Hukum Penggunaan Dana Zakat untuk Pembangunan Masjid

14134

Zakat untuk Masjid

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya ingin bertanya, bolehkan menggunakan dana zakat untuk pembangunan masjid? Mohon penjelasan lengkapnya. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yatim dari Banten

Baca Juga: Jenis-Jenis Zakat

Jawaban:

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Saudara Yatim yang dirahmati Allah SWT, pada surah At-Taubah, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya,untuk (memerdekaan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. At Taubah: 60)

Para ulama berbeda pendapat tentang penggunaan dana zakat untuk pembangunan masjid. Perbedaan pendapat ini bersumber dari perbedaan penafsiran tentang kata “fii sabilillah”.

Pendapat pertama: melarang penggunaan dana zakat untuk pembangunan masjid. Sebab, menurut mereka kata fii sabilillah berarti berperang di jalan Allah swt. Di samping itu, kata “innama” para awal ayat memiliki fungsi hashr dan itsbat (pembatasan cakupan dan penetapan), sehingga kata “fii sabilillah” tidak bisa ditafsirkan dengan semua bentuk kebaikan. Mereka juga berhujjah bahwa makna suatu kalimat dalam Al-Qur’an harus ditafsirkan sesuai dengan pengertian kalimat tersebut pada waktu turunnya ayat. Pendapat yang pertama ini adalah pendapat sebagian besar ulama.

Pendapat kedua: boleh menggunakan dana zakat untuk masjid. Menurut mereka, kata fii sabilillah mencakup semua yang memiliki nilai kebaikan. Pendapat yang kedua ini adalah pendapat Imam Ar-Razi dan Imam Al-Kasani. Sedangkan Syaikh Rasyid Ridha dan Syaikh Mahmud Syalthut menafsirkan kata “fii sabiilillah” dengan: segala sesuatu yang berhubungan dengan kemaslahatan umum umat muslim.

Pendapat ketiga: boleh menggunakan dana zakat untuk pembangunan masjid ketika darurat. Hukum asalnya tidak boleh menggunakan dana zakat untuk tempat ibadah ini. Hanya saja, zakat dapat digunakan untuk membangun masjid pada saat:

  1. Ketika tidak ada dana lain untuk membangun tempat ibadah tersebut selain dana zakat.
  2. Ketika belum ada mesjid sedangkan kebutuhan masjid sangat dibutuhkan, kebutuhan fakir miskin terdekat telah terpenuhi, serta masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat saja tapi juga berfungsi untuk menegakkan dan memperjuangkan agama Allah.

Jadi, masjid ini harus berfungsi sebagai tempat shalat dan pusat dakwah Islam untuk menolong dan memperjuangkan agama Allah. Ketentuan-ketentuan itu hanya dapat terpenuhi pada daerah-daerah terpencil dan miskin atau pada negara-negara yang muslimnya minoritas.

Kesimpulan

Menurut hemat kami, pendapat yang ketiga tentang zakat untuk masjid ini memiliki landasan yang cukup kuat. Pendapat ini tidak mengeluarkan kata fii sabilillah dari makna berperang di jalan Allah atau memperjuangkan agama Allah. Syaikh Yusuf Al-Qardhawi menguatkan pendapat yang ketiga ini.

Wallahu a’lam.

Hukum Zakat untuk Mesjid

 

Zakat Sekarang