Wabah Penyakit di Zaman Rasulullah

58993

Wabah Virus Corona yang diduga kuat berasal dari Wuhan, tengah menjadi perhatian masyarakat diseluruh penjuru dunia. Virus dengan karakteristik mirip SARS ini memiliki resiko kematian, dan menyebar dengan cepat ke sejumlah negara. Bahkan yang terinfeksi masih terus bertambah.

Sama seperti negara lain, Indonesia sedang menghadapi ancaman sebaran coronavirus yang bisa menyebabkan kematian. Apalagi sejumlah Rumah Sakit di beberapa daerah mengumumkan adanya suspect yang sedang dirawat di ruang isolasi.

Sampai saat ini (3 Febuari 2020) korban meninggal mencapai 361 orang dan 17ribu orang dilaporkan terinfeksi. World Health Organization (WHO) juga telah menyatakan virus corona Wuhan, China sebagai darurat kesehatan global.

Wabah penyakit sebelumnya sudah pernah terjadi di zaman Rasulullah. Wabah yang terjadi pada zaman Rasulullah adalah penyakit kusta, tak hanya menular namun juga menyebabkan kematian. Proses penyebarannya pun sangat cepat kala itu.

Rasulullah pernah mengajarkan cara menghadapi wabah penyakit dalam hadis yang diriwayatkan Abdurrahman bin Auf. “Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri darinya” (HR. Muslim)

Hadist tersebut mirip metode karantina yang kini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

Selain Kusta, pada zaman Rasulullah juga pernah menghadapi wabah di masa hijrah ke Madinah. Saat itu situasi Madinah dalam keadaan buruk dengan air keruh dan penuh wabah penyakit.

Baca juga : Perjuangan Hijrah Rasulullah

Menghadapi situasi tersebut, Rasulullah SAW meminta umatnya untuk sabar sambil berharap pertolongan dari Allah SWT. Seperti diceritakan Aisyah, mereka yang bersabar dijanjikan syahid. “Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya)”. (HR Bukhori)

Penyakit sejatinya tidak pernah diharapkan muncul hingga mengkibatkan kekhawatiran. Namun, selalu ada alasan dan hikmah yang terkandung dari setiap peristiwa yang terjadi.

Menghadapi kondisi ini, ada baiknya kita sebagai umat Rasulullah SAW senantiasa terus berikhtiar untuk mengikuti saran pemerintah dalam mencegah infeksi Virus Corona dan selalu memohon perlindungan kepadaNya.

Baca Juga: Jangan Takut Corona, Lakukan 5 Hal Berikut Ini

Zakat Sekarang