22 May 2019

Bagaimana Puasa bagi Ibu Hamil?

 Puasa bagi Ibu Hamil

Puasa bagi ibu hamil sebenarnya tidak lagi menjadi kewajiban mutlak. Artinya, Islam memberikan keringanan agar ibu hamil tersebut tetap dalam kondisi yang sehat. Karena dikhawatirkan akan mempengaruhi  kandungannya. Dalam artikel ini akan dijelaskan landasan hukum bagaimanakan puasa bagi ibu hamil, serta dijelaskan tentang hal-hal yang perlu dierhatikan jika ibu hamil teta menjalankan puasa.

Mengenai landasan hukum kewajiban puasa.  Kewajiban puasa dimulai sejak kita melihat bulam. Rasulullah Saw. bersabda, “Sumu liru’yatihi wa afthiru liru’yatihi.”

Artinya: “Berpuasalah kalian semua karena melihat bulan. Dan berhari rayalah kalian semua karena melihat bulan.”

Dari hadis inilah umat muslim yang sudah memasuki umur baligh, berakal, sehat, dan mampu, diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Lantas,  bagaimana dengan posisi puasa bagi ibu hamil? Ibu hamil menurut Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Kasyifat al-Saja  termasuk dalam kelompok yang tidak berkewajiban menjalankan puasa. Dalam kitab ini disebutkan ada enam orang yang secara syara’ boleh membatalkan puasa.

Enam orang tersebut yaitu, musafir, orang sakit, orang tua tak berdaya (jompo), ibu hamil, orang yang tercekik haus, dan wanita yang sedang menyusui .  Mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa namun tetap  berkewajiban untuk menggantinya di kemudian hari. Menurut kesepakatan ulama, enam orang ini mungkin saja kehilangan kemampuannya untuk berpuasa dan mempengaruhi kesehatannya.

Kapan Ibu Hamil bisa Berpuasa?

Puasa bisa saja dilakukan bagi ibu hamil, namun harus memperhatikan waktu yang tepat.   Menurut dr. Yusra Firdaus, dokter umum yang menulis di kolom hellosehat,  ibu hamil boleh saja berpuasa saat trimester kedua saat sudah mulai nyaman dengan kondisi kehamilannya. Pada trimester pertama dan ketiga, merupakan masa yang rentan bagi ibu hamil dan disarankan untuk tidak berpuasa.

Pada trimester pertama,  tubuh seorang ibu masih beradaptasi dengan adanya kandungan. Sehingga, perubahan hormon, rasa mual, dan muntah masih sering dialami pada masa ini.  Jika pun ibu hamil memaksakan berpuasa pada masa ini, ia akan rentan dehidrasi dan janinnya kekurangan asupan yang cukup. Tentunya, hal ini membahayakan bagi pertumbuhan janin.

Berdasarkan penelitian di Tehran, Iran pada tahun 2004 menyebutkan bahwa andaikan puasa bagi ibu hamil tetap berjalan di masa trimester pertama, berpotensi memiliki 1,5 kali lebih besar melahirkan bayi dengan berat kurang dari 2,5 kilogram.  Ini terjadi karena kurangnya asupan gizi yang seharusnya tersedia 180 kalori perharinya untuk memenuhi kebutuhan bayi.  

Sementara pada trimester ketiga atau akhir, janin dalam kandungan masih terus berkembang dan tumbuh menuju penyempurnaan organ-organ penting. Sehingga, ibu hamil disarankan untuk tetap makan secara teratur untuk mencukupi asupan janinnya. Selain itu, pada masa ini kelahiran janin bisa terjadi kapan saja dan ibu hamil diharapkan mempunyai tenaga yang cukup untuk melahirkan. Maka, sangat perlu mencukupi gizi pada masa seperti ini.

Apa yang perlu disiapkan bagi ibu hamil Sebelum berpuasa?

Puasa bagi ibu hamil tetap harus  memperhatikan beberapa hal, itu pun harus dipersiapkan dengan baik. Bukan hanya sekedar kuat berpuasa di trimester kedua saja. Berikut hal-hal yang perlu disiapkan,

  1. Selalu berkonsultasi dengan dokter atau bidan.  Perikasalah terlebih dahulu, apakah terjadi komplikasi yang parah jika ibu hamil berpuasa (seperti anemia, dan diabetes gestasional). Bagi yang memiliki komplikasi tersebut, ikutilah saran dokter mengizinkan berpuasa atau tidak.
  2. Mengurangi konsumsi kafein berlebihan (baik dari soda, kopi maupun coklat). Saat hamil, konsumsi kafein maksimal yang dianjurkan hanya 200 mg atau setara dengan dua cangkir kopi instan.
  3. Berpuasa bagi ibuu hamil dan dalam kondisi bekerja sangatlah berat. Ini perlu menjadi pertimbangan siapapun yang ada di sekelilingnya, termasuk rekan kerja. Karena dalam keadaan tersebut, berpuasa menguras banyak asupan gizi dan semakin tinggi resikonya.
  4. Membuat diari makanan sendiri. Ibu hamil dapat mencatat asupan gizinya dalam diari tersebut. Sehingga tidak terjadi kekurangan dan dapat menghitung sendiri asuan kalori perhari.

Kapan ibu hamil yang berpuasa harus ke dokter?

Melakukan pendampingan dan kontrol kepada dokter harus tetap dijaga.  Berikut waktu yang teat untuk kontrol rutin saat puasa bagi ibu hamil.

  1. Jika mengalami penurunan berat badan yang signifikan, segeralah periksa ke dokter. Selama berpuasa, potensi berkurangnya asupan gizi semakin tinggi. Sehingga tetap waspada agar keseimbangan terjaga.
  2. Jika dehidrasi, segeralah ke dokter. Gejala yang muncul biasanya ibu hamil merasa sangat haus, buang air kecil tidak sebanyak biasanya dan urin berubah warna menjadi pekat dan baunya menyengat. Ini sangat rentan terjadi infeksi saluran kemih.
  3. Jika ibu hamil merasa sakit demam yang tidak biasa, disertai dengan sakit kepala, segeralah perika ke dokter.
  4. Ketika ibu hamil merasa mual, lemas, dan muntah-muntah, segeralah membatalkan puasa dengan meminum cairan oralit untuk mengembalikan ion tubuh yang hilang selama puasa. Setelah itu, periksalah ke dokter.
  5. Jika terjadi pergerakan yang tidak seperti biasanya dari bayi dalam kandungan, periksakan ke dokter lagi.

Memahami Nutrisi yang dibutuhkan saat hamil

 Puasa bagi Ibu Hamil

Selain membahas bagaimana puasa bagi ibu hamil, layaknya juga memahami nutrisi-nutrisi apa saja yang dibutuhkan, sehingga ibu hamil bias mempertimbangkannya dengan sangat teliti. Pada trimester pertama, trimester ini berlangsung dari minggu 1 sampai minggu ke 12 kehamilan. Pada minggu pertama sampai minggu keempat, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung kalori, seperti daging merah dan ungags, agar tubuh memiliki energi cukup dan janin berkembang pesat.

Minggu kelima dan keenam masih mengalami muntah dan mual, pilihlah sayuran hijau bias dibuat sup dan memperbanyak vitamin dan mineral. Pada minggu ketujuh dan keelapan janin mengalami pembentikan rangka dan tubuh. Guna menunjang pembentukan tulang, dibutuhkan kalsium sebanyak 1000 miligram perhari. Saat minggu kesembilan membutuhkan vitamin c dan asam folat yang banyak.

Pada minggu kesepuluh, ibu hamil membutuhkan protein yang mengandung asam amino tinggi agar janin memproduksi sel otak lebih sempurna. Minggu kedua belas membutuhkan nutrisi tinggi, seperti vitamin A,B1,B2,B2, dan B6, selain itu zat besi, kalsium dan lemak juga dipertimbangkan.

Pada trimester kedua, seimbangkan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan minum banyak air. Penting juga mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, magnesium dan vitamin D karena akan membantu menumbuhkan tulang dan gigi yang kuat, makanan yang mengandung omega-3 sangat penting untuk perkembangan otak janin. Beberapa contoh makanan itu seperti, alpukat, brokoli, kacang hijau, kubis, wortel, buah kering, ikan sarden, selai kacang. Adapun pelarangannya seperti makan ikan yang mengandung merkuri  seperti ikan hiu dan ikan besar lainnya.

Puasa bagi ibu hamil, perlu sekali memperhatikan dan terus melakukan pendampingan dokter. Sedangkan pada trimester ketiga, fase terakhir kehamilan menjagakestabilan nutrisi-nutrisi sambil mengontrol berat badan. Yang terpenting bagi ibu hamil adalah kesehatan janinnya. Maka, penuhi dulu hak janin baru jika mampu berpuasa. Semoga manfaat (Zainal Abidin)

Artikel ini diolah dari hellodokter dan doktersehat.

Zakat Sekarang
Bagikan :

Konsultasi ZISWAF

Foto Ustadz Zul Ashfi DD

Pertanyaan:  Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh Saya ingin bertanya tentang zakat harta warisan. Saya seorang ibu dari 3 anak (2 anak laki-laki dan 1…

Download PDF Panduan Zakat

Download Panduan Zakat

Informasi lengkap dan praktis untuk mempelajari zakat secara komprehensif.

Download Panduan Zakat di sini !
Kalkulator zakat

Kalkulator Zakat

Program yang akan membantu menentukan jumlah besaran Zakat yang akan Anda tunaikan.

Hitung Zakat Anda di sini !