Serba Serbi Hari Guru Nasional Diperingati 25 November

88

Hari Guru Nasional

Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November memiliki sejarah yang sangat panjang. Peringatan Hari Guru Nasional bertepatan dengan hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945. Apa saja serba-serbi yang menghiasi Sejarah Hari Guru Nasional? Yuk, simak hingga tuntas, ya!

Sejarah Hari Guru Nasional

sejarah hari guru nasional

Persatuan Guru-Guru di Indonesia telah tumbuh sejak sebelum era kemerdekaan. Disadur dari situs resmi pgri.or.id, pada tahun 1912 guru-guru pribumi mendirikan organisasi perjuangan yang diberi nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) dengan anggota yang terdiri dari latar belakang berbeda. Anggotanya terdiri dari Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah.

Anggota PGHB bertugas untuk membantu di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Karena perbedaan latar belakang pendidikan dan status sosial, maka seiring perkembangan, lahir organisasi lain untuk mewadahi perjuangan nasib para guru yaitu Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB).

Organisasi-organisasi tersebut mendorong semangat guru pribumi untuk memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Perjuangan para guru membuahkan hasil dengan berpindahnya jabatan di bidang pendidikan ke tangan orang Indonesia, yang sebelumnya selalu dikuasai oleh Belanda. Perjuangan pun meluas ke banyak aspek hingga menjadi perjuangan nasional untuk memerdekakan Indonesia.

baca juga: KIPRAH TOKOH ULAMA HEBAT DI ERA KEMERDEKAAN INDONESIA

Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) pada tahun 1932. Perubahan nama ini mengejutkan pihak Belanda karena mencerminkan suasana semangat kebangsaan Indonesia. Belanda tidak senang dengan perubahan nama tersebut yang terjadi secara tiba-tiba.

Bahkan, PGI dilarang beroperasi pada era penjajahan Jepang. Kendati demikian, semangat kemerdekaan tetap membara di jiwa para guru Indonesia. Pada tanggal 24-25 November 1945 mereka menggelar Kongres Guru Indonesia di Surakarta. Pada pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk menghapus segala perbedaan latar belakang organisasi yang didasari atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku.

Para guru sepakat bahwa anggota organisasi merupakan semua guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada tanggal 25 November 1945 lahirlah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Lalu, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI sebagai Hari Guru Nasional yang selalu diperingati setiap tahun pada 25 November.

Lirik Lagu Hymne Guru

Lagu Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa diciptakan oleh Sartono pada tahun 1980-an. Ia adalah seorang mantan guru musik yayasan Swasta di Madiun, Jawa Timur. Uniknya, ia belajar musik secara otodidak tanpa memiliki latar belakang pendidikan tinggi tentang musik, seperti dilansir dari Kumpulan Lagu Wajib Nasional, Tradisional, dan Anak Populer (2017).

Lagu Hymne Guru memiliki arti kita harus menghargai guru karena guru sangat berjasa bagi pendidikan di Indonesia. Lagu ini selalu dikumandangkan di Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei.

Sahabat, kamu pasti kenal dengan Hymne Guru yang sering dilantunkan saat wisuda dan perpisahan sebagai ucapan terima kasih kepada guru. Inilah liriknya hasil karya Almarhum Sartono:

Terpujilah wahai engkau 
ibu bapak guru 
Namamu akan selalu hidup 
dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir 
di dalam hatiku 
Sebagai prasasti terima kasihku 
tuk pengabdianmu 

Engkau sbagai pelita 
dalam kegelapan 
Engkau laksana embun penyejuk 
dalam kehausan 
Engkau patriot pahlawan bangsa 
tanpa tanda jasa

Zakat untuk Fisabilillah Bidang Pendidikan

Dalam zakat, ada kategori yang disebut sebagai golongan fiisabilillah. Fisabilillah berhak untuk menerima zakat dikarenakan mereka berjuang di jalan Allah SWT yaitu berperang, berdakwah, belajar, dan lainnya.

baca juga: 5 MANFAAT ZAKAT UNTUK FISABILLLAH BIDANG PENDIDIKAN

Kajian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAZ) menyebutkan, zakat untuk fisabilillah dapat digunakan untuk membiayai dakwah di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Selain itu, zakat untuk fisabilillah dapat digunakan untuk peningkatan kompetensi keterampilan hidup, kepemimpinan, kewirausahaan, serta pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

Yuk, ikuti petualangan Dompet Dhuafa dalam mengantarkan zakatmu untuk pendidikan yang lebih baik di video ini!

Sudah ditonton? Yuk, ditonton dengan hati! Lihat, zakatmu berdampak bagi kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia.

Para guru masih memperjuangkan nasibnya untuk mendapatkan kesamaan hak hingga kini. Guru berhak mendapatkan akses pelatihan dan fasilitas, sehingga mereka dapat mengajar dengan keahlian mumpuni dan hati yang tenang.

baca juga: KISAH INSPIRATIF MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU DARI BUDIDAYA MADU KELULUT

Jadi, zakat bukan hanya rukun Islam yang dilafalkan di dalam lisan, tetapi juga dipraktikkan agar membawa dampak dan manfaat nyata untuk para mustahik. Sejak 1993, Dompet Dhuafa menyalurkan amanat donatur dan membina para penerima manfaat dari hulu ke hilir supaya kehidupan mereka benar-benar membaik.

Yuk, jadi manusia yang bermanfaat dengan zakat di Dompet Dhuafa. Bikin zakatmu berdampak dengan Klik Zakat Sekarang untuk menebar kebaikan.

 

Ditulis oleh: Syasa Halimatussyadiyah

Sumber:

Sejarah Singkat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 

Tirto.id Lirik Lagu Hymne Guru

 

Zakat Sekarang