Rukun Iman, Makna dan Urutannya

13699

“Berapakah rukun iman dalam Islam?” Pertanyaan seperti ini sering ditemui oleh muslimin muslimat, khususnya di Indonesia. Sedari kecil, kita diajarkan untuk menghafalkan rukun Islam dan juga rukun iman. Meski sudah menghafalnya sejak kecil, apakah lantas kita sudah memahami makna pada masing-masing rukun tersebut?

Untuk lebih memahami apa itu rukun iman, kita bisa mulai dari memahami makna kedua kata tersebut. Rukun bermakna pilar-pilar atau tiang yang menegakkan sesuatu. Sedangkan pengertian iman, menurut beberapa ulama berarti percaya dalam hati (membenarkan), mengakui dengan lisan dan melakukan dengan perbuatan yang menghasilkan sikap menerima dan tunduk.

بَابُ اْلقَوْلِ بِأَنَّ اْلِإيْمَانَ تَصْدِيْقٌ بِاْلقَلْبِ، وَإِقْرَارٌ بِالِّلسَانِ، وَعَمَلٌ بِالْجَوَارِحِ. لَا يَكُوْنُ مُؤْمِناً إِلَّا أَنْ تَجْتَمِعُ فِيْهِ هَذِهِ الْخِصَالِ الثَّلَاثِ

“Bab perkataan bahwa iman adalah pembenaran dengan hati, dan ikrar dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota tubuh. Seseorang tidak menjadi mu’min (beriman) kecuali terkumpul padanya tiga hal tersebut.” (Imam Al-Ajuriy)

Rukun iman artinya adalah pilar-pilar yang menyangga iman seorang muslim. Dengan meyakini rukun-rukun tersebut, maka tegaklah iman seorang muslim. Beberapa ulama menyimpulkan rukun iman terdiri dari enam rukun, seperti dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, rukun iman disebutkan sebagai berikut:

فأخبرني عن الإيمان قال أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره

“Maka kabarkan padaku tentang iman, Rasulullah bersabda: Iman adalah bahwa kamu beriman kepada Allah dan malaikatNya, segala kitabNya, dan RasulNya dan hari akhirat serta kamu beriman dengan qadar baik dan buruk.” (H.R. Imam Muslim)

Iman kepada Allah SWT

rukun-iman-kepada-Allah

Iman kepada Allah merupakan rukun iman pertama dan paling utama dalam Islam. Seorang muslim haruslah terlebih dahulu mengenal siapa Tuhannya, Allah SWT. Menurut Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijiri, keimanan tersebut bisa terwujud dalam empat perkara berikut:

  1. Iman Terhadap Keberadaan (wujud) Allah subhanahu wa ta’ala
  2. Iman bahwa Allah adalah Tuhan yang Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya
  3. Beriman dengan Uluhiyyah Allah subhanahu wa ta’ala
  4. Beriman dengan Asma’ (nama-nama) dan sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala

Iman kepada malaikat

iman-kepada-malaikat-masjid-turki

Rukun iman yang kedua adalah beriman kepada malaikat-malaikat-Nya. Makna dari beriman kepada para malaikat adalah meyakini bahwa Allah telah menciptakan para malaikat dan meyakini bahwa:

  1. Malaikat bukanlah laki-laki ataupun perempuan
  2. Malaikat tidak makan dan minum
  3. Malaikat tidak tidur
  4. Malaikat tidak menikah dan tidak memiliki nafsu
  5. Malaikat adalah makhluk yang mulia

Jumlah malaikat Allah tidak terhitung banyaknya. Namun, ada 10 malaikat yang wajib diketahui oleh seorang muslim, yaitu malaikat Jibril (menyampaikan wahyu), mikail (menyampaikan rezeki), Israfil (peniup sangkakala), Izrail (pencabut nyawa), Munkar Nakir (penanya ruh di alam barzah), Raqib Atid (pencatat amal manusia), Malik (penjaga pintu neraka) dan Ridwan (penjaga pintu surga).

Iman kepada kitab-kitab Allah

iman-kepada-kitab-Allah-quran

Rukun iman ketiga adalah percaya kepada kitab-kitab-Nya. Beriman di sini bermakna  meyakini dan percaya bahwa Allah telah menurunkan wahyu (kitab suci) melalui malaikat Jibril kepada para rasul untuk disampaikan kepada umat yang berisi petunjuk dan pedoman hidup bagi hamba-hamba-Nya.

Jumlah kitab yang Allah SWT telah turunkan berjumlah empat kitab. Keempat kitab tersebut adalah Al Quran (diturunkan untuk Nabi Muhammad SAW), Injil (diturunkan untuk Nabi Isa), Taurat (diturunkan untuk Nabi Musa) dan Zabur (diturunkan untuk Nabi Daud).

Iman kepada nabi dan rasul-Nya

iman-kepada-nabi-dan-rasul

Artinya adalah setiap muslim meyakini bahwa Allah SWT telah mengutus para nabi dan rasul unuk menyampaikan wahyu-Nya. Adapun perbedaan nabi dan rasul adalah seorang nabi belum tentu rasul sementara seorang rasul sudah pasti seorang nabi.

Jumlah keseluruhan nabi menurut satu riwayat adalah 124.000 Nabi. Sementara para Rasul keseluruhan berjumlah 313 orang. Dari sekian banyak Nabi dan Rasul, yang wajib kita ketahui hanya 25 saja. Berikut daftar ke-25 Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui tersebut:

Adam as, Idris as, Nuh as, Hud as, Shaleh as, Ibrahim as, Luth as, Ismail as, Ishak as, Ya`qub as, Yusuf as, Ayub as, Syu`ib as, Musa as, Harun as, Zulkifli as, Daud as, Sulaiman as, Ilyas as, Ilyasa` as, Yunus as, Zakaria as, Yahya as, Isa as, Muhammad SAW

Iman kepada hari kiamat

iman-kepada-hari-kiamat

 Suatu saat nanti, seluruh alam semesta akan hancur dan tergantikan dengan kehidupan yang kekal (akhirat). Meyakini hal tersebut merupakan iman terhadap hari kiamat. Peristiwa hari kiamat akan membinasakan seluruh semesta berserta isinya. Peristiwa tersebut terjadi dalam dua fase, yakni kiamat sugro (kecil) dan kiamat kubro (besar).

Kiamat sugro adalah terjadinya kejadian hancurnya jagat raya dengan skala yang kecil. Misalnya adalah bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus, banjir sebagainya

Kiamat kubro adalah kiamat yang sesungguhnya, yaitu proses hancurnya alam semesta beserta seluruh penghuninya. Kiamat kubro ini merupakan salah satu tanda dimulainya kehidupan akhirat. Dengan demikian, manusia akan mulai ditimbang dan dipertanggungjawabkan segala amalnya di dunia. Tanda-tanda hari kiamat kubro ini adalah munculnya Dajjal, turunnya Yakjuj dan Makjuj, terbitnya matahari dari barat dan lain-lain.

Berikut adalah beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang menandakan dahsyatnya peristiwa kiamat:

  1. Bumi digoncangkan sekuat kuatnya hingga mengeluar kan isi yang dikandungnya  (QS. Al- Zalzalah : 1 – 5)
  2. Matahari di gulung, bintang-bintang berjatuhan dan laut meluap. (QS. Al- Infithor : 1 – 3)
  3. Gunung-gunung kemudian pecah berterbangan menjadi pasir  (QS. Al-  Haqqah : 14)
  4. Manusia tidak dapat menolong manusia lainnya, bahkan seorang ayah terhadap anaknya sendiri. (QS. Lukman : 33)

Iman kepada qadha dan qodhar

iman-kepada-qadha-qadar

Rukun iman yang terakhir adalah beriman kepada qadha dan qodhar. Sebagai seorang mukmin, kita harus mengakui dan meyakini bahwa setiap hal yang terjadi di dunia ini atas izin Allah. Kita harus menerima dengan lapang dada semua ketentuan-Nya, baik yang bagi kita baik ataupun kurang baik.

Namun, Allah lah yang tahu, mana yang terbaik untuk kita. Oleh karena itu, kita harus tetap berbaik sangka pada-Nya dan tetap melakukan yang terbaik sebagaimana yang Allah perintahkan untuk kita semua.

Qadha maknanya adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah pada makhluk-Nya, baik berupa penciptaan, peniadaan, maupun perubahan terhadap sesuatu. Sedangkan qodar maknanya adalah sesuatu yang telah ditentukan Allah sejak zaman azali. Dengan demikian qodar ada lebih dulu kemudian disusul dengan qadha.

Demikian adalah keenam rukun iman dalam Islam. Semoga dengan mempelajari dan terus memaknai keenam perkara tersebut, umat Islam senantiasa berada dalam naungan iman hingga kelak Allah panggil kembali di sisi-Nya.

Zakat Sekarang