Makna dan Hikmah Kurban

87

Tak terasa sebentar lagi Idul Adha akan tiba. Dengan datangnya salah satu hari raya dalam Islam ini juga menjadi pertanda bahwa kurban juga akan bermula kembali. Saat-saat bahagia berbagi bersama orang-orang terdekat telah Allah persiapkan setiap setahun sekali.

Namun, pernahkah Sahabat berpikir masih banyak sekali orang-orang yang tak hanya belum pernah memakan daging bahkan mendapatkan nasi saja mereka sudah bersyukur. Tak perlu jauh-jauh, cobalah berpergian ke daerah-daerah kampung atau orang-orang yang tinggal diluar kota. Pernahkah kita membayangkan bagaimana mereka bertahan hidup?

Itulah mengapa salah satu dari hikmah kurban sendiri adalah mensyukuri nikmat Allah SWT. Kita tidak akan luput dari kebesaran-Nya jika kita hanya berdiri sendiri. Sebelum kita membahas lebih dalam tentang hikmah dari kurban, terlebih dulu kita kulik tentang makna kurban sendiri yaitu sebagai berikut,

Makna Kurban sesuai Al Quran dan Hadist

Allah berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar:2)

Dari ayat tersebut telah ditegaskan bahwa ibadah kurban telah diperintahkan oleh Allah SWT terutama untuk orang yang tengah melakukan ibadah haji.

Adapun jumhur ulama telah sepakat bahwa sebagian besar hukum dari kurban tersebut adalah sunnah muakkadah atau ibadah yang dianjurkan oleh Allah. Oleh karena itu, berkurbanlah selama kita masih bisa (mampu) untuk melakukannya.

Baca Juga: 6 Alasan Penting Sebelum Kamu Kurban di Dompet Dhuafa

Ibadah kurban merupakan ibadah yang dianjurkan semenjak Nabi Ibrahim Alaihisalam diberikan wahyu dari Allah untuk melakukan kurban dengan putranya sendiri yaitu Nabi Ismail Alaihisalam. Namun, Allah berikan kuasa-Nya dengan menggantikan putra Nabi Ibrahim dengan seekor kambing. Darisanalah kita diberikan anjuran untuk berkurban sebagai pengingat untuk terus bertaqwa kepada-Nya sebagaimana firman Allah,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56)

Hikmah Ibadah Kurban

Harta memang bukan segalanya, itulah mengapa Allah mengajarkan kita untuk berbagi dengan cara berkurban untuk orang-orang yang berhak menerima kurban. Itu barulah satu hikmah yang bisa kita dapat, masih banyak lagi hikmah yang dapat kita ambil dari anjuran Allah SWT ini yaitu sebagai berikut,

Berkurban sebagai Syiar Islam

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati”. (QS. Al-Hajj: 32)

Ketika takbir berkumandang, itulah saat dimana kita terpanggil untuk menunaikan ibadah untuk-Nya. Itulah salah satu hikmah dari kurban yang tersirat dalam ayat di atas. Oleh karena itu, kurban bukanlah hanya sekedar penyembelihan hewan semata tetapi juga memperlihatkan bagaimana kuasa Allah dapat merenyuhkan hati kita dengan berbagi kepada sesama di hari yang suci.

Berkurban Membuat Kita Senantiasa Terus Bersyukur

Sadarkah kita bahwa Allah memberikan kita nikmat sudah terlampau banyak. Nikmat berjalan, nikmat berjalan, sampai dengan nikmat hidup telah Allah berikan tanpa harus berdoa untuk memintanya. Namun, tahukah Sahabat jika diluar sana masih banyak Saudara-saudara kita yang butuh gandengan tangan?

Dengan berkurban, kita akan belajar untuk senantiasa bersyukur dengan apa yang kita punya. Karena tak banyak orang yang seberuntung kita yang masih bisa untuk berkurban walaupun dengan biaya terbatas. Sebagaimana firman Allah,

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya “Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. Al-Hajj: 36)

Berkurban Mengajarkan Kita untuk Bertaqwa kepada Allah

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj: 37)

Dari ayat tersebut disebutkan bahwa berkurban juga mengajarkan kita untuk menjaga ketaqwaan kita pada Allah SWT. Allah lah yang memberikan syafaatnya untuk menundukkan hewan-hewan tersebut agar kita mengetahui kuasa-Nya. Lantas, apalagi yang kita tunggu? Sudahkah Sahabat berkurban tahun ini?

Semoga dengan makna dan hikmah tentang kurban ini dapat bermanfaat serta dapat memberikan pupuk pada iman kita untuk terus bertawakal pada Allah. Wallahu’alam.

Zakat Sekarang