Membayar Fidyah Bagi Wanita Hamil

24218

hukum bayar fidyah bagi ibu hamil - Zakat.or.id

Bayar Fidyah Bagi Wanita Hamil 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, para Sahabat Dompet Dhuafa yang dirahmati Allah. Fidyah merupakan pembayaran jaminan yang membebaskan tanggung jawab seorang muslim yang melewatkan puasa Ramadhan. Sebelum melaksanakan fidyah, Anda harus memperhatikan syarat dan ketentuannya. Tidak semua umat muslim mendapatkan keringanan berpuasa dalam bentuk fidyah.

Kali ini, ada pertanyaan dari salah satu Sahabat Dompet Dhuafa mengenai pembayaran fidyah bagi wanita hamil. Yuk, kita simak dan kulik ilmunya:

Pa/bu, tahun kemarin saya kan tidak menjalankan puasa ramadhan karena saya sedang hamil dan sampai saat ini saya belum membayar fidyah. Yang ingin saya tanyakan :

  1. perhitungan berapa saya harus bayar (dalam nominal uang)?
  2. kepada siapa saya harus membayar dan apakah bisa diwakilkan?
  3. apakah di dompet dhuafa melayani pembayaran fidyah secara online?

untuk saran dan komentarnya, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Ibu Marni

Baca Juga: Berapa Besaran Fidyah?

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh.

Ibu Marni yang dirahmati Allah swt.  Sebagian besar ulama berpandangan bahwa wanita yang hamil boleh tidak berpuasa pada siang hari bulan ramadhan dan menggantinya di hari yang lain. Apabila ia tidak berpuasa karena kondisi fisiknya yang lemah dan tidak kuat berpuasa, sebagian besar ulama berpandangan bahwa ia berkewajiban mengqadha puasa tersebut di hari lain atau ketika mampu. Ia tidak berkewajiban membayar fidyah.

Ustadz, Bukankah Wanita Hamil Wajib Bayar Fidyah? 

Pengertian fidyah sebagai tebusan hutang puasa Ramadhan - Zakat.or.id

Wanita hamil wajib bayar fidyah apabila khawatir tentang kesehatan serta gizi anaknya dan memiliki kondisi tidak ada harapan untuk mengqadha

Adapun wanita yang hamil atau menyusui dan mampu berpuasa, lalu ia tidak berpuasa karena khawatir terhadap kesehatan anaknya saja, ia berkewajiban mengqadha dan membayar fidyah.

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa selama wanita hamil atau menyusui memiliki kemampuan berpuasa, lalu ia tidak puasa Ramadhan, maka ia berkewajiban mengqadha. Ulama Hanafiah berpendapat cukup dengan mengqadha saja. Dengan demikian, wanita yang hamil lalu tidak berpuasa pada bulan ramadhan berkewajiban untuk mengqadha.  Begitu pula pendapat ulama Syafi’iah, Malikiah dan Hanabilah.

baca juga: HUKUM, KEUTAMAAN PUASA RAJAB DAN HADISTNYA, AYO AMALKAN!

Para ulama Kontemporer, seperti DR Yusuf Al-Qardhawi, DR Wahabah Zuhaili, Syaikh Utsaimin dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz  mengatakan bahwa wanita yang hamil atau menyusui berkewajiban untuk mengqadha puasa yang ditinggalkan.

Sedangkan fidyah sendiri, pada dasarnya hanya berlaku untuk orang yang tidak ada harapan untuk berpuasa, misalnya orang tua yang tidak mampu berpuasa atau orang yang sakit menahun. DR Yusuf Al-Qardhawi berpendapat bagi wanita yang tidak memungkinkan lagi untuk mengqadha karena melahirkan dan menyusui secara berturut-urut sampai beberapa tahun, ia bisa mengganti qadhanya dengan fidyah.

Hal ini karena ada illat (alasan hukum) tidak ada kemampuan lagi untuk mengqadha semuanya. Selama masih bisa mengqadha dan memungkinkan, maka kewajiban mengqadha itu tetap ada.

Berapa Takaran Bayar Fidyah? 

Takaran dan Besaran Fidyah Menurut Jumhur Ulama- Zakat.or.id

Sebagian besar ulama berpandangan kadar atau takaran bayar fidyah adalah  1 mud atau 1 kg kurang untuk satu hari tidak berpuasa. Sedangkan, ulama hanafiah berpendapat setengah sha’  atau 2 mud (setengah dari ukuran zakat fitrah).

Fidyah apabila dikonversi ke rupiah bisa mengikuti dua cara, yaitu disesuaikan dengan bahan makanan pokok atau harga makanan jadi. Menurut hemat kami, disesuaikan dengan  harga satu porsi makanan yang berlaku pada lingkungan terdekat. Misalnya untuk Jakarta saat ini, sekitar 15 ribu rupiah untuk satu menu standar. Berarti satu hari tidak berpuasa dapat menggantinya dengan membayar fidyah 15 ribu.

Baca Juga: 7 AYAT HIKMAH PUASA RAMADHAN YANG WAJIB DIKETAHUI 

Membayar fidyah dilakukan dengan cara memberi makan orang fakir miskin. Pembayarannya bisa diwakilkan. Seseorang tidak harus membayar fidyahnya kepada orang-orang yang berhak secara langsung. Ia bisa mewakilkan seseorang atau lembaga untuk menyampaikan fidyahnya.  Hal ini dikarenakan pembayaran fidyah adalah ibadah maaliyah (harta) bukan ibadah fardiyah (personal yang bersifat fisik).

Kini, bayar fidyah semakin cepat melalui portal donasi zakat Dompet dhuafa. Pilih jenis donasi zakat, lalu klik pengkhususan donasi fidyah. Kemudian, transfer nominal sesuai jumlah hari absen Puasa Ramadhan. Bayar Fidyah di Sini, mudah dan amanah!

 

 

Zakat Sekarang