8 August 2017

Tidak Mengqadha Puasa Dua Tahun Lalu

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr. wb

Saya mau bertanya, teman saya haid 9 hari selama ramadhan dan sempat mengqadha 2 hari, lalu dia lupa mengqadha 7 hari sisa hingga bertemu lagi dengan bulan puasa berikutnya. Setelah itu seperti biasa dia haid lagi 7 hari pada bulan puasa selanjutnya. Setelah ramadhan dia membayar hutang puasa yang 7 hari tanpa membayar utang puasa tahun lalu. Bagaimana dia membayar hutangnya dan jika membayar kafarat berapa jumlah seluruhnya? Tolong jelaskan juga bagaimana hukumnya jika membayar hutang puasanya tanpa membayar kifarat apakah diperbolehkan dan harus berpuasa berapa hari?

Althafunnisa, Jakarta

Jawaban:

Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Kewajiban puasa sama sekali tidak gugur hanya disebabkan haid, karena yang terjadi hanyalah pengunduran waktu berpuasa di waktu yang lain di luar ramadhan, atau yang biasa disebut dengan mengqadha puasa yang waktunya terbentang semenjak tanggal 2 syawal hingga menjelang akhir sya’ban. Apabila seseorang tidak mengqadha puasa tersebut dalam rentang waktu ini tanpa ada uzur, jelas telah melakukan dosa besar, dan wajib bertaubat dari dosa itu.

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan;

نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ

Kami disuruh Rasulullah mengqadha puasa, bukan mengqadha shalat” (HR: Imam Muslim, dll)

Dari 9 hari yang ditinggalkan hanya 2 hari puasa yang diqadha dalam rentang waktu antara dua ramadhan tersebut. Artinya masih ada 7 hari puasa yang belum diqadha hingga pada akhirnya bertemu dengan ramadhan berikutnya. Maka yang harus dilakukan saat ini adalah mengqadha 7 hari puasa yang ditinggalkan itu dengan tambahan denda fidyah untuk 7 hari sebanyak 6 Ons makanan pokok seperti beras dan dikali 7 hari, yakni 4,2 Kg.

Setelah qadha puasa ini usai dan telah membayarkan denda fidyah, dapat langsung dilanjutkan dengan mengqadha puasa terakhir yang ditinggalkan, ataupun dilakukan sebaliknya juga tidak mengapa tanpa meninggalkan denda fidyah tersebut. Baik berpuasa qadha terlebih dahulu lalu membayar kafarat fidyah, atau kafarat terlebih dahulu kemudian puasa, maupun dilakukan pada saat yang sama, tidak ada halangan sama sekali.

Wallahu A’lam

Qadha Puasa atau Fidyah bagi Ibu Hamil?

Bagikan :

Konsultasi ZISWAF

Foto Ustadz Zul Ashfi DD

Pertanyaan: Assalamualaikum Ustadz, Apakah tidak boleh bersedekah jika masih memiliki hutang? Adakah dalil atau sunnah Rasulnya? Bram Jawaban: Wa’alaikumussalam wa…

Download PDF Panduan Zakat

Download Panduan Zakat

Informasi lengkap dan praktis untuk mempelajari zakat secara komprehensif.

Download Panduan Zakat di sini !
Kalkulator zakat

Kalkulator Zakat

Program yang akan membantu menentukan jumlah besaran Zakat yang akan Anda tunaikan.

Hitung Zakat Anda di sini !