8 February 2017

Sedekah atau Membayar Hutang

Pertanyaan

Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh, Ustadz.

Mana yang mesti kita dahulukan sedekah atau hutang? Saya punya hutang 1,2 juta sampai sekarang saya belum bisa membayarnya. Dan alhamdulillah saat ini saya punya usaha bisnis online kecil-kecilan, kadang dapat profit 50 ribu perhari kadang tidak, tergantung penjualan. Setiap penjualannya, laku satu saya sedekahkan, dan seterusnya karena niat awal saya setiap penjualan di sedekahkan.

Misal keuntungan 1 pcs 50 ribu, kadang saya sedekahkan 25 ribu kadang 100%, maka apakah saya sudah salah untuk berniat agar dibalas Allah, karena yang saya ketahui setiap sedekah di kalikan 10 kali lipat.

Apakah saya kumpulkan uang 1,2 juta untuk melunasinya langsung? Pemilik uangnya sudah saya hubungin, lalu mereka bilang tidak mengapa, kapan adanya saja, dan mereka tidak mengetahui kalau saya sedang berbisnis online. Namun jika saya lunasi sekaligus saya tidak punya uangnya.

Terimakasih

Dari : Raja

Jawaban

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Benar sekali bahwa amal kebaikan seperti bersedekah ini akan mendapatkan balasan pahala sepuluh kali lipat sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala ;

Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)“. Surat al-An’am, ayat 160.

Bahkan angka tersebut bukanlah angka pembatasan, karena boleh jadi Allah memberikan lebih dari itu semua dengan berlipat, sebagaimana firman-Nya ;

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui“. Surat al-Baqarah, ayat 261.

Namun demikian, ayat-ayat ini tidak menafikan pentingnya menyegerakan pembayaran hutang, baik waktunya telah ditentukan oleh pemberi hutang maupun diberi kelonggaran olehnya karena hukum membayar hutang itu wajib sedangkan sedekah seperti yang digambarkan di atas hukumnya sunat. Ulama sepakat bisa terjadi benturan antara yang wajib dengan yang sunat maka wajib lebih didahulukan atau disegerakan.

Imam al-Bukhari rahimahullah juga meriwayatkan hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ;

Tidak ada satu amalan hamba untuk mendekatkan diri kepada-Ku yang lebih Aku cintai dari pada melakukan amalan yang diwajibkan kepadanya

Lain halnya bila masih memiliki orang tua yang sudah tidak memiliki penghasilan atau tidak mampu berusaha, maka seorang anak berkewajiban menafkahi kedua orang tuanya dan boleh menggunakan uang yang seharusnya dibayarkan kepada hutang itu digunakan untuk kebutuhan orang tuanya. Akan tetapi bila tidak dalam kondisi demikian maka hutang tersebut tetap harus segera ditunaikan bila telah mampu, baik secara kontan maupun dengan cara dicicil. Dan meskipun pemberi hutang itu menganggap tidak mengapa bila uangnya dibayar telat atau dibayar pada waktu yang tidak ditentukan, sama sekali tidak memberi pengaruh kepada status wajibnya membayar hutang. Semoga segala urusan kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Wallahu A’lam

Bagikan :

Konsultasi ZISWAF

Foto Ustadz Zul Ashfi DD

Pertanyaan: Assalamu’alaikum wr. wb Saya mau bertanya, teman saya haid 9 hari selama ramadhan dan sempat mengqadha 2 hari, lalu…

Download PDF Panduan Zakat

Download Panduan Zakat

Informasi lengkap dan praktis untuk mempelajari zakat secara komprehensif.

Download Panduan Zakat di sini !
Kalkulator zakat

Kalkulator Zakat

Program yang akan membantu menentukan jumlah besaran Zakat yang akan Anda tunaikan.

Hitung Zakat Anda di sini !