www.dompetdhuafa.org
20 June 2012

Bagaimanakah Hukum Zakat Hasil Penjualan Tanah?

Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Ibu saya berusia 74 tahun dalam keadaan sakit baru menjual salah satu rumahnya dengan penerimaan bersih hasil penjualan sejumlah Rp. 400.000.000,-. Rumah tersebut sudah beberapa tahun kosong dan tidak memberikan penghasilan bagi Ibu saya. Ibu saya menghendaki membayar zakat atas penjualan rumah yang baru beliau jual. Peruntukkan pokok dari hasil penjualan rumah tersebut adalah untuk menutupi biaya pengobatan dan perawatan Ibu saya selama sakit serta kebutuhan hidupnya sehari-sehari.
Bagaimanakah ketentuan pembayaran zakat atas penjualan rumah Ibu saya tersebut?

lightxxxxx@yahoo.com

Jawab:

Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh

Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara serta memberikan kesembuhan kepada Ibu saudara. Syafaahallah syifaan ‘aajilan.

Para ulama menamakan harta yang diperoleh melalui penjualan sesuatu, bukan dalam kerangka bisnis, termasuk harta mustafad. Contoh harta mustafad lainnya, hadiah, warisan, bonus dan gaji.

Untuk harta mustafad dari penjualan sesuatu, bila harta tersebut mencapai nishab (senilai 85 gram emas) berarti wajib dikeluarkan zakatnya 2,5 persen. Hanya saja, para ulama berbeda pendapat tentang waktu wajib mengeluarkan zakatnya.

Pendapat pertama mengatakan bahwa harta mustafad dikeluarkan zakatnya setelah menerima uang tersebut. Zakat ini dikeluarkan setelah dikurangi hutang jatuh tempo atau kebutuhan darurat lainnya. Zakat juga bisa dikeluarkan tanpa mengurangi sama sekali terlebih dahulu. Syaikh Yusuf Al-Qardhawi, ketua persatuan ulama international, menguatkan pendapat ini. Hal ini merujuk pada pendapat Abdullah bin Mas’ud, Mu’awiyah, Umar bin Abdul Aziz dan Imam Zuhri.

Sementara pendapat yang kedua mengatakan bahwa harta mustafad dikeluarkan zakatnya setelah genap tersimpan satu tahun. Apabila ada pengurangan dalam satu tahun, pengurangan itu tidak masuk dalam hitungan zakat. Banyak ulama yang mengikuti pendapat ini. Hanya saja, mereka sepakat apabila seseorang telah memiliki harta yang mencapai nishab lalu mengeluarkan zakatnya sebelum tiba haul, hal itu diperbolehkan. Bahkan, sebagian ulama berpandangan itu lebih afdhal karena menyegerakan penyampaian hak-hak orang tidak mampu.

Menurut hemat kami, saudara bisa langsung mengeluarkan zakatnya 2,5 persen dari hasil penjualan tanah itu. Atau, saudara mengurangi terlebih dahulu dengan beban biaya pengobatan Ibu saudara. Setelah itu, saudara keluarkan 2,5 persen dari sisa biaya pengobatan. Bila saudara mengikuti pendapat yang pertama, semua ulama sepakat bahwa hal itu diperbolehkan.

Wallahu a’lam

Bagikan :

Konsultasi

Bagaimana cara menghitung zakat cabe dan termasuk zakat apa ?

Download Panduan Zakat

Informasi lengkap dan praktis untuk mempelajari zakat secara komprehensif. Lihat PageFlip

Kalkulator Zakat

Program yang akan membantu menentukan jumlah besaran Zakat yang akan Anda tunaikan.

Quiz Zakat

Uji pengetahuan Anda seputar Zakat dan dapatkan hadiah menarik dari Dompet Dhuafa