Pengertian Kafarat Puasa dan Cara Menghitungnya

7052

Umat Islam wajib menahan diri dari segala tindakan dan godaan yang dapat membatalkan puasa Ramadhan. Kali ini terdapat sebuah kasus yang berlatar belakang batalnya puasa hingga harus membayar kafarat puasa atau memberi makan kepada 60 orang miskin. Simak penjelasan komprehensif berikut!

Pertanyaan: 

Bagaimana tata cara membayar kafarat batalnya puasa ramadhan karena bersetubuh dengan istri? Bisakah saya membayar melalui Dompet Dhuafa ?

Jawaban: 

Pengertian Kafarat Puasa

Diketahui bahwa orang yang sengaja merusak puasanya di bulan Ramadhan dengan senggama atau hubungan seksual, wajib menjalankan kifarah ‘udhma (kafarat besar). Secara bahasa, kaffârah (Arab) — sebagian kita mengenalnya dengan istilah kifârah atau kifarat / kafarat — berasal dari kata kafran yang berarti ‘menutupi’. Maksud ‘menutupi’ di sana adalah menutupi dosa.

baca juga: TIDAK MENGQADHA PUASA DUA TAHUN LALU

Kafarat hubungan badan siang hari sama seperti kafarat zhihar, yakni memerdekakan hamba sahaya perempuan yang beriman, berpuasa selama dua bulan berturut-turut atau jika tidak mampu memberi makanan kepada 60 orang miskin, masing-masing sebanyak satu mud (1 kg kurang).

Kifarat di atas berdasarkan hadis Abu Hurairah:

Disebutkannya, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW. lantas berkata,

“Celakalah aku! Aku mencampuri istriku (siang hari) di bulan Ramadhan.”

Rasul SAW bersabda,

“Merdekakanlah seorang hamba sahaya perempuan.”

Dijawab oleh laki-laki itu,

“Aku tidak mampu.”

Beliau kembali bersabda,

“Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut.”

Dijawab lagi oleh laki-laki itu,

“Aku tak mampu.”

Beliau kembali bersabda,

“Berikanlah makanan kepada enam puluh orang miskin.”

(HR. Al-Bukhari)

Bagaimana Hitungan Pembayaran Kafarat-Jimak?

Pada dasarnya kafarat jimak saat berpuasa di bulan Ramadhan berdasarkan ketentuan yang disampaikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada salah satu sahabatnya yang berjimak di siang hari bulan ramadhan, antara lain adalah:

(1) Kafarat dalam bentuk berpuasa dua bulan berturut-turut tanpa putus. Namun bila tidak mampu, maka,

(2) membayar kafarat dengan memberi makan 60 orang miskin, utamanya yang ada di lingkungan kita. Apabila tidak mampu, dalam arti tidak mampu mendata dan mencari 60 orang tersebut, maka dapat diwakilkan kepada pihak kedua yang mampu mencarikan. Dalam hal ini, lembaga-lembaga sosial seperti Dompet Dhuafa dapat diamanahi untuk melakukannya karena memiliki data orang-orang yang berhak menerima bantuan.

Sedangkan untuk kadar kafarat memberi makan ini untuk masing-masing orang adalah sebanyak 1 Mud makanan pokok, seperti beras. 1 Mud adalah sekitar 750 Gram. Dengan demikian, beras yang digunakan adalah sebanyak 45 kilogram. Ini berdasarkan hitungan dalam mazhab syafi’i yang mengharuskan dengan makanan pokok.

Sedangkan, bila pembayaran dengan makanan pokok ini sulit atau sangat merepotkan, maka dalam mazhab hanafi dibolehkan membayar kafarat dengan nilai uang, dan tentunya juga mengikut kepada kadar kafarat dalam mazhab ini, yaitu 1 Shaa’ atau 3,25 – 3,8 Kg untuk satu orang penerima, dengan total 195 kg.

Bila harga beras rata-rata Rp 10.000,- / kg, maka 3,25 kg = 32.500 / orang. Maka totalnya adalah 60 x 32.500 = Rp 1.950.000,-. Meskipun dalam mazhab hanafi dibolehkan membayar dengan nilai uang, namun lebih utama menggunakan pandangan mayoritas ulama, yaitu dengan makanan pokok, dan sejatinya bisa diberikan langsung oleh pembayar kafarat, jika tidak ada kesulitan.

Siapa yang Harus Membayar Denda Kafarat-Jimak?

Yang dikenai kafarat hanyalah suami, sedangkan istri diusahakan qodho. Jika istri berada dalam kondisi terpaksa saat melakukan jimak, seperti adanya ancaman disiksa atau dipukul, maka istri tidak turut dalam membayar kafarat. Hal yang lebih penting juga adalah bertaubat dan berjanji kepada Allah untuk tidak mengulangi lagi perbuatan membatalkan puasa seperti ini pada bulan ramadan jauh lebih penting. Wallahu A’lam.

Tanya Ustadz layanan Dompet Dhuafa

Itulah pembahasan mengenai kafarat puasa. Jaga puasamu dari segala macam godaan, tingkatkan amal ibadah di bulan yang penuh berkah ini dengan berbagi infak, sedekah, dan wakaf.

Ingat kafaratmu, jangan lupa bayar utang puasamu! Fidyah di Dompet Dhuafa biikin tenang karena makanan yang diberikan kepada fakir miskin terjamin kualitas gizinya. Stop menunda, klik bayar fidyah sekarang juga di tautan ini!

 

Zakat Sekarang