28 June 2019

Apa itu Qurban (Kurban) dalam Islam?

Apa itu kurban?

Pengertian Kurban dalam Islam

Qurban (dalam bahasa Arab الأضحية,التضحية) secara harfiah memiliki arti hewan sembelihan. Ibadah qurban (kurban) adalah ibadah menyembelih hewan ternak yang merupakan salah satu bagian dari syiar Islam yang disyariatkan dalam Al Quran.

Selain jenis hewannya, pelaksanaan ibadah kurban juga hanya terjadi pada hari tertentu. Ibadah kurban dalam islam dilaksanakan sesuai pada waktu yang sudah ditentukan seperti pada Hari Raya Idul Adha dan Hari Tarsyrik (11,12, dan 13 Dzulhijjah) dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga: Bolehkah Kita Kurban Online? Bagaimana Hukum dan Syaratnya?

Hukum Kurban dalam Al Quran dan Hadis

Beberapa pendapat ulama menjelaskan bahwa kurban ini termasuk ibadah sunah dan ada juga yang wajib. Sebelum kita membahas hukum kurban, mari kita ketahui terlebih dahulu ibadah kurban menurut Al Quran dan Hadis berikut ini,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Artinya: “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al Kautsar: 2)

 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),” (QS. Al Hajj: 34)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا.

Artinya: “Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami.”

Pada dasarnya, ibadah menyembelih hewan kurban ini merupakan hal yang sunah. Namun, ada baiknya kita melaksanakannya jika kita mampu karena Allah SWT tak mungkin

Syarat-syarat Hewan Kurban

Sebelum memilih hewan ternak apa yang ingin kita beli, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu syarat-syarat hewan kurban yang perlu kita perhatikan seperti berikut ini,

  1. Hewan kurban tersebut berupa jenis binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.
  2. Telah sampai usia yang dituntut syari’at berupa jaza’ah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.
  3. Ats-Tsaniy dari unta adalah yang telah sempurna berusia 5-6 tahun
  4. Ats-Tsaniy dari sapi adalah yang telah sempurna berusia 2 tahun
  5. Ats-Tsaniy dari kambing adalah yang telah sempurna berusia 1-2 tahun
  6. Al-Jadza’ah dari domba adalah yang telah sempurna berusia 6 bulan
  7. Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sifat-sifat Binatang yang Tidak Boleh Dijadikan Kurban

Jika dirinci dengan pemahaman para ulama mazhab atau hadis-hadis yang menerangkan jenis cacat hewa kurban, maka dapat disimpulkan ada 18 jenis sifat binatang yang tak boleh dijadikan kurban yaitu:

  1. Al-Amya yaitu buta total pada kedua mata,
  2. Al-Aura Al Bayyin ‘Uruha yaitu buta sebelah total,
  3. Maqthu’ah al-Lisan Kulliha yaitu lidahnya yang terputus,
  4. Maqthu’ah Ba’dh al-Lisan yaitu putusnya sebagian lidah,
  5. Al-Jad’a yaitu terpotong pada hidung,
  6. Maqthu’ah al-Udzinain aw Ihdahuma yaitu putus telinga meskipun salah satu, termasuk juga cacat telinga bawaan,
  7. Maqthu’ah Ba’dh al-Udzun yaitu terpotong sebagian telinga,
  8. Al-Arja’ al-Bayyin ‘Urjuha, yaitu tidak mampu berjalan, seperti berjalan dari tempat awal menuju ke tempat penyembelihannya,
  9. Al-Jadzma, yaitu tidak memiliki tangan (kaki depan) dan kaki belakang, keseluruhan atau sebagian, baik cacat kemudian maupun cacat bawaan,
  10. Al-Jadzza’ yaitu hewan kurban betina yang terputus ujung susunya atau kering karena tidak bisa memproduksi susu,
  11. Maqthu’ah al-Ilyah yaitu hewa yang terputus ekornya kecuali bawaan semenjak lahir,
  12. Maqthu’ah al-Miqdar al-Katsir Min al-Ilyah yaitu sebagian besar ekornya terputus,
  13. Maqthu’ah al-Dzanab yaitu hewan yang tidak memiliki atau patah pada ujung bawah/ paling belakang dari tulang punggungnya,
  14. Maqthu’ah al-Miqdar al-Katsir Min al-Dzanab yaitu sebagian besar dari Dzanab-nya tidak ada,
  15. Al-Maridhah al-Bayyin Maradhuha yaitu hewan yang tampak jelas sakitnya,
  16. Al-Ajfa Ghair al-Munquyah yaitu hewan yang sakit parah pada bagian dalam tulangnya, atau sumsum sehingga dapat ditandai dengan tidak mampu berjalan atau tanda-tanda kondisi lemah lainnya,
  17. Musharramah al-Athibba yaitu hewan yang pernah diobati karena sakit lalu tidak lagi mampu memproduksi air susu,
  18. Al-Jallalah yaitu hewan yang memakan kotoran akibat lama terkurung.

Dalam pemilihan jenis kelamin hewan kurban sampai sekarang belum ada spesifikasi atau pendapat utama tentang pemilihan jenis kelamin ini.

Baca Juga: Hukum Berkurban dengan Berhutang

Selain ketentuan di atas, berikut hal-hal yang harus diperhatiakn dalam memilih hewan kurban:

  1. Hewan kurban tersebut merupakan milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berkurban dengannya. Oleh karena itu, tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.
  2. Tidak ada hubungan dengan hak orang lain. Maksud dari hak tersebut adalah tidak sah berkurban dengan hewan gadai dan hewan warisan sebelum warisannya dibagi.
  3. Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat.

Niat Sebelum Berkurban

Sebelum kita melaksanakan ibadah, tentu kita perlu melafalkan niat kita terlebih dahulu. Berikut kutipan dari nu.or.id tentang bacaan niat sebelum berkurban,

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Pada dasarnya, niat yang disarankan merupakan niat yang dilafalkan dalam hati. Karena niat tempatnya di hati bukan di lisan. Bahkan, beberapa ulama juga berpendapat cukup dengan melafalkan “Saya berniat untuk berkurban untuk saya karena Allah Ta’ala” dengan bahasa sendiri juga sudah terbilang cukup.

Apakah Sahabat sudah mempunyai niat untuk berkurban tahun ini? Insya Allah pasti Allah lancarkan rezeki kita jika kita berniat tulus untuk Allah Ta’ala. Semoga artikel tentang pengertian kurban dalam Islam ini bermanfaat dan dapat memotivasi kita untuk terus beribadah (MR).

Tebar Kurban Tanpa Batas

“Tahukah Sahabat bahwa masih banyak orang yang kesulitan mendapatkan daging kurban di Maluku, Halmahera, dan pelosok lainnya?”

Ketika kita disini masih bisa menikmati hidangan daging yang lezat setiap Hari Raya Idul Adha, ternyata masih banyak juga teman-teman kita yang luput dari kebahagiaan ini. Ada baiknya kita tebarkan kebaikan kita dengan berkurban tanpa batas lewat:

Kurban dalam Islam

Bagikan :

Konsultasi ZISWAF

Foto Ustadz Zul Ashfi DD

Pertanyaan:  Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh Saya ingin bertanya tentang zakat harta warisan. Saya seorang ibu dari 3 anak (2 anak laki-laki dan 1…

Download PDF Panduan Zakat

Download Panduan Zakat

Informasi lengkap dan praktis untuk mempelajari zakat secara komprehensif.

Download Panduan Zakat di sini !
Kalkulator zakat

Kalkulator Zakat

Program yang akan membantu menentukan jumlah besaran Zakat yang akan Anda tunaikan.

Hitung Zakat Anda di sini !