satunya kekuatan fisik yang caranya dapat dengan berolahraga. Allah SWT berfirman,
وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْۚ لَا تَعْلَمُوْنَهُمْۚ اَللّٰهُ يَعْلَمُهُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يُوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ
Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda. Dengannya (persiapan itu) kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, (tetapi) Allah mengetahuinya. Apa pun yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas secara penuh kepadamu, sedangkan kamu tidak akan dizalimi. (QS. Al-Anfal: 60)
Baca Juga : Olahraga dalam Pandangan Islam, Dapatkah Bernilai Ibadah?
-
Istirahat Cukup
Selain olahraga, perlu diimbangi juga dengan istirahat yang cukup. Istirahat seperti tidur merupakan bagian dari melatih kebugaran. Allah SWT sendiri yang menyebutkan tidur ini sebagai istirahat.
وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ(9)وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًاۙ(10)وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ(11)
Kami menjadikan tidurmu untuk beristirahat. Kami menjadikan malam sebagai pakaian. Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan. (QS. An-Naba: 9-11)
Meski begitu tidur yang kita lakukan juga perlu memperhatikan waktunya. Rasulullah melarang 2 waktu untuk tidur yaitu pada pagi hari setelah shalat subuh dan sebelum isya. Diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah SAW membenci tidur sebelum isya dan mengobrol setelahnya (HR. Bukhari Muslim).
-
Bersedekah
Suatu hari Rasulullah SAW bersabda “Obatilah orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah” (HR Al Tabrani dan Al Baihaqi). Kalimat hadis ini memiliki makna yang luar biasa, banyak orang yang bertanya-tanya, bagaimana bisa sedekah dapat mengobati sakit? Bagaimana sedekah bisa menjaga diri kita tetap sehat?
Secara fisik, sedekah tidak ada hubungannya dengan pengobatan. Berbeda dengan olahraga dan istirahat atau ketika hal-hal medis dengan melalui proses periksa, memberi diagnosa, beri obat. Pada saat kita bersedekah dengan ikhlas kepada orang yang membutuhkan, pemberian kita diterima dengan kegembiraan bahkan mungkin tetesan air mata bahagia, pada detik-detik itulah kita akan merasakan sangat bahagia, dan bersyukur.
Hormon yang keluar ketika kita bahagia, senang, tersenyum akan membunuh kuman penyakit, dan membentuk sel sel baru yang dapat menjadi imunitas tubuh. Sedekah terbukti tidak hanya menyehatkan tubuh, sedekah diyakini dapat mengatasi berbagai masalah yang datang mendera. “ Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya bias dihapus dengan puasa, shalat, sedekah, dan amar maruf nahi mungkar’. (HR Al Bukhari dan Muslim).
Baca Juga : Zakat Infak Sedekah dan Wakaf sebagai Salah Satu Konsep Harta dalam Islam
-
Jaga Kebersihan Tubuh
Kebersihan tubuh telah disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai bentuk menyucikan diri. Bahkan Allah SWT sendiri yang menyebut, Dia menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur. (QS. Al-Maidah: 6)
Kedua ayat ini dapat merepresentasikan bahwa taharah bukan hanya sebagai awal dari ibadah saja, tetapi secara tidak langsung Allah SWT memberi perhatian terhadap kebersihan tubuh, mulut, pakaian dan lingkungan. Hal-hal ini merupakan bagian ikhtiar dari hidup sehat.
Itulah 9 pedoman yang bisa kita terapkan sebagai ikhtiar seorang muslim untuk hidup sehat dan bugar sebagaimana meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Apabila pedoman tersebut dijalankan dengan istiqamah, insyaAllah kita akan mendapat kebugaran dan ketenangan dalam menjalani ibadah keseharian, termasuk dalam bermuamalah. Mari mulai menjalankan pola hidup sehat sebagai bentuk rasa syukur atas amanah kesehatan yang Allah berikan.


Seperti Al-Qur’an, mengapa shalat malam ini merupakan bagian dari 
Aktivitas terpenting untuk menjaga kebugaran badan yaitu dengan rutin berolahraga. Tentunya olahraga yang menyehatkan ini dilakukan secara bertahap, teratur (istiqamah), dan cukup sehingga hasilnya dapat diperoleh secara jangka panjang dan
Suatu hari Rasulullah SAW bersabda “Obatilah orang yang sakit diantara kalian