Zakat dan Hikmahnya pada Generasi Milenial dan Gaya Hidup Bersosial

883

Hikmah Zakat

Siapa yang tak mengenal zakat, salah satu rukun Islam yang berhubungan dengan  kesejahteraan umat.  Tentunya, seluruh muslim mengetahui hal itu. Namun jika ditanya bagaimana syarat dan cara menunaikannya, belum tentu seluruh muslim memahaminya.

Di sisi lain, pesatnya perkembangan teknologi membawa gaya hidup serba cepat dan mudah. Kemudahan ini harus dimanfaatkan untuk kampanye hidup  bersosial melalui zakat. Sasaran yang paling utama kampanye seperti ini yaitu generasi milenial. Lantas bagaimana zakat dan hikmahnya bagi para milenial?

Makna Zakat

Kata zakat menurut bahasa  memiliki arti bersih, suci, berkah, subur dan berkembang. Zakat bermakna bersih dan suci menegaskan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat karena Allah dan bukan karena pujian manusia, maka Allah akan membersihkan dan mensucikan harta dan jiwanya. Kemudian berkah, subur dan berkembang merupakan makna yang menegaskan bahwa hikmah orang yang membayar zakat, akan dilimpahkan keberkahan, ziyadatul khair (bertambahnya kebaikan). Keberkahan ini membawa hartanya akan selalu tumbuh subur dan berkembang. (www.gomuslim.co.id, Hikmah dan Keutamaan Zakat)

Baca Juga: Manfaat Zakat dan Infak Dalam Perspektif Sosial Ekonomi

Dalam Al-Qur’an, kewajiban zakat bersanding dengan kewajiban Shalat (QS.Al-Baqarah 2:43).  Hal ini membuat perintah zakat tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena sesungguhnya dalam harta orang kaya, Allah menetapkan sebagian  hak bagi para faqir (QS. Adz-Dzariyat 51:19 ).  Maka jelas, hikmah zakat selalu bersanding dengan kekuatan ekonomi umat.

Milenial, Yuk Berzakat!

Di era sekarang, teknologi  informasi tak akan bisa dipisahkan dari sendi kehidupan. Oleh karena itu, agama harus hadir dan mengambil perannya agar teknologi informasi digunakan sebaik mungkin. Hal ini membuat lembaga zakat seperti Dompet Dhuafa semakin berinovasi untuk merangkul  milenial sebagai muzaki (pembayar zakat).

Dilansir dari Republika.co.id, Dompet Dhuafa melihat bahwa  kaum milenial secara langsung dan tidak langsung dapat menguatkan, meningkatkan dan menumbuhkan penghimpunan potensi zakat di Indonesia. Bahkan, zakat bisa menjadi lifstyle  bagi milenial.

Hikmah Zakat
Bambang Suherman, Direktur Mobilisasi Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) Dompet Dhuafa, sumber gambar: republika.co.id

Menurut Bambang Suherman Direktur Mobilisasi Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) Dompet Dhuafa, generasi muda memiliki karakter yang sangat menarik dan kepedulian yang tinggi dalam berdonasi.  Peluang ini akan dimanfaatkan, agar generasi milenial terlibat dalam membuat project donasi. Sehingga, zakat dapat berkembang luas melalui cara peer-to-peer dan menggunakan influencer.

Inovasi seperti ini membawa hikmah zakat semakin terasa  sasarannya. Seperti  yang tercantum  dalam kitab Syarh Yaqut an-Nafis fi Madhab Idris, Habib Muhammad bin Ahmad Bin Umar asy-Syathiri menjelaskan bahwa sebagian dari hikmah zakat itu mengentaskan kemiskinan (nu.or.id, Zakat: Definisi, Sejarah dan Hikmahnya). Maka lifstyle milenial dalam menunaikan zakat ini sangat efektif dan perlu dijaga hingga tercapainya Indonesia emas 2045.

Pengelolaan Zakat dengan Baik

Dengan menggunakan kecanggihan inovasi tadi, pengelolaan zakat  semakin mudah dan cepat. Selain itu, untuk mencapai manfaat dan hikmah zakat yang tepat sasaran, alokasi zakat harus dibagi dengan benar. Imam Nawawi dalam Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, mengajarkan bagaimana cara membagi zakat yang benar. Jika penerima zakat memiliki potensi untuk berdagang, maka ia diberi modal untuk berdagang. Jika memiliki potensi dalam keilmuan, maka diberi bekal untuk mencari ilmu agar bermanfaat. Jika memiliki potensi di bidang pertanian, maka diberi sarana untuk  bercocok tanam, begitu seterusnya. (nu.or.id, Zakat: Definisi, Sejarah dan Hikmahnya).

Baca Juga: 5 Tips Menunaikan Zakat Tepat Sasaran

Bila kesadaran milenial  terhadap zakat semakin tinggi, ditambah kehadiran lembaga zakat yang siap menjemput bola, maka kesejahteraan umat akan semakin meningkat. Masyarakat akan harmoni satu sama lain, dan dicintai oleh Allah SWT. Karena dalam hadis shahih disebutkan bahwa mukmin yang kuat jauh lebih baik dan dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.Tentunya, kuat disini bukan hanya kuat secara fisik, namun juga ekonomi, intelektual dan aspek lainnya.

Demikian buah dari zakat dan hikmahnya pada generasi milenial dan gaya hidup bersosial. Semoga kita semua selalu mendapatkan keberkahan, dan terjaga kebersihan seluruh harta kita oleh Allah SWT. (Zainal Abidin)

Zakat Sekarang