20 November 2012

Dana Zakat Untuk Orang Terlilit Hutang

Asslmualaikum warahmatullahiwabarakatuh.
Ustadz, bagaimanakah kriteria orang yang termasuk kategori “gharim” dalam masalah zakat? Kayaknya golongan ini sering luput dari perhatian BAZ maupun LAZIS.
trimakasih.
wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.

Jawab:

Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
Gharim artinya orang yang terlilit hutang. Abu Hanifah memberikan gambaran bahwa gharim adalah orang yang menanggung hutang dan ia tidak memiliki harta lebih untuk membayar hutang.

Sedangkan Imam Malik, Syafi’i dan Ahmad membagi gharim atau orang yang terlilit hutang dalam dua kategori: Pertama, orang yang berhutang untuk maslahat dirinya. kedua, orang yang berhutang untuk mashlahat publik.

Untuk kategori yang pertama, kriterianya adalah: seseorang yang berhutang untuk menafkahi kebutuhan pokok hidupnya dan ia tidak memiliki harta untuk membayar hutang tersebut. Toh, apabila ia memiliki harta, harta itu hanyalah cukup untuk menopang kebutuhan pokoknya. Dengan demikian, apabila seseorang terlilit hutang, namun ia memiliki aset harta yang lebih dari kebutuhan pokok, seperti : tanah selain untuk rumah, rumah kedua, properti, kendaraan di luar kebutuhan pokok, maka tidak termasuk gharim. Gharim berhak menerima zakat karena kedudukannya sama dengan fakir miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhan daruratnya.

Mujahid mengatakan: orang yang termasuk gharim adalah: orang yang hartanya hanyut terbawa banjir bandang, orang yang hartanya terbakar dan orang yang tidak memiliki harta lantas berhutang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

Dengan demikian, tidak semua orang yang sedang menanggung hutang termasuk kategori gharim yang berhak menerima zakat.

Gharim atau orang yang berhutang yang berhak menerima zakat adalah orang yang tidak memiliki harta untuk membayar hutangnya. Apabila ia memiliki harta, harta itu hanya cukup untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Apabila seseorang memiliki hutang dan di saat yang sama ia memiliki property lebih dari rumah yang ia pakai maka orang itu tidak termasuk kategori gharim.

Seseorang yang terlilit hutang dapat menerima zakat bila memenuhi beberapa kriteria, antara lain:

1. Membutuhkan harta untuk membayar hutangnya. apabila ia memiliki harta untuk membayar hutangnya, walau itu berupa properti, ia tidak berhak menerima zakat.
2. Latar belakang berhutang bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah.
3. Hutang telah jatuh tempo.

Sedangkan gharim kategori kedua, ialah orang yang berhutang untuk kemaslahatan publik atau umat. Misalnya, seseorang berhutang untuk membangun lembaga pendidikan yang untuk tujuan sosial bukan profit, membangun asrama yatim piatu dan lain-lain. gharim kategori pertama ini, menurut ulama, termasuk orang yang berhak menerima zakat. Syaikh Yusuf Al-Qardhawi berpendapat bahwa mereka termasuk orang yang berhak menerima zakat. Tentu saja, mereka berhak tatkala mereka tidak memiliki harta lebih dari kebutuhan pokok untuk membayar hutang.
Wallahu a’lam.

Bagikan :

Konsultasi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Saya mau bertanya 1. Saya mempunyai usaha dengan penghasilan kotor kurang lebih 25-30jt.setelah di potong gaji dan…

Download Panduan Zakat

Informasi lengkap dan praktis untuk mempelajari zakat secara komprehensif.

Kalkulator Zakat

Program yang akan membantu menentukan jumlah besaran Zakat yang akan Anda tunaikan.