Pilih Kurban Harga Murah atau Kurban Harga Premium? Kurban di Lembaga atau Kurban di Dekat Rumah? Baca Ini Dulu Dong!

216

Setiap tahunnya pada Hari Raya Idul Adha, kita disunnahkan untuk melakukan ibadah kurban terutama bagi orang-orang yang telah memenuhi syarat-syarat seorang pekurban. Hanya saja, sering kali kita bingung berapakah dan kemanakah kita ingin berkurban karena banyaknya pilihan yang tersedia baik di dekat rumah atau berbagai lembaga pengelola kurban lainnya.

Sebelum kita membahas tentang berapa dan dimana kurban yang baiknya dipilih ada baiknya kita mengingat dulu arti dari niat kita yang utama dari berkurban. Seperti Sabda Rasulullah:

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat Imam Ahli Hadits)

Lebih Baik Kurban Harga Murah atau Kurban Harga Premium?

Jika kita hendak berpergian ke pasar lalu membeli kebutuhan pokok, biasanya kita akan memilih harga yang terjangkau dan berkualitas. Namun, berkualitas itu tidak bisa dibandingkan dengan harga yang murah. Itulah sebabnya kita harus membandingan kurban yang bukan hanya harga murah saja tetapi juga harga kurban dengan harga premium agar dapat mendapat kualitas daging yang baik.

Baca Juga: 5 Tips Kurban Online yang Aman

Lalu, mana pilihan yang lebih baik? Untuk mendapatkan kurban dengan kualitas yang baik dengan harga terjangkau tentu kembali lagi kepada pilihan masing-masing. Apakah kita ingin memberikan yang terbaik atau sekedar berkurban saja sebagai ibadah terbaik kita pada Allah SWT. Sama seperti halnya sedekah, karena sedekah yang terbaik adalah sedekah yang berasal dari apa yang kita cintai.

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْبَقَاءَ وَلَا تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Harb] berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [‘Umarah] dari [Abu Zur’ah] dari [Abu Hurairah] ia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Beliau bersabda: “Engkau bersedekah sedang engkau dalam keadaan sehat, pelit dan takut miskin dan ingin hidup kekal, engkau tidak menunda (untuk sedekah) hingga nyawa telah sampai pada leher. Engkau katakan ‘Ini Untuk fulan sekian dan ini untuk si fulan sekian’.”

Tak hanya itu saja, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga berkurban dengan kambing gemuk dan besar. Hal ini menunjukkan bahwa hewan kurban yang kita pilih sebaiknya adalah hewan kurban yang terbaik Seperti dalam hadis berikut,

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَوْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحَّى بِكَبْشَيْنِ سَمِينَيْنِ عَظِيمَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ مُوجَأَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’], telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah bin Muhammad bin Aqil] dari [Abi Salamah] dari [Aisyah] atau [Abu Hurairah] bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam berkurban dengan dua kambing yang gemuk, besar, warna putihnya lebih mendominasi warna hitamnya, bertanduk, dan umurnya setara.

Lebih Baik Kurban di Lembaga atau Kurban di Dekat Rumah?

Keluarga, saudara, kerabat, sampai dengan tetangga terdekat, merekalah yang tentu kita perhatikan pertama sebelum kita melihat betapa banyaknya orang-orang di luar sana yang masih membutuhkan uluran tangan kita. Kita mungkin belum tahu atau mungkin belum menyadari bahwa ada banyak orang-orang yang tak mampu yang masih hidup dalam penuh perjuangan.

Salah satu keunggulan kurban lewat lembaga atau yayasan adalah kita dapat mempunyai laporan kurban yang jelas. Walaupun tidak mendapatkan sebagian dari kurban kita, kurban di lembaga dapat memberikan kita ketenangan karena setiap kurbannya diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga: Sejarah Kurban di Zaman Para Nabi

Namun, bukankah lebih baik membantu orang terdekat kita dahulu dari pada orang lain? Benar. Seperti sabda Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ جَمِيعًا عَنْ يَحْيَى الْقَطَّانِ قَالَ ابْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ مُوسَى بْنَ طَلْحَةَ يُحَدِّثُ أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ أَوْ خَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَالْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dan [Muhammad bin Hatim] dan [Ahmad bin Abdah] semuanya dari [Yahya Al Qaththan] – [Ibnu Basysyar] berkata- Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah menceritakan kepada kami [Amru bin Utsman] ia berkata, saya mendengar [Musa bin Thalhah] menceritakan bahwa [Hakim bin Hizam] telah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “sedekah yang paling utama atau paling baik adalah sedekah yang diberikan ketika ia mampu. Dan tangan yang di atas adalah lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan dahulukanlah pemberian itu kepada orang yang menjadi tanggunganmu.” (HR. Muslim No. 1716)

Lalu, manakah yang lebih baik? Kembali lagi, Allah lah Yang Maha Mengetahui isi hati kita. Kepada siapa pun kita berkurban, tidak ada yang salah dan juga tidak ada yang benar karena kurban merupakan ibadah hanya untuk Allah semata. Jika memang dirasa keluarga atau kerabat kita lebih membutuhkan, tak mengapa kurban di dekat rumah begitu juga sebaliknya dengan kurban di lembaga. Pastikan kurban kita aman dan sesuai dengan syarat dan ketentuan kurban yang telah disyariatkan.

Nah, semoga dengan referensi berdasarkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini kita dapat menentukkan kurban berapa dan dimana yang terbaik untuk Allah. Tak perlu risau, semua kembali lagi kepada Allah SWT. Jika kita memang mampu membeli kurban dengan harga yang murah atau standar, Allah pun tahu niat kita begitu juga sebaliknya. Niat yang terbaik adalah niat yang semata-mata untuk lillahi ta’ala. Wallahu’alam.

Zakat Sekarang